Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Menhub Pastikan Lahan Kertajati Cukupi Kebutuhan MRO Pesawat Hercules, Siap Jadi Hub Regional Asia

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Mark Martin

Topics Covered: Menhub Pastikan Kertajati Cukupi Kebutuhan MRO Hercules

Topics Covered – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa lahan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, mampu memenuhi kebutuhan pusat perawatan pesawat Hercules. Pernyataan ini diberikan oleh Menhub Dudy Purwagandhi setelah ia menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, yang menyoroti potensi bandara sebagai pusat MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) regional. Dengan lahan yang memadai, Kertajati dilihat sebagai lokasi strategis untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada layanan luar negeri.

Visi Strategis Kertajati Sebagai Pusat MRO

Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa pengembangan Kertajati sebagai pusat MRO merupakan prioritas nasional. Program ini tidak hanya fokus pada pesawat Hercules, tetapi juga mencakup berbagai jenis armada penerbangan, termasuk pesawat sipil dan militer, untuk memperkuat infrastruktur industri aviasi. Pemerintah berharap keberadaan fasilitas MRO di Kertajati akan menjadi pendorong ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan standar internasional dalam pemeliharaan pesawat.

Ketersediaan lahan yang cukup menjadi faktor penting dalam menarik investasi asing dan teknologi terkini. Menhub Dudy Purwagandhi menekankan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada kepastian penggunaan lahan untuk aktivitas MRO. Ia menambahkan, lahan yang disediakan di Kertajati akan memungkinkan pihak ketiga berpartisipasi dalam pengembangan industri, termasuk perusahaan asing yang ingin membangun fasilitas pemeliharaan pesawat.

Kerja sama dengan Lockheed Martin, perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat, dinilai sangat kritis dalam mempercepat proyek Kertajati. Menurut Menhub, kemitraan ini mencakup tidak hanya pengadaan pesawat Hercules, tetapi juga pembangunan fasilitas MRO yang akan beroperasi secara efisien. Dengan menggandeng perusahaan global, pemerintah berharap dapat menyerap teknologi pemeliharaan terkini dan meningkatkan kapasitas operasional industri penerbangan nasional.

Manfaat Ekonomi dan Industri

Topics Covered – Pemeliharaan pesawat di Kertajati diharapkan memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama dalam sektor teknologi dan manufaktur. Selain menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli, proyek ini juga dijadwalkan menjadi pendorong pengembangan ekosistem industri aviasi di Indonesia. Menhub menyatakan, proyek ini akan menjadi bentuk keberhasilan pembangunan kawasan industri yang mencakup segmen perawatan pesawat.

Pembangunan Kertajati sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing sektor penerbangan. Dengan fasilitas MRO yang lengkap, Indonesia dapat mengurangi biaya operasional armada militer dan sipil, sekaligus memastikan ketersediaan layanan pemeliharaan yang andal. Menhub juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mewujudkan visi ini, termasuk keterlibatan Kementerian Pertahanan dan pihak swasta.

Topics Covered – Kertajati bukan hanya menjadi pusat MRO, tetapi juga diharapkan menjadi hub regional Asia. Lokasinya yang strategis, baik secara geografis maupun logistik, membuatnya menjadi pilihan utama untuk layanan pemeliharaan pesawat. Menhub menegaskan bahwa bandara ini akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu menarik perusahaan dari berbagai negara untuk berpartisipasi dalam industri ini.

Potensi Kertajati Sebagai Pusat Pemeliharaan Internasional

Kerja sama dengan Lockheed Martin juga menjadi langkah awal dalam menyiapkan Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat internasional. Menhub menyebut bahwa pihak luar akan diundang untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur MRO, termasuk fasilitas penunjang seperti hangar dan layanan logistik. Proyek ini diharapkan dapat menarik investasi sekitar Rp1 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Menhub Dudy Purwagandhi menambahkan, keberhasilan Kertajati sebagai pusat MRO akan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi mitra utama dalam industri penerbangan. Fasilitas ini akan beroperasi secara mandiri, memastikan keamanan data teknis dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan pesawat militer, khususnya Hercules, yang menjadi fokus utama proyek ini.

Topics Covered – Pemerintah juga berencana mengembangkan Kertajati menjadi pusat pemeliharaan yang berstandar internasional. Langkah ini mencakup penggunaan teknologi canggih dan pelatihan sumber daya manusia yang terjangkau. Dengan dana yang cukup, Kertajati akan menjadi contoh bagus dalam penerapan industri 4.0 di sektor penerbangan. Menhub yakin, proyek ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pertahanan dan ekonomi Indonesia.