Topics Covered: Gubernur Herman Deru Dorong Ekonomi Syariah Sumsel Jadi Penggerak Baru Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Herman Deru Promosikan Ekonomi Syariah Sumsel sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Topics Covered - Ekonomi syariah menjadi fokus utama pembicaraan dalam acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026, Sabtu (06/06). Dalam pembukaan acara tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menyatakan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah. "Topics Covered, kita perlu memperkuat ekonomi syariah sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan," ujarnya, menekankan pentingnya literasi keuangan dan akselerasi pemanfaatan peran syariah dalam perekonomian lokal.
Strategi Pemerintah Sumsel untuk Mendorong Ekonomi Syariah
Pemerintah Provinsi Sumsel menetapkan ekonomi syariah sebagai komponen kunci dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, Herman Deru menegaskan bahwa daerah memiliki basis kuat berupa sekitar 90 persen penduduk yang beragama Islam. "Topics Covered, ini adalah peluang besar untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya. Ia menyoroti peran strategis pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan regulasi yang mendukung pengembangan sektor ini.
Kebijakan pemerintah Sumsel mencakup upaya digitalisasi keuangan, pengendalian inflasi, serta pengembangan pelabuhan samudera sebagai proyek prioritas. Dengan kontribusi UMKM dan institusi keuangan syariah, Herman Deru optimis bahwa ekonomi syariah akan menjadi pendorong utama dalam memperkuat daya saing Sumsel di tingkat nasional. "Topics Covered, kita harus menciptakan ekosistem yang memudahkan akses layanan keuangan berbasis syariah bagi masyarakat luas," jelasnya.
Potensi dan Tantangan dalam Pemanfaatan Ekonomi Syariah
Pengembangan ekonomi syariah di Sumsel diperkirakan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendorong inovasi finansial. Namun, masih ada tantangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat syariah dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. Herman Deru menyampaikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berupa label usaha, tetapi juga mencerminkan kejujuran, transparansi, dan prinsip etika dalam bisnis. "Topics Covered, masyarakat perlu memahami bahwa ekonomi syariah adalah jalan untuk pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan," tegasnya.
Untuk mendorong ini, pemerintah daerah bersama bank dan lembaga keuangan menyusun program sosialisasi yang lebih intensif. Salah satu upaya adalah percepatan sertifikasi halal, yang diharapkan mampu menarik investasi dari luar negeri. Bank Indonesia (BI) juga didorong untuk meningkatkan pendanaan wakaf produktif, yang menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi syariah. Dengan demikian, "Topics Covered" di Sumsel tidak hanya menjadi bagian dari agenda kebijakan, tetapi juga gerakan nasional menuju ekonomi berbasis nilai-nilai syariah.
Pada sisi kinerja, Sumsel telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang menempati urutan kedua tertinggi di Sumatera, dengan angka yang kompetitif dibandingkan provinsi lain. Selain itu, daerah ini berhasil menjaga inflasi rendah dan meningkatkan akses ke layanan digital keuangan. Herman Deru berharap, angka-angka ini akan terus berkembang jika sektor syariah diberikan perhatian lebih besar. "Topics Covered, kita perlu memperluas cakupan ekonomi syariah agar menjadi pilar utama ekonomi Sumsel," pungkasnya.
Terlepas dari capaian yang telah dicapai, pemerintah Sumsel menargetkan perluasan pertumbuhan ekonomi syariah melalui kolaborasi yang lebih erat. Prioritas APBD 2026 mencakup pengembangan kebijakan yang mengintegrasikan prinsip syariah dengan inovasi finansial. Dengan memperkuat keberlanjutan dan inklusivitas, Herman Deru meyakinkan bahwa "Topics Covered" tidak hanya akan membawa manfaat bagi masyarakat beragama Islam, tetapi juga bagi seluruh penduduk Sumsel yang ingin merasakan dampak ekonomi yang lebih seimbang dan berorientasi masa depan.