Waspada! Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sukabumi Jawa Barat
Waspada! Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sukabumi Jawa Barat
Waspada Gempa Magnitudo 4 6 Guncang – Pada hari Minggu, 17 Mei 2026, terjadi gempa berkekuatan 4,6 skala Richter yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Episenter gempa berada di laut, sekitar 62 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 25 kilometer, menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kedalaman gempa 25 km,” ungkap BMKG.
BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Meski belum ada laporan kerusakan yang signifikan, warga setempat diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Kewaspadaan ini menjadi penting guna meminimalkan risiko cedera dan kerusakan di masa depan.
Kerusakan di Cianjur
Dalam peristiwa ini, gempa magnitudo 4,2 yang berpusat di Sukabumi menyebabkan satu rumah di Cianjur rusak parah. BPBD Cianjur segera bergerak untuk menangani dampaknya serta mengajukan bantuan perbaikan. Unit ini juga memantau kerusakan akibat gempa 5,4 yang mengguncang wilayah tersebut.
Gempa Lain di Wilayah Jawa Barat
Sebelumnya, pada 18 Januari 2025 pukul 00:44 WIB, Sukabumi kembali diguncang gempa berkekuatan 4,3 M. BMKG menyebut gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar. Episenter terletak di koordinat 7,35 LS – 106,49 BT. Di hari ini, gempa 5,2 M juga dirasakan hingga Bandung.
Dampak di Wilayah Lain
Di hari Selasa, 16 April 2024, Bayah, Banten, mengalami guncangan kuat akibat gempa. BMKG mencatat hingga pukul 18:10 WIB, belum ada aktivitas gempa susulan. Di sisi lain, gempa berkekuatan 5,6 M pada Sabtu, 2 Mei 2026, mengguncang Maluku Tenggara, sementara gempa M6,0 di TTU, NTT, tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa meski getarannya terasa di sejumlah daerah.
Krisis dan Peringatan Lain
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi situasi aman di wilayah yang sempat mengalami peringatan tsunami setelah gempa. Di Sukabumi Selatan, krisis pasokan gas LPG 3 Kg semakin mengkhawatirkan. Sementara itu, kasus kematian bocah NS (12) di Sukabumi masih menjadi sorotan.
Perum Bulog Sub-divre Cabang Cianjur menunjukkan optimisme tinggi dalam mencapai target pengumpulan gabah petani 2026. Hingga April, mereka telah berhasil menyerap 38 ribu ton gabah. BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat sebanyak 111 gempa terjadi di Jawa Barat sepanjang Maret 2026, lima di antaranya dirasakan oleh masyarakat.