Viral Postingan Marak Prostitusi Anak di Taman Sari – Kapolsek Buka Suara
Viral Postingan Marak Prostitusi Anak di Taman Sari, Kapolsek Buka Suara
Viral Postingan Marak Prostitusi Anak di Taman - Dalam beberapa minggu terakhir, sebuah postingan viral yang menyoroti praktik prostitusi anak di bawah umur di Taman Sari, Jakarta Barat, menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Video yang diunggah oleh akun @hunter_tnok pada April 2026 memperlihatkan dugaan kegiatan ilegal di bawah naungan rumah bordir yang terletak di wilayah Lokasari, Taman Sari. Rekaman tersebut menunjukkan seorang yang diduga sebagai muncikari berulang kali mengucapkan kata-kata seperti "seventeen" dan "perawan" dalam percakapan, yang memicu spekulasi tentang adanya anak-anak yang terlibat dalam kegiatan seksual. Viral postingan marak prostitusi anak ini langsung menarik perhatian publik dan memicu tindakan dari berbagai pihak terkait.
Kapolsek Taman Sari: Video Masih dalam Tahap Lidik
Kapolsek Taman Sari, Kompol Bobby Mochammad Zulfikar, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan tentang video tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa tidak semua konten yang beredar benar-benar terbukti. "Video yang baru, masih dalam proses lidik. Masih dalam tahap pendalaman, sesuai video tersebut," ujarnya kepada wartawan pada Selasa (26/5). Bobby juga memberikan penjelasan mengenai lokasi yang disebut dalam video. Ia menyatakan bahwa titik yang dimaksud bukan berada di kawasan Lokasari, melainkan wilayah Mangga Besar. "Itu sebenernya bukan wilayah Lokasari pada dasarnya, itu wilayah Mangga Besar. Kalau Lokasari ada tempatnya kan," tambah Bobby.
Setelah video tersebut viral, Polsek Taman Sari melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Hasilnya, perwakilan RT, RW, dan pengelola Lokasari menyatakan bahwa tidak ada bukti pasti mengenai praktik prostitusi anak di bawah umur di area tersebut. Meski demikian, penyelidikan tetap berlangsung untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. "Kami sudah mendapatkan statement dari RT RW dan pengelola Lokasari, bahwa di situ tidak terjadi hal yang seperti itu," imbuh Bobby. Hal ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian sedang berusaha membedah isu yang dianggap memperumit situasi.
KPAI Dukung Penyelidikan, DPRD DKI Minta Transparansi
Komite Penyelidikan Anak Indonesia (KPAI) menyambut baik upaya polisi dalam mengejar kasus ini. Mereka menegaskan bahwa anak-anak yang terlibat dalam praktik tersebut harus dianggap sebagai korban, bukan pelaku. "Kami mendukung kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus prostitusi anak di Lokasari, Jakarta Barat," ungkap perwakilan KPAI. Pihak berwenang juga meminta proses penyelidikan dilakukan secara transparan agar masyarakat bisa mempercayai hasilnya.
Sementara itu, berbagai organisasi dan lembaga lain turut menyoroti kasus ini. Dalam penyelidikan terhadap dugaan praktik prostitusi anak di Blok M, Jakarta Barat, Direktorat Siber turut terlibat untuk mengumpulkan bukti-bukti digital. Keberhasilan penyelidikan ini akan menjadi referensi bagi upaya penegakan hukum di wilayah Taman Sari. Dengan menggunakan teknik lidik yang lebih canggih, polisi berharap bisa mengungkap lebih banyak fakta mengenai tindakan ilegal ini.
Bukan hanya Taman Sari, beberapa wilayah lain di Jakarta juga terlibat dalam kasus serupa. Contohnya, Polresta Banyumas berhasil mengungkap jaringan prostitusi anak di Purwokerto Timur. Dalam operasi tersebut, dua tersangka, IR (21) dan LW (28), ditangkap setelah pemantauan di berbagai grup media sosial dan aplikasi MiChat. Ade, penyidik, mengungkapkan bahwa anak-anak berusia di bawah 18 tahun telah diamankan. Mereka tergiur oleh iming-iming menjadi model, namun akhirnya dijadikan pemeran konten pornografi. Keduanya diperkirakan menguntungkan diri sekitar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per orang.
Penyelidikan terus berjalan, baik di Taman Sari maupun wilayah lain. Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Ipda Fatahillah, menyebut bahwa pihaknya sedang meneliti dua berkas konten video porno. Dari tujuh pelaku, empat di antaranya sudah ditangkap, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian. Proses ini menunjukkan upaya serius pihak kepolisian untuk menindak tegas praktik prostitusi anak yang marak di berbagai wilayah.
Dalam rangka menindaklanjuti kasus ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan berkoordinasi dengan aparat hukum dan instansi terkait. Mereka berharap dengan adanya kerja sama yang baik, kasus dapat segera terungkap dan tindakan hukum yang tepat diberikan. DPRD DKI juga turut memberikan kritik, meminta penyelidikan dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengawasi proses tersebut. Kapolsek Taman Sari mengimbau masyarakat untuk melaporkan informasi terkait praktik prostitusi anak kepada aparat keamanan. "Jika ada yang mengetahui atau melihat peristiwa serupa, jangan ragu untuk melaporkan," tambah Bobby.
Viral postingan marak prostitusi anak ini tidak hanya menjadi sorotan lokal, tetapi juga memicu diskusi nasional mengenai perlindungan anak dari eksploitasi seksual. Dengan adanya penyebaran video tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap tindakan-tindakan yang mengancam masa depan anak-anak. Polisi berkomitmen untuk terus memperkuat investigasi, sementara lembaga-lembaga perlindungan anak menantikan hasil yang jelas dan adil. Proses penyelidikan ini menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Jakarta Barat.