Uncategorized

Special Plan: DLH Mataram Bagikan Eco Bag Gratis, Perkuat Larangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

DLH Mataram: Special Plan Berikan Eco Bag Gratis untuk Perkuat Larangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

Langkah Nyata dalam Special Plan untuk Kurangi Sampah Plastik

Special Plan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram terus menggencarkan upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai melalui program Special Plan. Kegiatan pembagian tas ramah lingkungan atau eco bag gratis menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Acara ini diadakan pada hari Minggu, 17 Mei, di tengah perayaan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, dengan tujuan mengubah pola konsumsi warga terutama di pasar tradisional, yang selama ini menjadi salah satu sumber penggunaan kantong plastik secara masif.

Dalam Special Plan ini, DLH Mataram menawarkan 300 eco bag kepada masyarakat sebagai pengganti kantong plastik. Keberhasilan distribusi ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kesadaran warga tentang keberlanjutan lingkungan. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi volume sampah plastik yang mengendap di aliran air dan merusak ekosistem.

“Kami memberikan 300 tas ramah lingkungan dalam acara ini sebagai bentuk dukungan untuk mengurangi sampah plastik,” kata Irwansyah, Sekretaris DLH Mataram. Penekanan pada Special Plan menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk menegakkan kebijakan lingkungan secara konsisten, sekaligus memberikan solusi praktis bagi masyarakat.

Special Plan sebagai Strategi Jangka Panjang

Kebijakan Special Plan yang diterapkan DLH Mataram bukan hanya sekadar kegiatan sementara, tetapi bagian dari rencana strategis dalam mengurangi dampak plastik terhadap lingkungan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk konsistensi dengan Peraturan Wali Kota Mataram Nomor 2 Tahun 2023, yang mulai berlaku sejak 1 September 2024. Peraturan tersebut memperketat larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional, menggantinya dengan bahan yang dapat digunakan berulang kali.

Denny Cahyadi, Kepala DLH Mataram, menjelaskan bahwa eco bag gratis merupakan bagian dari Special Plan yang bertujuan melibatkan masyarakat aktif dalam menjaga lingkungan. “Tas ramah lingkungan ini dirancang untuk digunakan berulang kali, sehingga lebih efektif dibandingkan kantong plastik sekali pakai,” tegas Denny Cahyadi. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya fokus pada pengurangan plastik, tetapi juga pada pemulihan kebiasaan belanja yang lebih ramah lingkungan.

Dalam implementasi Special Plan, DLH Mataram juga menggandeng pemangku kepentingan seperti pedagang pasar tradisional, pengelola acara, dan komunitas lingkungan. Kerja sama ini diharapkan memperkuat dampak sosial dari program, terutama dalam mengubah kebiasaan masyarakat belanja. Selain distribusi eco bag, DLH juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya mengurangi plastik dan bagaimana penggunaan tas ramah lingkungan dapat menghemat biaya jangka panjang.

Kebijakan Special Plan dan Dampak di Masyarakat

Special Plan ini menjadi contoh nyata inisiatif pemerintah daerah dalam menghadapi isu lingkungan. DLH Mataram mengungkapkan bahwa kebijakan ini telah menciptakan perubahan positif, terutama di pasar tradisional yang sebelumnya menjadi sumber sampah plastik utama. Dengan mengganti kantong plastik dengan eco bag, para pengunjung pasar diberikan alat yang lebih ramah lingkungan, sementara pedagang tetap bisa menjaga kebersihan dan kenyamanan dagang.

Dari segi jumlah, DLH Mataram telah menyediakan sekitar 8.000 lembar eco bag untuk fase berikutnya. Angka ini menunjukkan bahwa program Special Plan tidak hanya terbatas pada acara satu hari, tetapi akan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, ekosistem pasar tradisional pun diperhatikan, karena kebijakan ini diharapkan mampu menekan penggunaan plastik secara signifikan.

“Special Plan ini menjadi bagian dari kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan distribusi eco bag, kami memastikan masyarakat memiliki akses untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujar Denny Cahyadi. Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan eco bag bisa menekan sampah plastik sebesar 20-30% di area yang menjadi fokus program.

Kebijakan Special Plan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendorong perekonomian daerah. Eco bag yang dibagikan berbahan dasar ramah lingkungan, seperti kain daur ulang atau bahan biodegradable, mengurangi beban produksi plastik baru. Dengan demikian, kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah kota dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan perekonomian masyarakat.

Leave a Comment