Visit Agenda: BNN Bongkar Kasus Sabu Jaringan Aceh-Bogor, Dibawa Anggota TNI Dalam Kemasan Teh China
BNN Bongkar Kasus Sabu Jaringan Aceh-Bogor, Anggota TNI Terlibat
Visit Agenda – Operasi Saber Bersinar 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu yang menghubungkan Aceh dan Bogor. Seorang anggota TNI serta dua warga sipil ditangkap dalam penyergapan yang dilakukan pada dini hari di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Fokus operasi ini adalah menangkap pelaku yang membawa sabu secara tersembunyi dalam kemasan teh China, sebuah metode yang menjadi sorotan dalam Visit Agenda kali ini.
Penyergapan di Aceh dan Bogor
Kasus ini terungkap setelah tim BNN melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas jaringan narkoba. Dittipidnarkoba Bareskrim menyatakan bahwa operasi melibatkan koordinasi lintas daerah, dengan titik sentral di Aceh sebagai penghasil sabu dan Bogor sebagai pusat distribusi. Roy Hardi Siahaan, Plt. Deputi Pemberantasan BNN, menjelaskan bahwa proses penyelidikan berlangsung cepat, dengan anggota TNI bertindak sebagai pengantar barang. “Sabu diangkut dalam kemasan teh China untuk menutupi identitasnya sebagai narkoba,” tegas Roy.
Operasi Saber Bersinar 2026 berlangsung selama 22 hari, dari 16 April hingga 7 Mei 2026. Selama masa itu, tim melakukan penyelidikan terhadap sejumlah titik kritis, termasuk pengawasan terhadap mobil yang bergerak di jalur antara Aceh dan Jawa. Penyergapan di Parung Panjang berjalan lancar, dengan barang bukti 29 kilogram sabu ditemukan dalam bentuk teh China yang disembunyikan di kompartemen belakang kendaraan. Visit Agenda ini juga menyoroti upaya BNN untuk meningkatkan efisiensi pengungkapan kasus melalui pendekatan modern.
Penangkapan dan Penyitaan Barang Bukti
Kasus ini tidak hanya menangkap pelaku utama, tetapi juga menyita berbagai jenis narkoba. Selain sabu 29 kilogram, tim BNN menyita ganja 147 kilogram, etomidate 1.260 mililiter, ketamin 1.029 gram, serta ekstasi 6.681 butir. Roy Hardi Siahaan menjelaskan bahwa anggota TNI yang terlibat dalam operasi ini memiliki peran penting sebagai pengantar sabu. “Dari Aceh, sabu dikirim ke Sumatera Selatan, lalu diangkut ke Bogor menggunakan mobil yang disebunyikan dalam kemasan teh,” ujar Roy.
Operasi tersebut juga melibatkan kerja sama dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, yang membantu mengungkap jaringan distribusi. Pelaku berinisial M ditangkap di pusat perbelanjaan Jalan Gatot Subroto, Kota Medan. Dalam proses penyergapan, terjadi bentrokan singkat yang menyebabkan enam orang pengunjung mengalami luka dan enam unit mobil rusak. Visit Agenda ini menjadi contoh nyata bagaimana keterlibatan TNI memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.
Kasus Ketapang dan Regulasi Vape
Operasi Saber Bersinar 2026 bukan hanya menangkap pelaku di Parung Panjang, tetapi juga mengungkap kasus Ketapang yang terpisah. Jajaran kepolisian menangkap tiga terduga pelaku pengedarnya. Visit Agenda ini juga menekankan pentingnya regulasi vape sebagai langkah pencegahan penggunaan rokok elektronik sebagai modus peredaran narkoba. Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar memberikan apresiasi atas hasil operasi dan menyoroti kebutuhan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran narkoba di ruang publik.
Dalam rangka memperkuat Visit Agenda pemberantasan narkoba, BNN menggandeng berbagai pihak seperti dinas pangan dan tenaga kerja. Penyelidikan terus dilakukan untuk melacak sumber dana jaringan sabu dan memastikan tidak ada pelaku lain yang terlewat. Dengan penggunaan kemasan teh China, para pelaku berusaha menipu petugas, tetapi strategi ini berhasil dipecahkan melalui kecermatan operasional.
Pelatihan dan Komunikasi dengan Masyarakat
Sebagai bagian dari Visit Agenda ini, BNN juga melakukan pelatihan bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda peredaran narkoba. Fasilitas tes urine diberikan kepada seluruh peserta operasi, sehingga memudahkan deteksi dini pengguna narkoba. Roy Hardi Siahaan menambahkan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada operasi semata, tetapi juga pada kerja sama masyarakat. “Kami berharap Visit Agenda ini menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk bersihkan narkoba dari lingkungan kita,” ujar Roy.
Barang bukti yang disita dari operasi ini memiliki nilai ekonomi mencapai Rp211,4 miliar, menunjukkan tingginya potensi kerugian yang bisa dihindari. Visit Agenda BNN juga menyasar penggunaan kemasan teh China sebagai teknik penyamaran yang efektif, sehingga langkah ini bisa menjadi referensi untuk operasi serupa di masa depan. Dengan jumlah tersangka 31 orang dan barang bukti 136,5 kilogram sabu, operasi ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam tahun 2026.