Nikahi Gadis Desa, 2 WNA Puji Cepatnya Layanan KUA Sedan
Daftar Isi
Layanan KUA Sedan Dapat Apresiasi dari Pasangan WNA
Beritanew.com – Pengurusan pernikahan lintas kewarganegaraan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, meninggalkan kesan baik bagi dua warga negara asing. Kecepatan administrasi, pendampingan yang jelas, serta program kepedulian lingkungan menjadi pengalaman yang dirasakan pasangan Eamonn Liam Gunning-Maudya Anindia Natasya dan Lu Wei-Min Amrina Rosada.
Eamonn Liam Gunning, warga negara Australia, menikah dengan Maudya Anindia Natasya dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, pada Agustus 2026. Bagi Eamonn, kelancaran proses di KUA Sedan sangat berarti karena waktu cutinya selama berada di Indonesia tidak panjang.
Ia semula membayangkan dokumen dan tahapan pernikahan akan memakan waktu cukup lama. Kekhawatiran itu tidak terjadi setelah ia bersama Maudya memperoleh arahan serta pelayanan dari petugas KUA.
“Saya mempunyai waktu cuti yang terbatas. Awalnya saya khawatir prosesnya akan lama, tetapi ternyata pelayanan KUA sangat cepat. Dalam satu hari, semua proses yang kami perlukan sudah selesai,” ungkap Eamonn dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Maudya merasakan hal serupa. Menikah dengan warga negara asing tidak membuat proses yang dijalaninya menjadi rumit. Ia menilai informasi yang diberikan mudah dipahami, sementara setiap kebutuhan administrasi dijelaskan secara terarah.
“Pelayanannya sangat membantu dan tidak dipersulit. Kami mendapatkan arahan dengan jelas sehingga prosesnya bisa berjalan dengan lancar,” tutur Maudya.
Bimbingan Perkawinan untuk Pasangan Beda Budaya
Pengalaman positif lainnya datang dari Lu Wei, warga negara Tiongkok, yang menikahi Min Amrina Rosada, perempuan dari Desa Sambong, Kecamatan Sedan. Pernikahan mereka berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, dengan pelayanan administrasi melalui KUA Sedan.
Sebelum akad nikah, Lu Wei dan Amrina mengikuti Bimbingan Perkawinan Mandiri atau Bimwin Mandiri yang digelar KUA Kecamatan Sedan. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting bagi pasangan yang akan membangun rumah tangga, terutama ketika mereka datang dari latar budaya yang berbeda.
Keterbatasan bahasa tidak mengurangi kesungguhan Lu Wei selama mengikuti materi. Ia memanfaatkan aplikasi penerjemah agar dapat memahami pembahasan yang disampaikan. Langkah itu menunjukkan keinginannya untuk menyiapkan kehidupan keluarga secara lebih matang bersama Amrina.
“Saya merasa belajar sebelum menikah itu penting. Karena kami berbeda budaya, saya ingin belajar lebih jauh tentang bagaimana membangun keluarga, berkomunikasi, dan saling memahami. Terimakasih telah mangatur sejumlah staf untuk memperkenalkan bimbingan perkawinan ini. Materinya sangat berguna bagi saya tentang cara mengatur keuangan, psikologi keluarga dan banyak lagi” ungkap Lu Wei.
Bimbingan perkawinan memberi ruang bagi calon pasangan untuk memahami sejumlah bekal dasar kehidupan rumah tangga, seperti komunikasi, pengelolaan keuangan, dan psikologi keluarga. Dalam konteks pasangan beda budaya, materi tersebut juga membantu membangun pemahaman bersama sebelum keduanya menjalani kehidupan sebagai suami istri.
Tanam Pohon Seusai Akad Nikah
Lu Wei dan Amrina tidak hanya mengikuti rangkaian persiapan pernikahan. Setelah akad yang digelar di rumah Amrina, keduanya turut menanam bibit pohon di halaman rumah. Kegiatan itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program Ekoteologi Kementerian Agama.
“Assalamualaikum, bismillah kami tanam bibit pohon ini, semoga bermanfaat,” kata Lu Wei disambung Amrina.
Penanaman tersebut terkait program Ekoteologi Sehati atau Sedan Hijau Bersama Calon Pengantin. KUA Kecamatan Sedan mengajak calon pengantin menanam bibit pada hari pernikahan sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan. Bagi pasangan, kegiatan sederhana itu dapat menjadi penanda awal kehidupan baru sekaligus tindakan nyata yang bermanfaat bagi alam sekitar.
Kepala KUA Kecamatan Sedan, Muhamad Mukhlisin, melihat keterlibatan pasangan warga negara asing dalam program ini sebagai hal yang menarik. Ia berharap SEHATI tidak berhenti pada pelaksanaan simbolis saat pernikahan, melainkan berkembang menjadi kebiasaan positif dalam keluarga.
“SEHATI menjadi hal yang menarik karena pasangan WNA juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin SEHATI tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial bagi calon pengantin, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan baik dalam membangun kehidupan berkeluarga. Hal ini menunjukkan bahwa cinta kepada pasangan dan kepedulian kepada lingkungan bisa berjalan bersama,” ungkap Mukhlisin.
Ratusan Bibit Ditanam di Rembang
Program Ekoteologi telah diperluas ke 14 KUA di Kabupaten Rembang. Seluruh calon pengantin yang terdaftar dianjurkan untuk menanam bibit pohon. Sebagian pasangan bahkan memilih tanaman sebagai bagian dari mahar pernikahan mereka.
Hingga 30 Agustus 2026, sebanyak 386 bibit pohon telah ditanam oleh calon pengantin di 14 kecamatan. Perhitungan tersebut mencakup pelaksanaan program sejak semester kedua 2026.
Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang, Sarip, menyampaikan bahwa respons calon pengantin terhadap gerakan ini cukup antusias. Dokumentasi penanaman pohon yang dibagikan melalui media sosial juga dinilai dapat memperluas pesan kepedulian lingkungan kepada masyarakat, termasuk kalangan generasi Z.
“Program ini akan terus kami gencarkan kepada catin. Alhamdulillah mereka menyambut dengan antusias. Mereka buat videonya dan mereka upload di medsos masing-masing. Ini menjadi edukasi yang sangat bagus kepada masyarakat luas, termasuk kepada generasi Z,” papar Sarip.
Pelayanan untuk dua pasangan tersebut menggambarkan peran KUA yang melampaui urusan pencatatan nikah. Kehadiran petugas juga mencakup edukasi, pendampingan, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam, termasuk pasangan dengan kewarganegaraan dan latar budaya berbeda.
“Kami juga hadir untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan pelayanan yang adaptif terhadap keberagaman masyarakat,” pungkas Mukhlisin.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Nikahi Gadis Desa 2 WNA Puji?
Nikahi Gadis Desa 2 WNA Puji is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Nikahi Gadis Desa 2 WNA Puji matter?
Nikahi Gadis Desa 2 WNA Puji matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.