WNI Ungkap Kondisi Terkini di Kapal Misi Global Sumud Frotilla – Rombongan Dipantau Drone Israel
WNI Ungkap Kondisi Kapal Misi Global Sumud Frotilla, Dipantau Drone Israel
WNI Ungkap Kondisi Terkini di Kapal – Kondisi terkini di kapal-kapal misi Global Sumud Frotilla (GSF) masih memprihatinkan, menurut laporan dari WNI yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan tentara Israel. Herman Budianto, seorang WNI yang terlibat dalam perjalanan ke Gaza, mengungkapkan bahwa rombongan yang tersisa kini menyebar ke berbagai titik strategis. “Kami berada dalam posisi yang terpisah, dan hanya sepuluh kapal yang terus berlayar hingga kini,” jelas Herman kepada Liputan6.com, Selasa (18/5). Meski jarak antar kapal membesar, komunikasi tetap berjalan lancar melalui saluran radio yang dijaga ketat untuk memastikan koordinasi dan keselamatan selama perjalanan menuju wilayah Palestina.
Pantauan Drone Israel Masih Berlangsung
Herman menambahkan bahwa drone Israel terus mengawasi pergerakan rombongan sepanjang waktu. “Drone tersebut terus mengintai kami, dan tim di kapal mengambil langkah-langkah khusus untuk menghindari pelacakan,” terangnya. Situasi ini menegangkan, karena setiap pergerakan kapal bisa dianggap sebagai ancaman. Beberapa kapal bahkan melakukan penyesuaian jalur dan mengubah strategi untuk menyembunyikan jejak data yang dapat digunakan sebagai bukti.
Koordinasi dengan Tim Pusat dan Kedutaan Indonesia
Setelah empat aktivis ditangkap, koordinasi secara intens dilakukan dengan tim lawyer Adalah serta KBRI di Ankara dan perwakilan lainnya. “Kami berkomunikasi langsung dengan kedutaan, termasuk berupaya menegaskan bahwa perjalanan ini berujuan untuk bantuan kemanusiaan,” kata Herman. Dalam upaya ini, Kemlu berusaha menghubungi para WNI yang masih ditahan dan memberikan dukungan diplomatik. Penangkapan terjadi di perairan internasional sebelum kapal mencapai wilayah Palestina yang diblokade oleh Israel.
Empat WNI Berhasil Meloloskan Diri, Tetap Berlayar Menuju Gaza
Empat WNI dikabarkan telah menghindari risiko serangan dan kini terus berlayar menuju Gaza menggunakan dua kapal berbeda, yaitu Kastri Sadabad dan Zephyro. Di kapal Zephyro, Herman dan Ronggo berada, sementara As’ad serta Hendro tercatat di Kastri Sadabad. “Meski terpisah, kami tetap menjaga komunikasi untuk memastikan keselamatan seluruh rombongan,” tutur Herman. Kedua kapal ini berusaha mencapai tujuan mereka sebelum serangan terjadi kembali.
“Drone Israel terus mengawasi pergerakan kapal kami, dan situasi ini semakin kritis. Kami berharap pemerintah dapat mengambil tindakan cepat untuk mencegah penahanan lebih lanjut,” ujar Yvonne, Kedubes Palestina untuk Indonesia.
Insiden di Malta dan Sinyal SOS
Kapal Freedom Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan diserang oleh drone Israel di perairan internasional Malta pada 2 Mei 2025. Serangan ini menyebabkan kapal mengirimkan sinyal SOS untuk meminta bantuan darurat. Komunikasi terakhir dengan para jurnalis Indonesia yang ditahan terjadi saat Thoudy Badai masih berada di perairan internasional sepanjang perjalanan dari Marmaris menuju Gaza. Yusril mengatakan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menghubungi para WNI yang terperangkap. Ia menyerukan Presiden Prabowo untuk berkoordinasi dengan pihak Israel melalui Board of Peace (BoP) guna mengatasi krisis ini.
Isu Kemanusiaan dan Kritik terhadap Tindakan Israel
Kedubes Palestina untuk Indonesia mengecam keras aksi Israel yang menahan para peserta misi kemanusiaan. Para aktivis dan jurnalis tengah menjalankan tugas penting untuk mendukung masyarakat Gaza yang membutuhkan bantuan. “Penahanan terhadap WNI, termasuk empat jurnalis, merupakan isu serius yang harus segera ditangani,” tegas Yvonne. Saan menambahkan bahwa pemerintah Indonesia perlu melakukan langkah cepat dalam upaya penyelamatan WNI. Saat ini, sembilan WNI masih menjadi tahanan Israel selama perjalanan misi tersebut.
Menkomdigi Meutya Hafid juga mengkritik tindakan Israel yang menahan empat jurnalis Indonesia yang terlibat dalam misi. “Kami menilai ini sebagai tindakan kriminal oleh pasukan pendud