Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Topics Covered: Wamentan Sudaryono Temui Jokowi di Solo, Bahas Swasembada Pangan hingga Pembangunan Berkelanjutan

Michael Jackson ⏱ 5 min read

Topics Covered – Dalam kesempatan itu, Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar itu menyampaikan laporan mengenai keberhasilan pemerintah mencapai swasembada pangan. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo pada Jumat (8/5) malam. Pertemuan tersebut membahas perkembangan sektor pertanian nasional hingga pentingnya kesinambungan pembangunan demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar itu menyampaikan laporan mengenai keberhasilan pemerintah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, sesuai target yang pernah diberikan Presiden Jokowi saat dirinya dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian. "Saya pernah dilantik sebagai Wakil Menteri di era Presiden Jokowi, waktu itu dengan tugas dan target yang jelas, bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya. Dan dalam kesempatan silaturahmi ini saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan,” ujar Sudaryono kepada wartawan, Sabtu (9/5).

Mas Dar menjelaskan, keberhasilan tersebut ditandai dengan berhentinya impor beras serta meningkatnya kesejahteraan petani. Pemerintah juga telah menaikkan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram guna memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani. "Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui sekarang ini kita tidak lagi impor beras, kemudian harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp6.500 dan petani happy," ungkap Sudaryono yang juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu.

Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dengan pemberian diskon harga hingga 20 persen. Dukungan pengairan serta pembelian hasil panen dengan harga yang baik, turut memperkuat optimisme petani dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga turut mengapresiasi perkembangan sektor pertanian nasional saat ini.

Berdasarkan pengamatannya, kondisi petani saat ini dinilai semakin baik dan bahagia karena adanya dukungan nyata dari pemerintah. "Pak Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau itu memang petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik," tutur Sudaryono. Selain melaporkan capaian pertanian, Sudaryono juga memohon arahan dan masukan dari Presiden Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Ia menilai pengalaman dan pandangan Presiden Jokowi masih sangat penting sebagai bekal dalam menjalankan program-program pembangunan, khususnya di sektor pangan. "Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya," ucap Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Sudaryono menegaskan, pentingnya menjaga sinergi dan kesinambungan pemerintahan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. "Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu,” pungkasnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa peningkatan produktivitas lahan dan optimalisasi frekuensi tanam adalah fondasi utama untuk mencapai Swasembada Pangan Nasional yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa peningkatan produktivitas lahan dan optimalisasi frekuensi tanam adalah kunci utama mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto menyoroti kemajuan signifikan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, dengan fokus pada peningkatan akses pupuk dan rekor stok beras tertinggi.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui ketersediaan pupuk terjangkau dan capaian stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Presiden Prabowo Subianto menyoroti Prestasi Pertanian Pemerintah sebagai pilar utama kepercayaan diri bangsa, dengan capaian swasembada pangan yang melampaui target dan reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang signifikan. Indonesia resmi mencapai Swasembada Beras pada 31 Desember 2025, sebuah pencapaian luar biasa di tengah tantangan El Nino dan kekeringan panjang, menandai tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional.

Setelah berhasil mencapai swasembada pangan, Indonesia hampir pasti siap memulai **ekspor beras** tahun ini, menandai tonggak sejarah baru bagi ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada pangan tahun ini, dengan stok beras mencapai rekor 3,8 juta ton. Komisi IV DPR RI berkomitmen mendukung kebijakan dan regulasi yang memperkuat kedaulatan pangan nasional, serta mengapresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Berdasarkan laporan resmi BPS, produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,15 juta ton. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah pilar utama pembangunan nasional, bukan sekadar teknis, yang menjamin martabat bangsa. Selain fokus pada peningkatan produksi, Mentan juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk mendongkrak nilai tambah pertanian.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyerukan penguatan peran desa dalam mendorong ekonomi inklusif, menegaskan desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional yang strategis. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan stok daging sapi nasional aman menjelang Idul Adha 2026. Kebijakan impor terukur demi menjaga harga dan melindungi peternak lokal.

Peternakan Berkah Setia Farm di Purworejo berhasil menghasilkan sapi premium, menarik perhatian pejabat tinggi, dan menjadi contoh nyata kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional. Dalam kunjungan itu, ia memastikan secara langsung kondisi stok beras yang tersimpan di gudang. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap stabil dan terkendali menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, bahkan di bawah harga acuan pemerintah, menjamin ketersediaan pangan bagi.

Wakil Menteri Pertanian meminta 23 penerima Beasiswa Agri Srikandi HKTI yang akan studi ke China untuk menguasai teknologi pertanian modern demi kemajuan sektor pangan nasional. Gubernur Jambi Al Haris optimistis Provinsi Jambi dapat mencapai swasembada beras melalui kerja kolaborasi semua pihak, didukung program cetak sawah dan percepatan tanam guna memenuhi kebutuhan pangan lokal. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog, membuktikan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras dan menghapus keraguan publik.

Presiden Prabowo Subianto bersama Wamentan Sudaryono melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog Danurejo untuk memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah dan stabilitas Ketahanan Pangan Nasional. Wamentan Sudaryono mengumumkan empat negara, termasuk India dan Australia, berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia. Ini menunjukkan Potensi Ekspor Pupuk Urea Indonesia di tengah gangguan distribusi dan harga global yang melonjak.

Panen raya padi yang dipercepat pada Februari 2026 membawa berkah bagi petani, didukung kebijakan pemerintah seperti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan penyerapan gabah “any quality”. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tegaskan **kemitraan jangka panjang** strategis untuk pangkas ketergantungan impor bahan baku pupuk, sekaligus wujudkan visi Presiden Prabowo Subianto.

Bagikan artikel ini