Main Agenda: Disparpora Ngawi Luncurkan SIMATA MOLEK, Menyederhanakan Akses Informasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Main Agenda – Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, resmi meluncurkan platform digital bernama SIMATA MOLEK pada hari Sabtu, 27 Juni, yang bertujuan menyederhanakan akses informasi pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pengunjung. Aplikasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan, sekaligus mempermudah pengelolaan data oleh pelaku usaha dan wisatawan. Dengan adanya SIMATA MOLEK, informasi destinasi, kuliner, serta produk unggulan ekonomi kreatif dapat diakses secara cepat dan efisien, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Ngawi.
Manfaat SIMATA MOLEK untuk Pengembangan Pariwisata
SIMATA MOLEK, singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ngawi, dirancang sebagai solusi inovatif yang mengintegrasikan teknologi informasi dalam mengelola data pariwisata secara terpusat. Aplikasi ini tidak hanya menyediakan informasi tentang lokasi wisata unggulan, tetapi juga menggabungkan data tentang event lokal, kegiatan budaya, dan potensi usaha ekonomi kreatif. Selain itu, SIMATA MOLEK dirancang agar pengguna dapat mengecek fasilitas, aksesibilitas, hingga fasilitas kecil seperti tempat parkir dan penginapan, sehingga memastikan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan menyenangkan. Dengan penggunaan platform digital ini, Disparpora Ngawi berharap bisa meningkatkan daya tarik wilayah mereka dalam skala nasional dan internasional.
Destinasi Wisata Ngawi dan Produk Ekonomi Kreatif yang Dipromosikan
Aplikasi SIMATA MOLEK mencakup berbagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Dari wisata alam seperti Air Terjun Pengantin dan Selondo, hingga wisata sejarah seperti Benteng Pendem Van Den Bosch, semua tempat dapat diakses melalui antarmuka yang ramah pengguna. Selain itu, platform ini juga memperkenalkan produk unggulan ekonomi kreatif, seperti kerajinan lokal dan makanan khas, yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Wisatawan dapat mengetahui informasi detail tentang harga, lokasi, dan cara mendapatkan produk-produk tersebut, serta mendukung usaha mikro yang ada di sekitar wilayah Ngawi. Dengan memperkenalkan berbagai elemen ini, SIMATA MOLEK tidak hanya menjadi alat informasi tetapi juga pendorong perekonomian lokal melalui Main Agenda yang lebih inklusif.
“Kita berharap SIMATA MOLEK menjadi bagian dari Main Agenda yang menyasar pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga wisatawan bisa mengakses informasi secara real-time dan merencanakan kunjungan dengan lebih baik,” ujar Wiwien Purwaningsih, Kepala Disparpora Ngawi, dalam wawancara terpisah.
Kemajuan Pariwisata dan Dampak Ekonomi
Kunjungan wisatawan ke Ngawi telah menunjukkan peningkatan signifikan, terutama selama periode liburan seperti Idul Fitri 2026 dengan mencapai 93.718 pengunjung. Dengan adanya SIMATA MOLEK, Disparpora Ngawi berharap bisa memperkuat pertumbuhan ini melalui strategi promosi yang lebih terarah. Aplikasi ini juga memberikan ruang bagi pengusaha ekonomi kreatif untuk menampilkan produk mereka secara digital, meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi lokal, dan memperluas pasar. Selain itu, SIMATA MOLEK menjadi sarana penghubung antara pelaku pariwisata dengan institusi pemerintah, sehingga memudahkan koordinasi dalam pengelolaan destinasi dan pengembangan infrastruktur. Dengan demikian, Main Agenda yang diusung Disparpora Ngawi tidak hanya fokus pada promosi tetapi juga pada pengelolaan yang optimal.
Aplikasi ini juga memanfaatkan data real-time yang diperbarui secara berkala, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi terbaru tentang keadaan destinasi wisata, seperti jam operasional, kepadatan pengunjung, atau perubahan cuaca. Selain itu, SIMATA MOLEK menyediakan peta interaktif yang memudahkan wisatawan menemukan lokasi yang ingin dikunjungi, mulai dari tempat wisata populer hingga titik lokasi yang jarang diketahui. Dengan fitur-fitur seperti ini, Disparpora Ngawi memperlihatkan komitmen untuk mendorong Main Agenda pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas daerah.
Kolaborasi dengan Pihak Lain untuk Memperkuat Strategi
Disparpora Ngawi tidak hanya bekerja sendirian dalam pengembangan SIMATA MOLEK, tetapi juga berkolaborasi dengan beberapa dinas lain untuk memperluas jangkauan informasi wisata. Contohnya, Dinas Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung mengintegrasikan Pusat Informasi Wisata (TIC) berbasis digital, sementara Pemerintah Kota Singkawang memperkuat promosi digital untuk menarik wisatawan. Di sisi lain, Dinas Pariwisata Natuna menggunakan situs resmi dalam tiga bahasa asing untuk memudahkan pengunjung internasional. Dengan saling berkolaborasi ini, Main Agenda Ngawi semakin terlihat sebagai inisiatif yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.
Menurut Wiwien Purwaningsih, SIMATA MOLEK merupakan salah satu langkah penting dalam Main Agenda membangun ekosistem pariwisata yang lebih terpadu. “Kami berharap aplikasi ini menjadi mitra dalam memudahkan akses informasi, sehingga pariwisata Ngawi tidak hanya dikenal secara lokal tetapi juga bisa bersaing di tingkat nasional,” jelas Wiwien. A