Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Xhaka Nilai Swiss Tampil Lebih Matang di Fase Gugur Piala Dunia 2026

Published Juli 4, 2026 · Updated Juli 4, 2026 · By Anthony Taylor

Xhaka Puji Kemajuan Swiss di Fase Gugur Piala Dunia 2026

What Happened During – Kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, memberikan penilaian positif atas peningkatan performa timnya dalam babak perempat final Piala Dunia 2026. Menurutnya, kekompakan dan mentalitas pemain menjadi faktor utama yang memungkinkan Swiss mencapai tahap ini. Xhaka juga menyebut kemenangan di Vancouver, Kanada, sebagai bukti kemajuan kolektif tim yang terus berkembang.

Kekompakan dan Mentalitas Tim Menjadi Kunci

“Kebersamaan dan mentalitas tim adalah kunci utama keberhasilan kami melangkah ke babak perempat final,” ujar Xhaka.

Xhaka menekankan bahwa perubahan kecil di ruang ganti saat jeda pertandingan berperan penting dalam meningkatkan fokus dan strategi tim. Kepuasan atas hasil pertandingan tersebut menggambarkan bagaimana konsistensi dan disiplin taktis telah terbangun sepanjang perjalanan fase grup.

Dalam fase grup, Swiss sempat menghadapi tantangan berat, tetapi mereka mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan. Xhaka memperhatikan bagaimana timnya lebih siap menghadapi tekanan lawan di babak kedua. Pemain muda Johan Manzambi menjadi sorotan karena kemampuannya menunjukkan mentalitas luar biasa, terutama saat mencetak gol pembuka yang didasari latihan harian.

Strategi dan Kesiapan di Fase Gugur

What Happened During babak gugur menunjukkan bahwa Swiss telah beradaptasi dengan dinamika pertandingan yang lebih intens. Xhaka mengatakan bahwa keberhasilan melangkah ke perempat final tergantung pada kemampuan mengelola tekanan dan menjaga konsistensi selama pertandingan. Selain itu, ia menilai bahwa dukungan dari pendukung di Stadion BC Place, Vancouver, memberikan semangat tambahan yang tidak tergantikan.

Xhaka juga mengapresiasi peran pendukung dalam membangkitkan energi pemain. Ia mengakui bahwa atmosfer stadion berpengaruh besar terhadap performa tim. Dalam laga krusial tersebut, Swiss akan menghadapi lawan dari pertemuan antara Kolombia dan Ghana. Sementara itu, timnas Belgia mencatatkan pencapaian positif dengan kemenangan dramatis 5-1 atas Selandia Baru, yang diapresiasi oleh pelatih Rudi Garcia.

Di Grup B, Qatar dan Swiss akan saling menguji dalam laga kedua yang menjadi ajang pembuktian kelayakan Qatar. Xhaka berharap Swiss tetap fokus dalam persiapan pertandingan berikutnya, mengingat tantangan masih terbuka. Ia menegaskan bahwa keberhasilan di fase gugur adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang menuju target akhir.

Granit Xhaka menyatakan bahwa peningkatan mentalitas tim tidak hanya terlihat dalam hasil pertandingan, tetapi juga dalam cara mereka bermain. Ia menilai bahwa kekompakan yang terbangun sejak awal perjalanan telah berdampak positif pada setiap laga. Penampilan 150 kali bersama timnas menurut Xhaka adalah bukti dedikasi terhadap negara tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

What Happened During fase grup dan perempat final menunjukkan bagaimana Swiss mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika pertandingan. Pemain muda seperti Manzambi menjadi pilar baru yang memperkuat tim. Xhaka mengakui bahwa pengalaman laga-laga sebelumnya telah memberikan pembelajaran berharga, sehingga mereka lebih siap menghadapi persaingan di babak final.