Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

What Happened During: Nasib Malang Mahasiswi di Makassar, Ditipu Lowongan Kerja dari Medsos lalu Disekap dan Diduga Diperkosa

Michael Gonzalez ⏱ 2 min read

What Happened During: Nasib Malang Mahasiswi di Makassar, Ditipu Lowongan Kerja dari Medsos Lalu Disekap dan Diduga Diperkosa

What Happened During menjadi sorotan publik setelah seorang mahasiswi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditipu melalui lowongan kerja di media sosial. Kasus ini terungkap saat pemilik kontrakan menemukan korban dalam kondisi terikat di rumah yang disewa selama tiga hari. Unit Reskrim Polsek Tamalate sedang mengusut kejadian ini, dengan pelaku diperkirakan adalah FR (30), yang mengarahkan korban ke lokasi penyekapan setelah menawarkan pekerjaan. Selama tiga hari, korban diduga terjebak di kontrakan perumahan elit Kelurahan Barombong, dengan kondisi kehilangan kebebasan dan menjadi sasaran dugaan kekerasan seksual.

Kisah Penipuan dan Penyekapan

What Happened During menggambarkan proses penipuan yang dimulai saat korban mencari pekerjaan melalui Facebook. Setelah mengirimkan berkas lamaran, korban diberi janji kerja yang menjanjikan, termasuk gaji tinggi dan penginapan. Namun, korban justru dibawa ke kontrakan dan disekap hingga tiga hari. Saat melakukan pemeriksaan, petugas menyatakan pelaku telah kabur, meninggalkan korban dalam kondisi tertutup ransel dan diperkirakan mengalami trauma psikologis berat.

Korban mengaku terjebak setelah menyetujui tawaran pekerjaan tanpa memeriksa kebenaran pelaku. Awalnya, korban percaya bahwa FR adalah perempuan karena mengenakan hijab, tetapi setelah hijab dilepas, terungkap bahwa pelaku adalah laki-laki. Polisi menyebutkan bahwa korban mengalami luka-luka dan sedang diproses lebih lanjut oleh pihak berwenang. Dalam penjelasan penyelidikan, petugas mengatakan bahwa kejadian ini terjadi secara bertahap, dengan korban tidak menyadari bahaya hingga terjebak di lokasi.

Perkembangan Investigasi dan Dugaan Kekerasan

What Happened During selama tiga hari mencakup tindakan penyekapan dan kecurigaan tentang pemerkosaan. Dalam laporan, ada indikasi bahwa korban tidak hanya diikat tetapi juga dipaksa melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan janji awal. Dua tersangka dugaan kekerasan seksual, MR (21) dan M (21), serta FK (17), telah diamankan. Polisi masih memburu pelaku utama, FR, yang kabur setelah evakuasi. Pemeriksaan forensik di RSUD Kabupaten Tangerang sedang dilakukan untuk memastikan adanya bukti fisik.

Selain kasus ini, What Happened During juga menjadi contoh kejahatan serupa di Jakarta Utara, di mana korban ditemukan tewas di guest house setelah hilang selama empat hari. Penyidik menyebutkan bahwa pola penipuan ini sering terjadi di wilayah lain, terutama melalui platform media sosial. Penyelidikan di Makassar menunjukkan bahwa korban sempat berada dalam lingkaran pelaku hingga tiga bulan sebelum diketahui hilang. Hal ini mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penawaran pekerjaan di media sosial yang tidak memiliki kejelasan prosedur.

“Korban ditemukan dalam kondisi terikat saat pemilik rumah kontrakan memeriksa kondisi bangunan setelah masa sewa berakhir,” kata Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, yang memberikan pernyataan resmi kepada media Kamis (14/5). Ia menambahkan bahwa penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap detail kejadian What Happened During tersebut. Pelaku FR kabur sebelum petugas tiba, sehingga investigasi berjalan lebih sulit.

What Happened During juga mengundang perhatian dari Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang mengimbau masyarakat menggunakan jalur pekerjaan yang resmi. Disnaker Kota Tangerang telah menindak pelaku RTI yang diduga menipu 18 korban dengan kerugian hingga Rp1,3 miliar. Kasus di Makassar dianggap sebagai bukti bagaimana kejahatan berbasis digital bisa mengancam kemanan individu, terutama wanita yang mencari peluang pekerjaan.

Bagikan artikel ini