Prabowo Terkejut Banyak Kekayaan Indonesia Hilang: Ini Kelalaian Bersama
Special Plan – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekecewaannya terhadap tingkat kehilangan kekayaan negara yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam konteks Special Plan yang diharapkan menjadi penggerak utama perekonomian. Ia menilai kekayaan yang terus-menerus dialirkan ke luar negeri telah memperparah ketimpangan antara rakyat biasa dan kelompok tertentu, serta menghambat kesejahteraan masyarakat yang belum terealisasi secara optimal. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Kelalaian dalam Pengelolaan Kekayaan
“Penyimpangan-penyimpangan dalam pengelolaan kekayaan menurut saya menjadi penyebab utama mengapa bangsa kita kini harus mengakui banyak kekayaan yang hilang, bahkan diambil dari hak rakyat dan hak bangsa,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Dalam pemerintahannya selama 18 bulan, Prabowo menemukan banyak masalah dalam Special Plan yang seharusnya menjadi jaminan transparansi dan efisiensi pengelolaan dana nasional. Ia menegaskan bahwa kekayaan negara seharusnya memberi manfaat langsung kepada seluruh warga Indonesia, namun kenyataannya aliran dana sering kali hanya menguntungkan kelompok kecil. “Ini bukan kesalahan individu, tapi kelalaian bersama,” tambah Prabowo, yang menilai tanggung jawab kepala negara adalah bagian dari solusi.
Analisis Kebocoran Anggaran dalam Special Plan
Prabowo juga menyoroti kebocoran anggaran yang mencapai USD 150 miliar atau setara Rp2.500 triliun per tahun. Fenomena ini, menurutnya, berdampak besar pada ekonomi nasional, termasuk tekanan pada nilai tukar rupiah dan praktik under invoicing yang merugikan keuangan negara. Dalam konteks Special Plan, ia mengkritik sistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dianggap tidak produktif, sehingga memperparah masalah pemborosan dana.
Menurut Prabowo, kekayaan alam Indonesia yang besar seharusnya dimanfaatkan secara maksimal melalui Special Plan yang dirancang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Namun, ia menilai bahwa para elite masih gagal melindungi kekayaan bangsa dari penyimpangan. “Kita perlu memperbaiki sistem ini, agar kekayaan yang ada bisa memberi manfaat kepada seluruh rakyat,” lanjutnya, menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat.
Strategi untuk Membangun Kembali Kekayaan Negara
Prabowo mengajak lembaga penegak hukum untuk terus menindak praktik penambangan ilegal yang marak, yang dianggapnya menjadi salah satu penyebab kekayaan nasional terbuang sia-sia. Dalam Special Plan, ia juga ingin menekankan penggunaan sumber daya alam untuk kepentingan umum, bukan hanya kelompok tertentu. Selain itu, ia berharap ada peningkatan keterbukaan dalam pengelolaan kekayaan negara, agar masyarakat dapat melihat transparansi kebijakan yang diambil.
Di sisi lain, Prabowo membagikan pengalaman pribadi selama pemerintahan, termasuk laporan penyelewengan yang dianggapnya menggerogoti kepercayaan masyarakat. Meski menghadapi kritik, ia menyatakan tidak ingin membuang energi mencari siapa yang bersalah, fokus pada perbaikan bersama. Dalam Special Plan, ia menekankan bahwa tugas utama adalah memperbaiki sistem, bukan hanya menyalahkan individu.
Prabowo juga menyebut bahwa banyak kader NU menjadi menteri dalam kabinetnya, menunjukkan kenyamanan berada di lingkungan organisasi tersebut. Ia meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk memastikan Special Plan dapat berjalan efektif. “Dengan melibatkan berbagai pihak, kita bisa mengubah keadaan ini secara bersama-sama,” ujarnya.