Berita

Pemkot Target Flyover Margonda dan Underpass Citayam Dibangun 2027

stasiun-citayam-jadi-sarang-macet-underpass-bakal-dibangun-mulai-2027-1769849251204_169
Foto : David Gonzalez - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Dua Proyek Infrastruktur Besar Depok Ditetapkan Mulai Terealisasi pada 2027
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Dua Proyek Infrastruktur Besar Depok Ditetapkan Mulai Terealisasi pada 2027

Beritanew.com – Kemacetan yang selama bertahun-tahun mencekik ruas Margonda dan perlintasan kereta api Citayam akhirnya mendapat jawaban konkret dari pemerintah daerah. Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa pembangunan flyover Margonda serta underpass Citayam dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada tahun 2027. Kedua proyek ini bukan sekadar tambahan infrastruktur, melainkan respons langsung terhadap beban lalu lintas yang kian tak tertanggungkan di kawasan yang menghubungkan Kota Depok dengan Kabupaten Bogor.

Flyover Margonda: Solusi Permanen untuk Ruas Paling Padat

Jalan Margonda telah lama menjadi titik paling kritis dalam jaringan lalu lintas Depok. Setiap pagi dan sore, kendaraan dari arah Depok Town Square, kawasan komersial, hingga permukiman padat berdesakan di jalur yang kapasitasnya jauh di bawah kebutuhan. Supian Suri mengungkapkan bahwa pemerintah kota telah mengalokasikan dana sebesar Rp 250 miliar khusus untuk proyek jalan layang ini.

Secara teknis, flyover tersebut dirancang sepanjang 460 meter, membentang dari area restoran Spesial Sambal hingga kawasan Toyota yang berdekatan dengan Depok Town Square. Sistem yang diterapkan adalah dua arah dengan jalur cepat, sehingga kendaraan yang melintas tidak lagi terhambat oleh persimpangan datar. Setelah melewati segmen utama, arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan Ir Juanda secara satu arah menuju Jalan Margonda dengan panjang tambahan sekitar 300 meter. Desain ini dimaksudkan untuk memecah konsentrasi kendaraan dan mengurangi waktu tempuh di titik-titik rawan kemacetan.

Keunggulan flyover Margonda dari sisi eksekusi adalah tidak memerlukan pembebasan lahan tambahan. Seluruh konstruksi akan berdiri di atas lahan yang sudah menjadi milik atau kewenangan pemerintah, sehingga hambatan administratif relatif lebih kecil dibanding proyek yang menyentuh hak milik warga.

“Ya kalau terkait tentang flyover Margonda, itu mudah-mudahan tahun 2027 kita mulai groundbreaking nya, pembangunannya,” ujar Supian Suri, Rabu (2/9/2026).

Underpass Citayam: Tantangan Pembebasan Lahan Lintas Daerah

Berbeda dengan flyover, proyek underpass di perlintasan sebidang kereta api Citayam menghadapi kompleksitas yang jauh lebih besar. Jalan yang melintasi rel kereta api tersebut merupakan urat nadi penghubung antara Kota Depok dan Kabupaten Bogor, sehingga penyelesaian teknisnya tidak bisa ditangani oleh satu pemerintah daerah saja. Supian Suri menjelaskan bahwa koordinasi dengan Pemkab Bogor menjadi prasyarat mutlak sebelum konstruksi dapat dimulai.

Anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan underpass Citayam mencapai Rp 80 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk tahun anggaran 2027 dan mencakup wilayah di kedua sisi perlintasan, baik yang berada di yurisdiksi Depok maupun Bogor. Supian mengakui bahwa jumlah tanah milik masyarakat yang terdampak cukup luas, baik di sisi Depok maupun sisi Bogor, sehingga proses negosiasi dan kompensasi memerlukan waktu serta kesabaran ekstra.

“Kalau yang underpass, ini juga kita bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor karena memang harus ada upaya pembebasan lahan dulu. Kalau flyover kan nggak ada pembebasan karena memang di existing lahan kita,” jelasnya.

Anggaran dan Jadwal: Apa yang Sudah Siap, Apa yang Masih Menunggu

Kedua proyek kini telah memiliki alokasi anggaran yang jelas. Flyover Margonda dengan nilai Rp 250 miliar dan underpass Citayam dengan Rp 80 miliar untuk tahap pembebasan lahan telah tercatat dalam perencanaan daerah. Namun, Supian Suri tidak menutup mata terhadap risiko keterlambatan. Ia menyatakan harapan agar proses pembebasan lahan dapat dipercepat sehingga target konstruksi tahun 2027 tetap tercapai.

“Tapi untuk underpass itu banyak tanah masyarakat yang baik di Depok maupun Bogor. Kita udah bekerja sama dengan Kabupaten Bogor, kita udah mengalokasikan anggaran buat tahun 2027 untuk pembebasan lahan wilayah Depok dan Bogor untuk wilayah Bogor,” paparnya.

“Mudah-mudahan kita bisa percepat proses pembebasannya sehingga bisa dibangun di tahun 2027,” tutupnya.

Implikasi bagi Warga dan Ekonomi Lokal

Bagi ratusan ribu warga yang setiap hari melintasi Margonda, keberadaan flyover bukan sekadar kenyamanan, melainkan penghematan waktu yang berdampak langsung pada produktivitas. Kemacetan berjam-jam di ruas tersebut telah menjadi keluhan kronis yang memperlambat akses ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perbelanjaan. Dengan jalur cepat dua arah, estimasi waktu tempuh di segmen terpadat diperkirakan akan turun secara signifikan.

Sementara itu, underpass Citayam akan mengeliminasi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi titik rawan, terutama saat kereta melintas dan palang pintu menutup jalan. Penghapusan konflik antara lalu lintas jalan dan rel kereta api ini juga akan membuka potensi peningkatan mobilitas logistik antar dua daerah, yang selama ini terhambat oleh penutupan berkala perlintasan.

Keberhasilan kedua proyek ini juga menjadi tolok ukur kemampuan koordinasi lintas batas administratif. Depok dan Bogor, meski berbatasan langsung, memiliki mekanisme perencanaan dan anggaran yang terpisah. Keberhasilan menyelaraskan kedua pihak dalam satu timeline konstruksi akan menjadi preseden penting bagi proyek-proyek infrastruktur lintas daerah lainnya di kawasan Jabodetabek.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, warga Depok dan Bogor dapat berharap bahwa pada akhir dekade ini, dua titik paling menyita waktu dan paling berisiko di jaringan jalan mereka akan berubah menjadi jalur yang lancar dan aman.

Frequently Asked Questions

What is Pemkot Target Flyover Margonda dan Underpass?

Pemkot Target Flyover Margonda dan Underpass is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkot Target Flyover Margonda dan Underpass matter?

Pemkot Target Flyover Margonda dan Underpass matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment