Pemprov Kepri dan Kemenpar Kolaborasi Percepat Pengembangan Kawasan Gurindam 12
Main Agenda menjadi tema sentral dalam kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) untuk meningkatkan kualitas Kawasan Gurindam 12. Inisiatif ini ditandatangani dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi dan pariwisata Kota Tanjungpinang. Kerja sama strategis ini diperkirakan akan menciptakan ruang publik yang lebih fungsional, sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu yang menjadi daya tarik utama destinasi tersebut. Dengan adanya Main Agenda ini, kawasan Gurindam 12 diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata yang berkelanjutan.
Tujuan Utama Kolaborasi
Kerja sama antara Pemprov Kepri dan Kemenpar dilakukan dengan tujuan mendorong penataan lebih lanjut di Kawasan Gurindam 12 yang terletak di Kota Tanjungpinang. Proyek ini melibatkan pemanfaatan lahan seluas 6.643 meter persegi untuk mengembangkan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung pengunjung serta masyarakat setempat. Dalam penjelasannya, Sekretaris Daerah Kepri, Misni, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan Main Agenda ini. Ia menekankan bahwa kawasan tersebut akan diubah menjadi ruang publik yang aman, estetis, dan representatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri pariwisata.
Sebagai simbol penting Kota Tanjungpinang, Kawasan Gurindam 12 akan diintegrasikan dengan konsep pengembangan yang lebih komprehensif. Salah satu aspek utama dalam Main Agenda adalah meningkatkan daya tarik wisatawan lokal dan internasional melalui pengembangan destinasi yang terpusat pada nilai budaya Melayu. Selain itu, penataan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman dan inklusif untuk masyarakat sekitar, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Manfaat Strategis untuk Masyarakat dan Wisatawan
Kemenpar berkomitmen untuk memperkuat kompetitivitas pariwisata Kepri melalui Main Agenda ini. Dalam wawancara terpisah, Bayu Aji, Sekretaris Kemenpar, mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi landasan kuat untuk mewujudkan Kepri sebagai destinasi pariwisata unggulan. Proyek penataan kawasan Gurindam 12, kata dia, bertujuan menciptakan ruang interaksi sosial yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan menciptakan peluang kerja baru. Selain itu, kawasan ini akan dijadikan ajang untuk menampilkan seni, budaya, dan tradisi Melayu yang khas.
Proyek ini juga diproyeksikan akan meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung. Misni menambahkan bahwa Main Agenda akan mencakup pengembangan fasilitas umum, seperti taman, tempat parkir, dan jalan-jalan yang lebih lebar. Selain itu, kawasan ini akan dilengkapi dengan area rekreasi yang menarik dan berbagai program edukasi tentang sejarah serta nilai-nilai budaya Melayu. Dengan demikian, Gurindam 12 tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan kegiatan sosial yang berkualitas.
“Kerja sama seperti ini menjadi bagian dari Main Agenda nasional untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa Gurindam 12 akan menjadi contoh sukses dalam menggabungkan keindahan alam, budaya, dan ekonomi,” ujar Misni.
Kawasan Gurindam 12, yang sudah memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan budaya, akan menjadi salah satu dari beberapa proyek prioritas dalam Main Agenda Pemprov Kepri. Proyek ini juga diharapkan bisa menjadi penggerak utama pengembangan ekonomi kreatif di Kepri, terutama dalam sektor pariwisata dan pertunjukan budaya. Dengan Main Agenda ini, Kepri berupaya menunjukkan komitmen untuk mendorong pembangunan berbasis keberlanjutan, baik secara lingkungan maupun sosial.
“Main Agenda ini adalah titik awal dari transformasi kawasan Gurindam 12. Kemenpar akan memberikan dukungan teknis dan dana untuk memastikan proyek ini berjalan optimal,” tambah Bayu Aji.