Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Aksi WNA di Bali Jago Hipnotis Bikin Pedagang Warung Linglung, Kuras Uang Jualan Tak Tersisa

Published Mei 27, 2026 · Updated Mei 27, 2026 · By Charles Jones

Aksi WNA di Bali Jago Hipnotis Bikin Pedagang Warung Linglung, Kuras Uang Jualan Tak Tersisa

What Happened During di Banjar Srokadan, Desa Srokadan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, memperlihatkan cara seorang warga negara asing (WNA) menguras kekayaan pedagang dengan teknik hipnotis yang misterius. Peristiwa ini terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 18.45 WITA, di warung milik Ni Wayan Sariani (43). What Happened During memperlihatkan bagaimana pelaku berpura-pura membeli telur ayam matang dengan uang pecahan Rp20 ribu, lalu meminta uang kembalian Rp10 ribu. Setelah itu, pelaku kembali meminta dua lembar uang Rp50 ribu untuk ditukar dengan Rp100 ribu. Saat korban memberikan uang yang diminta, pelaku secara tiba-tiba mengaku gambar uang tidak sesuai, dan akhirnya mengambil uang dari laci meja korban. What Happened During ini mengakibatkan kerugian mencapai Rp1.200.000, menurut keterangan Iptu I Gede Gumiliarta, Kasi Humas Polres Bangli.

Detil Aksi Hipnotis yang Membingungkan

"Saya tidak tahu apa yang terjadi, hanya mengikuti instruksi pelaku. Uang Rp100 ribu habis, dan saya tidak bisa mengembalikan uang yang terambil,"

kata saksi berinisial NKA (16), yang melaporkan kejadian ini. Awalnya, pelaku terlihat seperti pelanggan biasa, tetapi setelah transaksi pertama, pelaku mulai berpura-pura terpukul oleh hipnotis. Korban, yang awalnya tidak curiga, terus memenuhi permintaan pelaku hingga uang dagangan habis. Saat pelaku mengambil uang dari dalam laci, korban disebut tidak menyadari kehilangan hingga mobil pelaku kabur ke arah timur.

What Happened During aksi hipnotis ini viral di media sosial, terutama setelah rekaman CCTV diunggah ke platform seperti Facebook dan Instagram. Banyak warga Bali mengakui cara pelaku memanipulasi emosi korban, sementara yang lain mempertanyakan apakah teknik ini benar-benar terbukti. Polres Bangli sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi identitas pelaku, yang diduga berasal dari luar negeri.

Kasus Serupa di Wilayah Bali dan Lainnya

Berdasarkan laporan, What Happened During kejadian serupa juga terjadi di Minimarket Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, pada Minggu (8/3). Di sana, pelaku memesan kopi, lalu secara tiba-tiba mengambil ponsel pedagang dan meninggalkan tempat tersebut tanpa meninggalkan jejak. Di vila Jalan Bajar Segara Kuta, Badung, pada Minggu (27/7) sekitar pukul 11.30 WITA, kejadian serupa terjadi ketika pelaku mengira korban sedang terpukul oleh hipnotis. Polda Bali sedang menelusuri maraknya aksi kejahatan hipnotis oleh WNA di Pulau Dewata.

Kasus serupa juga terjadi di luar Bali. Di Malang, sembilan WNA dilaporkan terlibat dalam penculikan dan perampokan. Mereka mangkir saat dipanggil untuk pemeriksaan, meskipun aksi mereka telah menimbulkan keresahan. Di Pacitan, tiga pelaku spesialis pencurian masjid ditangkap, termasuk satu anak yang terlibat dalam aksi tersebut. What Happened During ini memperlihatkan bagaimana teknik hipnotis bisa menjadi alat untuk menguras kekayaan pedagang, terutama di wilayah wisata yang rentan.

Kasus hipnotis oleh WNA di Bali semakin menjadi perhatian publik karena cara pelaku yang cerdik dan menggoda. Para korban sering kali terpukul oleh teknik hipnotis yang terlihat alami, sehingga tidak menyadari bahwa uang mereka sedang diambil secara diam-diam. What Happened During aksi ini juga memicu pembicaraan di media lokal dan nasional, dengan berbagai opini tentang kewaspadaan terhadap WNA.

Sementara itu, Polda Bali mencatat telah terjadi beberapa aksi hipnotis di tempat-tempat strategis seperti warung dan minimarket. Teknik ini dirasa efektif karena kebanyakan korban tidak bisa mengenali pelaku hingga uang mereka habis. What Happened During yang terjadi di Banjar Srokadan menjadi contoh kasus terbaru, dengan polisi masih memburu pelaku yang diduga memiliki keahlian khusus dalam hipnotis.

Dalam upaya mengungkap kasus ini, petugas sedang memeriksa keberadaan pelaku dan mencari bukti-bukti tambahan dari CCTV serta saksi. What Happened During memperlihatkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap aksi kriminal yang berbeda dari biasanya. Pelaku tidak hanya menguras uang, tetapi juga menipu emosi korban hingga tidak menyadari kehilangan hingga terlambat.