Special Plan: ULM Kenalkan Inovasi Produk Kesehatan Lokal Berbasis Bahan Alami, Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
ULM Perkenalkan Inovasi Produk Kesehatan Lokal Berbasis Bahan Alami dalam Special Plan
Special Plan – Dalam rangkaian program Special Plan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melibatkan 17 mahasiswa dan enam dosen untuk mengembangkan produk kesehatan lokal yang berasal dari bahan alami. Kegiatan ini berlangsung di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Special Plan ULM diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan komunitas, yang menghasilkan solusi kesehatan ramah lingkungan serta ekonomi.
Inovasi Produk Kesehatan Alami: Kombucha dan Bedak Dingin
Program ini menghasilkan dua produk utama yang berbeda dalam bentuk dan manfaat. Pertama, kombucha bunga telang yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (Scoby). Campuran bahan seperti teh, gula, bunga telang, dan rosela diproses selama tujuh hingga 14 hari, menghasilkan minuman yang kaya antioksidan serta probiotik alami. Produk ini diklaim mampu meningkatkan pencernaan dan menjaga keseimbangan mikroba di saluran tubuh. Kedua, bedak dingin dari sari buah bengkoang yang telah mendapatkan izin BPOM, menawarkan alternatif perawatan kulit dengan bahan alami yang terjangkau.
“Banyak bahan alami di sekitar kita bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi,” ujar Nely Rizka Yuninda, salah satu mahasiswi yang turut serta.
Inisiatif ULM ini menekankan penggunaan sumber daya lokal sebagai bahan baku utama, sekaligus memperkenalkan teknik modern untuk memprosesnya. Dengan pendekatan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, produk-produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif yang lebih sehat dan ekonomis bagi masyarakat. Selain itu, Special Plan juga menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat bahan alami dalam menjaga kesehatan dan kecantikan.
Pengabdian Masyarakat sebagai Wujud Komitmen ULM
Dosen koordinator lapangan, Prof. Dr. apt. Sutomo, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen ULM dalam menerapkan riset berkelanjutan ke dalam manfaat nyata bagi masyarakat. “Special Plan ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan,” tambahnya. Selain pengembangan produk, ULM juga memberikan pelatihan kepada warga setempat tentang cara memanfaatkan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui produksi skala kecil yang bisa dikembangkan menjadi usaha komersial.
Keberhasilan Special Plan ULM menunjukkan bahwa institusi pendidikan bisa menjadi penggerak utama dalam mengubah pola pikir masyarakat tentang produk kesehatan. Penggunaan bahan alami seperti bunga telang dan bengkoang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia yang berpotensi merusak kesehatan jangka panjang. Produk-produk ini juga memudahkan akses ke layanan kesehatan yang murah dan berkualitas, terutama bagi masyarakat pedesaan yang masih mengandalkan bahan tradisional.
Dalam pelaksanaannya, Special Plan ULM juga melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat. Mereka dilibatkan dalam proses pengujian dan pemasaran produk, sehingga membangun kepercayaan terhadap inovasi yang dihasilkan. Kegiatan ini berharap mampu menjadi contoh bagi universitas lain dalam mengintegrasikan riset dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, produk-produk ini dipromosikan melalui media lokal dan jaringan komunitas, untuk memperluas kesadaran masyarakat tentang manfaat bahan alami dalam perawatan tubuh dan kesehatan secara umum.
Program Special Plan yang diinisiasi oleh ULM ini telah memberikan dampak positif di Desa Awang Bangkal Barat. Warga tidak hanya memperoleh produk kesehatan baru, tetapi juga dilatih dalam teknik pengolahan bahan alami yang ramah lingkungan. Dengan metode ini, masyarakat dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sambil menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. Proyek ini akan dilanjutkan dalam masa depan, termasuk oleh angkatan pertama Magister Farmasi yang sedang berlangsung. Harapan besar pun diarahkan agar inovasi ini dapat diaplikasikan lebih luas, khususnya di daerah lain yang memiliki sumber daya alami serupa.