Penghulu di Jatim Dibacok gegara Chat Mesra Istri Tetangga, Jari Tangan Putus
Penghulu di Jatim Dibacok gegara Chat Mesra Istri Tetangga
Beritanew.com – Penghulu di Jatim Dibacok gegara dugaan chat mesra dengan istri tetangganya di Desa Purut, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Korban, Ridho’i (33), mengalami luka serius setelah diserang menggunakan celurit pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Akibat penyerangan tersebut, Ridho’i dilaporkan mengalami empat luka bacok pada telinga, punggung, leher, dan jari tangan. Salah satu jari tangan korban putus akibat serangan itu. Peristiwa ini kini masih didalami oleh kepolisian untuk mengungkap kronologi serta motif yang sebenarnya.
Terduga pelaku adalah Bahrul Ulul (33), yang merupakan tetangga korban. Setelah kejadian, Bahrul datang menyerahkan diri kepada polisi. Penyerahan diri itu memungkinkan penyidik segera memulai pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan tersebut.
Polisi Periksa Saksi dan Kumpulkan Bukti
Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa Apriantoro, mengatakan aparat masih melakukan serangkaian pendalaman. Penyidik memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti di lokasi untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang menimpa penghulu tersebut.
“Petugas saat ini masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait kejadian tersebut,” kata Widy, Minggu (25/10/2026).
Pemeriksaan diperlukan untuk mencocokkan keterangan dari pelaku, korban, saksi, dan bukti yang ditemukan. Polisi belum menyampaikan secara rinci hasil pemeriksaan maupun kesimpulan resmi mengenai rangkaian kejadian sebelum pembacokan terjadi.
Dalam penanganan perkara kekerasan, informasi yang beredar di lingkungan warga tidak selalu dapat langsung dianggap sebagai fakta hukum. Aparat perlu memastikan setiap dugaan didukung oleh keterangan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penyidikan.
Dugaan Chat Mesra Menjadi Sorotan
Kasus Penghulu di Jatim Dibacok gegara chat mesra ini diduga berkaitan dengan persoalan pribadi. Irma Wijayanti, saudara korban yang berada di lokasi, menyebut terdapat isu bahwa pelaku marah karena Ridho’i diduga mengirim pesan bernada mesra kepada istri pelaku.
“Isunya pelaku marah ke korban karena kirim pesan ke istri pelaku, namun saya tidak percaya karena korban orangnya pendiam,” beber Irma.
Keterangan tersebut masih merupakan informasi awal dari saksi dan belum menjadi kesimpulan akhir penyidik. Polisi tetap perlu menguji dugaan itu melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait serta bukti komunikasi yang relevan apabila diperlukan dalam proses hukum.
Persoalan komunikasi, kecemburuan, atau kecurigaan dalam hubungan pribadi tidak dapat dibenarkan menjadi alasan untuk melakukan kekerasan. Jika muncul konflik antarwarga, penyelesaian melalui keluarga, tokoh masyarakat, atau jalur hukum merupakan langkah yang lebih aman daripada tindakan yang dapat membahayakan orang lain.
Korban Alami Empat Luka Bacok
Ridho’i mengalami luka pada empat bagian tubuh, yakni telinga, punggung, leher, dan jari tangan. Kondisi jari tangan korban yang putus menunjukkan seriusnya luka yang dialami dalam peristiwa tersebut.
Penanganan medis terhadap korban menjadi hal penting setelah kejadian. Sementara itu, penyidik terus mengurai tindakan yang terjadi sebelum dan saat penyerangan untuk mengetahui posisi setiap pihak serta memastikan unsur-unsur perkara berdasarkan bukti yang tersedia.
Penghulu di Jatim Dibacok gegara dugaan persoalan chat ini juga menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi perlu dihindari. Warga yang mengetahui kejadian atau memiliki informasi terkait diharapkan menyampaikannya kepada aparat, bukan memperluas spekulasi di ruang publik.
Perkara Masih dalam Tahap Pendalaman
Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, kepolisian belum mengungkap rincian hasil pemeriksaan terhadap Bahrul maupun barang bukti yang telah dikumpulkan. Fokus penyidik adalah memastikan motif, urutan kejadian, alat yang digunakan, serta seluruh keterangan yang berkaitan dengan dugaan penyerangan tersebut.
Pelaku yang menyerahkan diri tetap akan menjalani proses pemeriksaan sesuai prosedur. Perkembangan perkara selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan saksi, temuan di lapangan, keterangan korban, dan bukti lain yang diperoleh polisi.
FAQ
Apa yang terjadi dalam kasus penghulu di Probolinggo ini?
Ridho’i (33), seorang penghulu di Desa Purut, Kabupaten Probolinggo, mengalami pembacokan menggunakan celurit. Ia mengalami luka pada telinga, punggung, leher, dan jari tangan yang dilaporkan putus.
Siapa terduga pelaku pembacokan?
Terduga pelaku adalah Bahrul Ulul (33), tetangga korban. Setelah kejadian, ia menyerahkan diri kepada polisi.
Apakah motif pembacokan sudah dipastikan polisi?
Belum. Ada dugaan persoalan chat mesra dengan istri pelaku, tetapi polisi masih memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti untuk memastikan motif sebenarnya.
Apa yang sebaiknya dilakukan jika mengetahui informasi terkait perkara ini?
Informasi sebaiknya disampaikan kepada kepolisian apabila diminta atau melalui saluran resmi. Masyarakat juga perlu menghindari penyebaran dugaan yang belum terbukti agar tidak mengganggu proses penyidikan.