Berita

Wacana CFD Sabtu di Jakarta Tuai Ragam Komentar Warga

warga-dukung-ide-cfd-di-jakarta-digelar-sabtu-dan-minggu-taufiqdetikcom-1789271380681_169
Foto : Patricia Brown - beritanew.com
Daftar Isi
  1. Usulan Car Free Day Sabtu di Jakarta Masih Dikaji, Warga Beri Tanggapan Beragam
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Usulan Car Free Day Sabtu di Jakarta Masih Dikaji, Warga Beri Tanggapan Beragam

Beritanew.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempertimbangkan kemungkinan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) pada Sabtu, selain agenda rutin setiap Minggu. Gagasan tersebut memunculkan respons beragam dari warga: sebagian melihatnya sebagai kesempatan tambahan untuk beraktivitas di ruang terbuka, sementara yang lain mengkhawatirkan dampaknya terhadap perjalanan pekerja dan kegiatan usaha.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keputusan terkait perluasan jadwal CFD akan ditetapkan dalam waktu dekat. Kajian dilakukan setelah muncul usulan dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat agar kegiatan bebas kendaraan berlangsung dua kali dalam seminggu, yakni Sabtu dan Minggu.

“Kami akan putuskan dalam waktu dekat ini mana yang kemudian kami buka untuk Car Free Day misalnya kalau memang harus ada sampai dengan hari Sabtu. Itu yang kami putuskan,” ujar Pramono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2026).

Pilihan Lokasi Menjadi Pertimbangan

Pelaksanaan CFD tambahan tidak serta-merta dapat diberlakukan di seluruh ruas yang dibicarakan. Pramono menjelaskan, Jalan Sudirman-Thamrin dan Jalan Rasuna Said tidak memungkinkan ditutup bersamaan pada Sabtu. Pemerintah perlu memilih salah satu kawasan agar akses masyarakat, perkantoran, hotel, serta pertokoan tetap terjaga.

“Saya mengkaji secara serius usulan Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk Sabtu-Minggu. Tetapi kalau kemudian hari Sabtu kedua-duanya, apakah itu yang diatur oleh pemerintah pusat di Rasuna Said dan apa di Sudirman-Thamrin ini, tentunya nggak bisa dua-duanya, harus salah satu,” jelas Pramono.

“Karena kami juga nggak ingin kantor-kantor yang masuk, kemudian juga hotel, pertokoan terganggu,” pungkasnya.

Pertimbangan rute menjadi penting karena Sabtu masih merupakan hari kerja bagi sebagian warga Jakarta. Berbeda dengan Minggu, arus perjalanan menuju kantor, pusat layanan, hotel, dan kawasan perdagangan masih dapat berlangsung cukup tinggi pada hari tersebut. Karena itu, penentuan jalur dan jam operasional akan menjadi bagian utama dari evaluasi sebelum kebijakan diterapkan.

Warga Melihat Kesempatan Aktivitas yang Lebih Fleksibel

Finska, warga Jakarta Pusat, menyambut positif kemungkinan CFD tersedia pada dua hari akhir pekan. Ia menilai tambahan jadwal dapat mengakomodasi warga yang hanya memiliki waktu luang pada Sabtu atau justru harus bekerja pada Minggu. Pembagian jadwal juga dinilainya berpotensi mengurangi kepadatan pengunjung di CFD Minggu.

“Kalau dari saya pribadi sih setuju ya, karena kan setiap orang beda ya hari liburnya, ada yang hari Sabtu aja, atau ada yang hari Minggu atau kadang ada yang full masuk. Jadi kalau misalkan gitu, mungkin lebih fleksibel dan gak terlalu padat di hari Minggu sih,” kata Finska di area CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2026).

Ia berharap agenda Sabtu tidak hanya memakai jalur yang sama seperti CFD Minggu. Rute alternatif dinilai bisa membuat pengalaman warga lebih bervariasi sekaligus memperkenalkan suasana kawasan lain di Jakarta.

“Ya view baru gitu, jadi kita kan nggak di situ-situ aja, mungkin sekitaran mana. Maksudnya pindah ke rute lain gitu maksudnya,” ujar Finska.

Ranti, warga Jakarta Timur, menyampaikan pandangan serupa. Baginya, dua jadwal CFD memberi warga lebih banyak pilihan untuk berolahraga, berjalan kaki, bersepeda, atau menikmati kegiatan akhir pekan tanpa harus menumpuk pada Minggu pagi.

“Setuju juga karena biar lebih gak padat di hari Minggu juga, jadi bisa ada dua jadwal gitu,” ucap Ranti.

Harapan untuk Udara dan Lalu Lintas

Dukungan juga datang dari Titin Adriani, warga Pulogadung. Ia melihat penambahan hari bebas kendaraan dapat menjadi ruang jeda dari tingginya penggunaan kendaraan selama hari kerja. Dalam pandangannya, kebijakan ini dapat membantu upaya mengurangi kepadatan lalu lintas dan polusi udara.

“Setuju-setuju aja sih, buat mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, hari Sabtu-nya juga, gitu kan. Karena dari Senin sampai Jumat udah full kendaraan di jalanan, buat ngurangin polusi udara juga bagus,” kata Titin.

Namun, Titin menekankan perlunya pengaturan waktu yang berbeda dari CFD Minggu. Ia mengusulkan kegiatan Sabtu berakhir lebih awal agar tidak terlalu menghambat perjalanan warga yang masih memiliki kebutuhan mobilitas pada siang hari.

“Bisa aja sih, cuman jamnya mungkin ya. Kalau Sabtu bisa nggak terlalu sampai siang, kalau Minggu kan bisa sampai siang. Kalau Sabtu mungkin nggak sampai siang banget gitu ya, biar nggak ganggu lalu lintas juga,” ujarnya.

Kekhawatiran bagi Pekerja Sabtu

Tidak semua warga setuju dengan rencana tersebut. Apri, warga Jakarta Selatan, menilai pelaksanaan CFD pada Sabtu berisiko mengganggu aktivitas masyarakat yang tetap bekerja. Kekhawatiran itu terutama terkait ruas protokol yang menjadi jalur perjalanan menuju berbagai kawasan perkantoran dan pusat kegiatan ekonomi.

“Kalau buat hari Sabtu kayaknya belum ya. Karena masih banyak warga Jakarta yang masih masuk kerja. Nanti takutnya malah mengganggu mobilitasnya juga sih, mungkin kerjanya pagi atau sore,” kata Apri.

Ia menambahkan bahwa kepadatan justru dapat muncul di jalan-jalan sekitar apabila akses di ruas utama dibatasi ketika pekerja masih melakukan perjalanan.

“Iya, masih banyak yang kerja, terutama kan melewati jalan protokal juga ya. Takutnya emang masih ada mobilitas yang kerja di sekitaran,” sambungnya.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa CFD Sabtu membutuhkan desain yang cermat. Tambahan ruang publik bebas kendaraan dapat memberi pilihan rekreasi dan aktivitas sehat bagi warga, tetapi pelaksanaannya perlu menyesuaikan karakter mobilitas Sabtu yang tidak sepenuhnya sama dengan Minggu. Keputusan mengenai lokasi, durasi, serta pengaturan lalu lintas akan menentukan apakah kebijakan itu mampu menghadirkan manfaat tanpa mengganggu aktivitas harian Jakarta.

Frequently Asked Questions

What is Wacana CFD Sabtu di Jakarta Tuai?

Wacana CFD Sabtu di Jakarta Tuai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wacana CFD Sabtu di Jakarta Tuai matter?

Wacana CFD Sabtu di Jakarta Tuai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment