Viral Pria Pakai Rompi Futsal Diduga Palak Pekerja di Kramat Raya – Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Viral Pria Rompi Futsal Diduga Palak di Kramat Raya, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Viral Pria Pakai Rompi Futsal Diduga - Kasus viral yang menimpa seorang pria berrompi futsal memperhatikan perhatian publik. Video aksi yang diunggah ke media sosial menunjukkan seorang pria, berinisial YM, 43 tahun, yang diduga melakukan pemalakan terhadap pekerja di depan Pegadaian Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dalam rekaman, YM tampak berdiri sambil menggunakan ponsel dan mengenakan rompi futsal hijau stabilo, topi, serta celana jeans biru. Aksi ini memicu reaksi dari sejumlah orang yang merekam dan mengunggah video ke media sosial, mempercepat penyebaran kasus viral pria rompi futsal tersebut.
Menurut laporan awal, YM diduga menyalahgunakan posisinya sebagai tukang cat. Ia menuduh seorang pekerja tidak mengenakan rompi futsal menciptakan gangguan bagi pekerjaan karena mobil bak terbuka yang dioperasikan menghalangi area kerja. Perekam video kemudian meminta petugas kepolisian segera bertindak, sehingga Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, memerintahkan Polsek Senen untuk menyelidiki peristiwa viral pria rompi futsal tersebut.
“Setelah menerima informasi terkait video viral, kami langsung memerintahkan jajaran Polsek Senen untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan. Hasilnya, seorang pria yang diduga terlibat berhasil diamankan untuk dimintai keterangan,” ujar Reynold kepada wartawan, Rabu (17/6).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026, sekitar pukul 22.29 WIB. Saat itu, mobil bak terbuka sedang berhenti di depan Pegadaian untuk kegiatan bongkar pasang banner. YM menegur pekerja karena merasa kendaraan mengganggu proses kerja, dan tindakan ini memicu aksi yang direkam dan menjadi viral pria rompi futsal di media sosial.
Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku
Selasa (15/6/2026), Unit Reskrim Polsek Senen melakukan penangkapan terhadap YM di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Dari analisis, polisi menemukan hubungan antara dua pelaku dalam video kejadian dengan rekaman pasca kejadian. Mobil barang bukti pun viral setelah pengendara berdebat dengan orang-orang di sekitar lokasi. Proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan apakah YM benar-benar melakukan tindakan pemalakan atau hanya ada kesalahpahaman antar pekerja.
Polisi mengungkap bahwa aksi YM tidak terbukti sebagai pemalakan, melainkan bentuk peneguran yang dilakukan untuk menghindari gangguan pekerjaan. Penyelidikan menyebutkan bahwa korban tidak mengalami kerugian materi atau fisik. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan YM dilakukan secara spontan dan tidak melibatkan kekerasan. Sejumlah saksi yang hadir di lokasi juga diperiksa untuk memperkuat fakta tersebut.
Kasus Serupa di Daerah Lain
Peristiwa ini mengingatkan kembali bagaimana tindakan pemalakan bisa menjadi sorotan publik, terutama ketika terjadi di area strategis atau melibatkan kekerasan. Sebelumnya, kasus viral pria rompi futsal juga terjadi di Palembang dan Karangasem, yang menunjukkan bahwa fenomena ini tidak hanya terbatas pada Jakarta. Di Palembang, maling bertopeng yang tidak mengenakan celana menggegerkan warga dengan aksi pemerasan. Sementara itu, di Karangasem, polisi memerlukan setahun untuk menyelidiki pelaku pemalakan yang diduga terlibat dalam kekerasan terhadap pekerja.
Kasus viral pria rompi futsal di Jakarta Utara juga menjadi contoh bagaimana media sosial dapat menjadi alat penyebaran informasi yang cepat. Seorang pria berinisial AD ditangkap atas dugaan aksi bajing loncat yang disertai pemalakan dan penganiayaan terhadap sopir truk. Penangkapan terjadi setelah video kejadian viral, menunjukkan bahwa fenomena serupa dapat terjadi di berbagai lokasi dengan akibat serupa. Polisi terus berupaya memastikan fakta sebenarnya dari setiap aksi yang viral, termasuk kasus pria rompi futsal di Kramat Raya.