Visit Agenda: Polres Tanimbar Redam Bentrokan Dua Desa, Mediasi Damai Digelar
Polres Tanimbar Redam Bentrokan Dua Desa, Mediasi Damai Digelar
Visit Agenda – Di Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Polres setempat berhasil mengendalikan konflik antara warga Desa Meyano Das dan Desa Kilmasa. Kebutuhan penyelesaian masalah secara damai diwujudkan melalui upaya mediasi yang diinisiasi oleh pihak kecamatan dan kepolisian. Insiden yang memicu ketegangan tersebut terjadi akibat aksi pengrusakan tanaman dan pembakaran rumah kebun di wilayah perbatasan kedua desa.
Konflik Dimulai dari Pengrusakan Kebun
Pemerintah Desa Meyano Das menerima laporan tentang dugaan tindakan merusak kebun milik warga. Setelah dilakukan verifikasi, sejumlah tanaman ditemukan dalam kondisi rusak parah, serta satu rumah kebun hangus terbakar. Temuan ini memperparah emosi masyarakat, memicu kemarahan dan pengerahan massa dari Desa Meyano Das.
Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Wilhelmus B Minanlarat, menyatakan komitmen untuk memproses kasus sesuai hukum berlaku.
Konflik semakin memanas setelah seorang warga dengan inisial SR menggunakan pengeras suara di alun-alun Desa Meyano Das. Ia menyerukan konsentrasi massa yang membawa senjata tajam seperti busur, parang, dan panah. Aksi ini memicu reaksi serupa dari warga Desa Kilmasa, yang juga berkumpul bersiap menghadang. Ujungnya, potensi bentrokan fisik terhindar berkat intervensi aparat keamanan dan tokoh agama.
Upaya Mediasi dan Pengamanan
Polres Kepulauan Tanimbar serta jajaran polsek langsung mempertebal pengamanan di lokasi. Personel gabungan, termasuk dari Polsek Nirunmas, Reskrim, dan Samapta, dikerahkan untuk mencegah eskalasi. Tokoh agama juga turut serta melerai massa di wilayah perbatasan. Kehadiran mereka menjadi penentu dalam menenangkan situasi yang memanas.
Ketua Majelis Jemaat GPM Kilmasa, Erlin Lekatompessy, berhasil melerai warga Desa Kilmasa, sementara Kapolsek Kormomolin, I GD Hendra B Arimbawa, dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, menghadang massa dari Desa Meyano Das. Kedua pihak akhirnya bersedia kembali ke wilayah masing-masing, mengurangi risiko konflik lebih lanjut.
Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Wilhelmus B Minanlarat, mengapresiasi tinggi respons cepat aparat keamanan dan tokoh agama dalam mengendalikan situasi.
Saat ini, kondisi di Kecamatan Kormomolin terpantau stabil. Pihak kepolisian sedang mendata kerugian material, seperti ratusan tanaman keladi, pisang, dan ubi yang rusak, serta empat unit rumah kebun yang dibakar. Proses hukum terkait pelanggaran akan dilakukan untuk memastikan adilnya penyelesaian sengketa. Langkah proaktif ini diharapkan menjadi contoh efektivitas penyelesaian konflik secara non-fisik.