Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Menkeu Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran hingga 2027

Published Juni 9, 2026 · Updated Juni 9, 2026 · By Charles Jones

Menkeu Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran hingga 2027

Strategi Efisiensi Anggaran 2027

Topics Covered - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan fiskal 2027 dirancang dengan pendekatan kolaboratif, terarah, dan terukur. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menjaga defisit anggaran dalam rentang yang terkendali sekaligus memastikan alokasi dana yang optimal untuk program prioritas. Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (9/6), Purbaya menjelaskan bahwa belanja negara akan berada di rentang 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil hingga 2027.

"Belanja negara ditargetkan berada di rentang 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB," ujar Purbaya. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran tetap menjadi prioritas, terutama dalam konteks pembangunan jangka panjang yang ingin mencapai laju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Topics Covered - Pemerintah menargetkan anggaran program prioritas mencapai Rp1.496 triliun hingga Rp1.720 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, serta dana desa. Menteri Keuangan mengatakan bahwa kebijakan ini mencerminkan upaya untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, sehingga anggaran bisa digunakan secara lebih produktif.

Dalam upaya mencegah lonjakan belanja yang berlebihan, Kemenkeu memperkenalkan strategi distribusi dana yang lebih merata. Purbaya menuturkan bahwa lonjakan belanja K/L hingga 85,5 persen per Februari 2026 adalah langkah untuk memastikan dampak ekonomi tetap terjaga sepanjang tahun anggaran. Angka ini setara 77,94 persen dari total pendapatan utang yang diperkirakan Rp731,5 triliun.

Topics Covered - Pendapatan negara juga diproyeksikan meningkat sekitar 11,82 persen hingga 12,45 persen dari PDB. Rasio perpajakan diperkirakan mencapai 10,02 persen hingga 10,51 persen, menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memperkuat penerimaan dari berbagai sumber. Purbaya menjelaskan bahwa efisiensi anggaran bukan hanya tentang mengurangi pengeluaran, tetapi juga tentang meningkatkan efektivitas penggunaan dana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penghematan Anggaran dan Kebijakan Kemenkeu

Keputusan efisiensi anggaran hingga 2027 akan dilakukan secara berkelanjutan. Menurut Purbaya, Kemenkeu terus mengevaluasi kebutuhan pendanaan dan memastikan bahwa anggaran tidak terbuang sia-sia. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (10/9), Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan bahwa kebijakan efisiensi akan berlanjut hingga 2026. "Ini menunjukkan komitmen Kemenkeu dalam pengelolaan sumber daya negara secara modern dan terpercaya," tambah Suahasil.

Topics Covered - Pemerintah juga menyoroti peran stabilitas rupiah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok. Kebijakan fiskal 2027 akan mengintegrasikan upaya-upaya untuk memperkuat nilai tukar rupiah sebagai bagian dari strategi pengelolaan ekonomi. Selain itu, Kemenkeu memberikan perhatian khusus pada pengurangan birokrasi dan peningkatan transparansi penggunaan dana publik.

Di sisi lain, isu reshuffle di Kemenkeu masih menjadi pembicaraan publik. Purbaya disebut akan digantikan oleh Chatib Basri, ekonom ternama, seiring persiapan pengambilalihan kewenangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo Hadi, Mensesneg, menyatakan bahwa ada dua pelantikan pejabat di Istana Kepresidenan pada Senin (8/6), termasuk perubahan struktur kepegawaian di kementerian terkait.

Topics Covered - Pemerintah daerah seperti Kota Cirebon dan Provinsi Bengkulu juga terlibat dalam upaya efisiensi. Kota Cirebon menyatakan bahwa perubahan KUA dan PPAS 2025 menjadi dasar penyusunan RKA. Sementara Provinsi Bengkulu sedang mengevaluasi pengurangan OPD dari 35 menjadi 26 unit, tanpa mengurangi jumlah ASN. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi anggaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga menjadi prioritas daerah.

Dalam bidang lain, Kemenimipas memberikan remisi Waisak 2026 kepada 1.052 narapidana beragama Buddha. Di sisi lain, Pemerintah Kota Sorong menyalurkan 30 sapi kurban untuk Idul Adha 1447 H, meski tetap menjaga anggaran. Kebijakan ini mencerminkan upaya menggabungkan penghematan anggaran dengan kegiatan sosial dan budaya.