Motor Rem Blong Tabrak Pohon di Buleleng Bali, 2 Orang Tewas
Daftar Isi
Motor Rem Blong Tabrak Pohon di Buleleng, Dua Orang Meninggal
Beritanew.com – Motor rem blong tabrak pohon di Buleleng, Bali, menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kecelakaan sepeda motor ini terjadi di Jalan Desa Selat, Banjar Dinas Tukad Juwuk, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, sekitar pukul 14.00 Wita.
Sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 5491 FAY tersebut diduga mengalami gangguan pengereman saat melintasi jalan menurun. Kendaraan kemudian kehilangan kendali, oleng, dan menghantam pohon besar di sisi barat jalan.
Pengendara dan Penumpang Berusia 47 Tahun
Motor itu dikendarai Lilik Prianto, 47 tahun, warga Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia membonceng Faisal Syachori, 47 tahun, warga Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
Kedua korban mengalami luka serius akibat benturan keras. Setelah kecelakaan, keduanya dibawa ke RS Parama Sidhi Singaraja untuk mendapatkan penanganan medis.
“Keduanya mengalami pendarahan dari hidung dan telinga. Setelah dibawa ke RS Parama Sidhi Singaraja, keduanya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi Kamis (22/10/2026).
Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat pemeriksaan dan penanganan di rumah sakit. Polisi masih menelusuri rangkaian kejadian serta kondisi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Diduga Kehilangan Kendali di Jalan Menurun
Sebelum motor rem blong tabrak pohon, kendaraan melaju dari arah selatan menuju utara. Ketika tiba di lokasi, pengendara memasuki bagian jalan dengan kontur turunan yang cukup tajam.
Di lokasi tersebut, fungsi rem diduga tidak bekerja secara normal. Motor kemudian sulit dikendalikan dan bergerak oleng sebelum menghantam pohon di tepi jalan.
Jalan menurun memang membutuhkan perhatian lebih dari pengendara sepeda motor. Kecepatan kendaraan dapat bertambah dengan cepat, sementara ruang untuk mengurangi laju motor menjadi lebih terbatas apabila sistem pengereman bermasalah.
Dugaan rem blong masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi komponen kendaraan dan faktor lain di lokasi kejadian menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan di Desa Selat tersebut.
Pemeriksaan Rem Penting Sebelum Melintasi Turunan
Peristiwa motor rem blong tabrak pohon di Buleleng menjadi pengingat pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Sistem pengereman, ban, kemudi, lampu, dan komponen lain perlu diperiksa sebelum digunakan, terutama untuk perjalanan melewati jalur berbukit atau menurun.
Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan sebelum memasuki turunan, bukan setelah kendaraan sudah berada di jalur menurun. Langkah ini dapat membantu menjaga kendali motor dan memberi waktu untuk bereaksi terhadap perubahan kondisi jalan.
Pemeriksaan kampas rem, minyak rem, cakram atau tromol, serta tekanan ban dapat dilakukan secara berkala. Jika tuas rem terasa tidak normal atau daya pengereman berkurang, kendaraan sebaiknya segera diperiksa oleh bengkel yang kompeten.
Pengendara juga perlu memperhatikan permukaan jalan, tikungan, kondisi cuaca, serta benda-benda di sekitar bahu jalan. Pohon, tiang, pembatas jalan, atau bangunan dapat menjadi risiko besar ketika kendaraan kehilangan kendali.
FAQ Kecelakaan Motor di Jalan Menurun
Apa yang perlu dilakukan jika rem motor terasa tidak pakem?
Segera kurangi penggunaan kendaraan dan periksakan motor ke bengkel. Jangan memaksakan perjalanan, terutama jika akan melewati jalan menurun, tikungan, atau rute dengan lalu lintas padat.
Bagaimana cara berkendara lebih aman di jalan turunan?
Kurangi kecepatan sebelum memasuki turunan, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan pastikan rem serta ban dalam kondisi baik. Pengendara juga perlu tetap fokus pada kondisi jalan dan menghindari manuver mendadak.
Mengapa kondisi ban penting saat melewati jalan menurun?
Ban yang aus atau tekanan anginnya tidak sesuai dapat mengurangi daya cengkeram kendaraan. Kondisi tersebut membuat motor lebih sulit dikendalikan, terutama saat pengereman dilakukan di jalan menurun atau permukaan licin.