Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Menggelegar di PBB, Presiden Kolombia Gustavo Petro Samakan Israel dengan Nazi

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By David Gonzalez

Presiden Kolombia Gustavo Petro Samakan Israel dengan Nazi di PBB

Topics Covered - Dalam pidato yang mencuri perhatian di Dewan Keamanan PBB, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan kritik tajam terhadap tindakan Israel selama perang di Jalur Gaza. Ia menyatakan bahwa serangan rudal yang dilakukan Israel secara terus-menerus menargetkan penduduk sipil, termasuk anak-anak, sebagai bentuk kekejaman yang memicu perdebatan global. Petro menggunakan Topics Covered ini untuk memperkuat tuntutan bahwa Israel telah melanggar prinsip hak asasi manusia dan perlu diadili oleh komunitas internasional.

Konteks Perang Gaza dan Kritik Petro

Topics Covered dalam pidato Petro meliputi situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza, di mana jumlah korban tewas dan luka mencapai angka yang mengkhawatirkan. Ia menegaskan bahwa serangan Israel tidak hanya menimbulkan kehilangan nyawa, tetapi juga merusak infrastruktur dan ekonomi wilayah tersebut. Petro menekankan bahwa kebijakan Israel mengingatkan pada peristiwa genosida yang dilakukan Nazi di masa lalu, sehingga mendorong dunia internasional untuk melihat kritiknya sebagai pernyataan tegas.

"Mereka melepaskan rudal ke tengah penduduk, termasuk anak-anak," ujar Petro, dikutip dari MEMO, Jumat (12/6/2026). "Ini bukan hanya serangan militer, tetapi juga tindakan yang mengingatkan kita pada masa penjajahan Nazi."

Topics Covered ini tidak hanya menyoroti perang di Gaza, tetapi juga mencakup hubungan Kolombia dengan negara-negara lain, terutama dalam konteks dukungan terhadap hak Palestina. Petro menyoroti peran Israel sebagai pengusung kekejaman yang berkelanjutan, menyamakan tindakan militer mereka dengan pola pemogokan terhadap bangsa-bangsa minoritas di Eropa pada abad ke-20. Ia menekankan bahwa perbandingan ini diperlukan untuk mengingatkan dunia akan keseriusan krisis yang sedang berlangsung.

Reaksi Internasional dan Tantangan Politik

Topics Covered oleh Petro memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang menuduhnya sebagai bentuk anti-Semit. Saar menyatakan bahwa kritik Petro terhadap Israel adalah noda yang memperumit hubungan diplomatik antara kedua negara. Namun, Petro menegaskan bahwa Topics Covered ini adalah bagian dari kebijakan luar negeri Kolombia yang konsisten mendukung keadilan bagi rakyat Palestina.

Sebelumnya, Petro juga mengecam penangkapan dua aktivis Kolombia oleh Israel, yang ia anggap sebagai bentuk penganiayaan terhadap warga negara yang tidak berdolak-dalik. Ia menuntut akuntabilitas terhadap kekejaman militer Israel di Gaza, menegaskan bahwa Topics Covered ini mencerminkan kegagalan negara-negara besar dalam melindungi kemanusiaan. Dalam konteks ini, Petro berharap Dunia Internasional akan lebih aktif dalam mengambil tindakan.

Topics Covered ini juga menjadi bagian dari diskusi politik dalam persiapan pemilu presiden Kolombia yang dijadwalkan pada 21 Juni. Petro menegaskan bahwa tidak akan mengikuti pemilu lagi, tetapi sikap kerasnya terhadap Israel tetap menjadi poin penting dalam program kebijakannya. Ia berharap dukungan rakyat Kolombia terhadap keadilan Palestina akan terus meningkat, seiring dengan Topics Covered yang ia sampaikan di panggung internasional.

Dalam pidatonya, Petro tidak hanya membahas perang di Gaza, tetapi juga menyebutkan pelanggaran hak asasi manusia di berbagai wilayah yang ditimpa konflik. Ia menyamakan tindakan Israel dengan kebijakan Nazi, menegaskan bahwa kedua entitas tersebut menunjukkan sikap serupa dalam mengabaikan kebutuhan rakyat yang teraniaya. Topics Covered ini menjadi panggung untuk mengungkapkan kekhawatiran Kolombia terhadap kebijakan Israel yang dianggap tidak adil.

Kritik Petro terhadap Israel, yang termasuk dalam Topics Covered, telah menarik perhatian media internasional dan tokoh-tokoh politik lain. Beberapa negara berpendapat bahwa perbandingan ini membantu meningkatkan kesadaran akan kekejaman Israel, sementara yang lain merasa bahwa pernyataan tersebut berlebihan. Meski demikian, Petro tetap berpegangan pada pendirian bahwa Topics Covered ini adalah bagian dari upaya untuk menjunjung keadilan global.