Special Plan: 5 Kecamatan di Kendari Terendam Banjir, BPBD Intensif Lakukan Pendataan
Special Plan – Bencana banjir yang terjadi di lima kecamatan Kota Kendari akibat hujan deras telah memicu aktivasi Special Plan, rencana darurat khusus yang dirancang untuk mempercepat respons pemerintah dan lembaga terkait. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari tengah fokus pada pendataan kerusakan dan kebutuhan warga yang terdampak, sebagai bagian dari upaya membangun sistem mitigasi bencana yang lebih efektif. Cuaca ekstrem yang berlangsung pada Sabtu (16/5) menyebabkan genangan air di beberapa area kritis, mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat setempat.
Pelaksanaan Special Plan di Area Terparah
Banjir yang terjadi di Kecamatan Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wuawua, dan Baruga memperlihatkan kondisi darurat yang signifikan. Video yang beredar menunjukkan warga di BTN Puri Taman Kendari, Puuwatu, berteriak meminta bantuan saat air mulai meluas ke permukiman.
“Tolong, tolong, datang di sini,” kata seorang warga dalam rekaman.
Selain itu, di Kecamatan Baruga, beberapa rumah warga kembali terendam setelah air surut, dengan genangan bercampur lumpur yang menghambat upaya pemulihan.
“Di Wanggu, ini rumah warga kembali terendam, berlumpur,” ujar salah satu penduduk.
BPBD sedang mengumpulkan data untuk memahami tingkat kerusakan dan menentukan prioritas penanganan.
Kecamatan Mandonga dan Puuwatu menjadi area dengan kerusakan terparah, terutama di sepanjang jalan utama yang tersumbat air. Sementara itu, Kecamatan Kadia dan Wuawua mengalami banjir yang mengenai infrastruktur pertanian dan pemukiman. BPBD Kota Kendari memperkirakan bahwa sekitar 500 rumah warga terdampak, dengan tinggi air mencapai satu meter di beberapa titik. Special Plan juga mencakup koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan logistik dan peralatan cukup disediakan.
Proses Pendataan dan Koordinasi Tim BPBD
Tim BPBD terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengumpulkan informasi terkini, termasuk jumlah warga yang terdampak dan kebutuhan mereka. Cornelius Padang, kepala BPBD, menjelaskan bahwa pendataan masih berlangsung karena kelurahan bersikap hati-hati dalam melaporkan kondisi.
“Masih dihimpun data dari kelurahan, mungkin mereka masih penanganan (banjir),” tuturnya.
Proses ini dilakukan secara hati-hati agar tidak ada kekurangan informasi yang bisa menghambat upaya pemulihan.
Di sisi lain, Special Plan juga menekankan kerja sama lintas lembaga. Petugas Damkar aktif membersihkan limbah banjir dari lingkungan warga, sementara tim kesehatan memantau risiko penyakit menular akibat genangan air. BPBD telah mengirimkan tim pendalaman ke beberapa titik banjir untuk mengukur tingkat keterdampakan dan mengevaluasi langkah-langkah mitigasi. Sejumlah area yang tergenang juga mendapatkan bantuan sementara dari pusat distribusi logistik yang diatur melalui Special Plan.
Kondisi ini memicu BPBD Kota Kendari mengaktifkan Special Plan sebagai strategi berkelanjutan. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup pemantauan intensif, pemberian bantuan darurat, serta penyiapan rencana evakuasi jika diperlukan. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) juga diupayakan untuk mendapatkan dukungan teknis dalam mempercepat proses pemulihan. Dalam konteks Special Plan, BPBD berharap dapat meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terkena banjir.
Update Status dan Fokus Pemulihan
Saat ini, genangan air di lima kecamatan tersebut mulai surut, namun kondisi masih memprihatinkan. BPBD Kota Kendari menyatakan bahwa fokus pendataan akan bergeser ke pemulihan setelah situasi stabil.
“Pemulihan pasca-banjir akan fokus setelah genangan surut,” jelas Cornelius Padang.
Dalam rangka mengevaluasi dampak jangka panjang, BPBD juga melibatkan warga dalam mengumpulkan data secara sukarela, termasuk perubahan lingkungan dan kebutuhan jangka pendek.
Bencana banjir ini bukan hanya dampak langsung, tetapi juga memberikan pelajaran penting bagi pengelolaan kota. Special Plan diharapkan dapat menjadi kerangka kerja yang lebih sistematis untuk menghadapi cuaca ekstrem di masa depan. BPBD Kota Kendari sedang mengevaluasi kemungkinan peningkatan infrastruktur drainase dan pengaturan pemukiman warga di daerah rawan banjir. Dengan Special Plan, pihaknya ingin membangun kesiapan yang lebih baik melalui pendekatan preventif dan responsif.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga sedang berkoordinasi dengan provinsi dan pusat untuk memastikan bantuan berkelanjutan. Peningkatan ketersediaan air bersih, pembangunan tempat pengungsian, dan penyaluran bantuan makanan menjadi prioritas dalam rencana darurat. Special Plan juga mencakup pengawasan terhadap kondisi lingkungan setelah banjir surut, untuk memastikan tidak ada risiko kesehatan atau perubahan ekosistem yang signifikan. Dengan adanya rencana ini, harapan masyarakat untuk kembali normal bisa tercapai lebih cepat.