Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Topics Covered: Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Jurnalis Thoudy Badai Sebelum Ditangkap Israel, Obrolan dengan Ibunda Bikin Haru

Patricia Brown ⏱ 3 min read

Keluarga Jurnalis Thoudy Badai Ungkap Komunikasi Terakhir Sebelum Ditangkap Israel

Topics Covered – Keluarga dari jurnalis Thoudy Badai, yang terlibat dalam operasi kemanusiaan menuju Gaza, mengungkapkan momen komunikasi terakhir korban sebelum ditahan Israel. Ibunda Thoudy, Hani Hanifa Humanisa (56), membagikan cerita tentang pesan terakhir yang dikirimkan anaknya pada Senin (18/5) pukul 02.19 WIB, saat ia berada di perairan internasional dalam perjalanan dari Marmaris ke Gaza. Pesan itu menandai perjalanan akhir sebelum keterlibatannya dalam operasi penangkapan yang terjadi di laut.

Emosi Keluarga dalam Komunikasi Terakhir

“Kita masih berkomunikasi sampai hari Senin kemarin jam 02.19 WIB. Dia mengirim pesan yang menyatakan sudah sampai di perairan internasional, artinya seharusnya sudah aman,” ujar Hani di Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5), sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Hani, komunikasi antara Thoudy dan keluarga dilakukan secara terbatas, hanya pada kesempatan tertentu sesuai kondisi di lapangan. “Komunikasi tidak terlalu sering, hanya saat momen tertentu seperti tukar shift atau menanyakan kondisi. Hal-hal teknis seperti makan di mana atau lokasi saat ini,” katanya. Pesan-pesan singkat yang terkirim sebelum penangkapan menjadi bagian penting dari kisah keharuan yang diungkapkan oleh keluarga.

Perencanaan dan Kesiapan Sebelum Misi

Sebelum keberangkatan, keluarga telah melakukan diskusi panjang terkait risiko yang dihadapi Thoudy dalam misi tersebut. Hani menyebut mereka sudah mengetahui kondisi di lapangan dan memahami kompleksitas situasi. “Kita sudah ngobrol panjang dengan Odi. Saya tanya kondisi secara umum, risikonya, dan kemungkinan terburuk. Kita sudah tahu kondisi di sana,” jelasnya. Diskusi tersebut mencakup persiapan pribadi dan organisasi, serta ketakutan terhadap kemungkinan terjadi.

Keluarga awalnya mempersiapkan izin untuk Thoudy mengikuti pelatihan di Tunisia sebagai bagian dari persiapan misi ke Gaza. Izin diberikan setelah melihat keyakinan dan kesiapan anaknya. “Saya tidak kasih izin awalnya karena kekhawatiran mendalam. Namun, saya melihat passion Odi, jadi akhirnya diizinkan,” katanya. Izin ini menjadi titik awal dari perjalanan yang berujung pada penangkapan oleh Israel.

Pelaksanaan Misi dan Penangkapan

Pada hari keberangkatan, Thoudy menunjukkan tingkat keyakinan tinggi untuk melaksanakan tugas. Keluarga menyerahkan kepercayaan penanganan kepulangan anaknya kepada Pemerintah Indonesia. “Kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan tim terkait, yang kami yakini sedang bekerja melalui jalur diplomasi,” ucap Hani. Ini menunjukkan komitmen keluarga untuk mendukung kegiatan jurnalis anaknya.

Penangkapan terjadi setelah kapal yang ditumpangi Thoudy dicegat di perairan internasional. Israel menahan empat jurnalis Indonesia, termasuk Thoudy Badai, dalam misi kemanusiaan ke Gaza pada Senin pagi waktu Turki. Sejumlah WNI dalam rombongan bantuan kemanusiaan internasional, seperti Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, menjadi korban operasi tersebut.

Respons Pemerintah dan Kritik terhadap Penahanan

Menkomdigi Meutya Hafid mengkritik penahanan terhadap para jurnalis yang terlibat dalam misi kemanusiaan ke Gaza. Ia menyebut pemerintah masih kesulitan menghubungi para jurnalis Indonesia yang ditahan. Selain itu, Yusril, seorang saksi, mengungkapkan bahwa Thoudy sudah menerima pesan ancaman dari Israel lewat ponselnya pada Mei lalu. Bahkan, sebelum beraksi, korban menulis surat wasiat.

Dalam Topics Covered, keluarga menggambarkan perasaan haru dan kecemasan mereka setelah komunikasi terakhir. Pesan singkat yang terkirim menjadi bukti keberanian Thoudy dalam menghadapi risiko misi, sekaligus menggambarkan hubungan yang dekat antara jurnalis tersebut dengan keluarga. Sejumlah detail tambahan tentang konteks operasi penangkapan dan upaya penyelamatan oleh pihak internasional bisa disisipkan untuk memperkaya konten.

Bagikan artikel ini