Uncategorized

Key Discussion: BI Perluas QRIS ke India dan Timor Leste, Target Rampung Tahun Ini

Key Discussion: BI Perluas QRIS ke India dan Timor Leste, Target Rampung Tahun Ini

Key Discussion – Bank Indonesia (BI) tengah memperluas cakupan QRIS secara internasional, dengan India dan Timor Leste menjadi fokus utama. Upaya ini bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan transaksi digital lintas negara, dengan target penuh sebelum akhir tahun 2026. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengatakan bahwa ekspansi QRIS akan memperkuat kerja sama ekonomi digital antarregional dan mendorong pertukaran nilai secara lebih efisien. Proyek ini juga bertujuan mengintegrasikan sistem pembayaran Indonesia ke jaringan global, sehingga memudahkan masyarakat dan pengusaha dalam melakukan transaksi internasional.

Kemitraan dengan Negara Tetangga dan Manfaat yang Terbuka

Key Discussion – Dalam penguasaan ekosistem digital, BI menggandeng pihak berkepentingan di India dan Timor Leste untuk merancang koneksi QRIS yang kompatibel. Dengan mengembangkan kemampuan pembayaran lintas batas, sistem ini diharapkan bisa mendukung ekspor produk UMKM Indonesia dan memperluas akses ke pasar global. Filianingsih menjelaskan bahwa ekspansi ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada metode pembayaran tradisional, serta meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional di tingkat internasional.

“QRIS cross border menjadi bagian penting dari upaya BI membangun ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Filianingsih dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur, Rabu (20/5/2026).

Kemitraan dengan dua negara tersebut akan dimulai dengan pendekatan kemitraan bilateral, sebelum kemudian diintegrasikan ke jaringan yang lebih luas. Dalam Key Discussion, Filianingsih menekankan bahwa ekspansi QRIS juga bertujuan mempercepat pertumbuhan transaksi non-tunai di daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi digital tinggi.

Progress QRIS di Tahun 2026 dan Proyeksi ke Depan

Key Discussion – Hingga April 2026, transaksi QRIS dalam negeri mencapai 7,83 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BI juga melaporkan peningkatan jumlah merchant yang terhubung sebanyak 45,3 juta dari target 47 juta. Dalam Key Discussion, Filianingsih mengungkapkan bahwa jumlah pengguna QRIS terus meningkat, terutama di sektor ritel dan layanan keuangan digital. Proyeksi transaksi di akhir tahun mencapai 17 miliar, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengadopsi teknologi pembayaran berbasis kuantum.

“Peningkatan volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 490 juta, dengan nilai total Rp 1.219 triliun, menunjukkan momentum positif ekonomi digital,” tambah Filianingsih.

BI-FAST, sebagai platform pembayaran digital terintegrasi, terus menjadi tulang punggung pertumbuhan QRIS. Kinerja ini diharapkan mendorong kemitraan dengan negara-negara tetangga, termasuk India dan Timor Leste, dalam menyediakan solusi pembayaran lintas batas yang lebih aman dan mudah. Filianingsih juga menyebutkan bahwa ekspansi ke dua negara akan dipercepat melalui peningkatan infrastruktur teknologi dan kemitraan strategis dengan lembaga keuangan lokal.

Strategi BI dalam Membangun Ekosistem Digital Lintas Negara

Key Discussion – Selain India dan Timor Leste, BI juga giat mendorong ekspansi QRIS ke anggota D-8, seperti Mesir dan Turki. Tujuan utamanya adalah memperkuat jaringan ekonomi digital Indonesia di kawasan Asia Timur dan Afrika. Dalam Key Discussion, Filianingsih menjelaskan bahwa kerja sama dengan D-8 akan menjadi langkah penting dalam menyatukan standar pembayaran digital antarregional, sehingga memudahkan pertukaran nilai dan transaksi lintas negara.

Key Discussion – Dalam uji coba sandbox, volume transaksi QRIS mencapai 1,64 juta dengan nilai Rp 556 miliar, membuktikan keandalan sistem. Angka ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional. BI memandang bahwa kemitraan dengan negara-negara seperti India dan Timor Leste akan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih pesat, terutama dalam mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan efisiensi transaksi.

QRIS di Asia Timur: Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Key Discussion – Kehadiran QRIS di Jepang, misalnya, telah membuka peluang baru bagi pengusaha Indonesia, terutama UMKM, untuk menjangkau pasar Asia Timur. Dalam Key Discussion, Filianingsih menyebutkan bahwa ekspansi ke negara-negara lain akan menambah pilihan pembayaran digital yang kompatibel, sehingga memperluas akses ke ekonomi global. Selain itu, peningkatan transaksi non-tunai di Bali sebagai bagian dari program ‘QRIS Jelajah Indonesia’ juga menjadi sorotan, karena menggandengkan kebijakan nasional dengan kebutuhan lokal.

“Dengan QRIS cross border, kita bisa meningkatkan kualitas transaksi digital dan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global,” ujar Filianingsih.

BI juga berencana menambahkan fitur-fitur baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna, seperti integrasi dengan dompet digital internasional dan peningkatan keamanan transaksi. Dalam Key Discussion, Filianingsih menegaskan bahwa ekspansi QRIS ke India dan Timor Leste adalah bagian dari roadmap jangka panjang untuk mewujudkan ekonomi digital yang berkelanjutan dan terpadu. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi untuk ekspansi ke negara-negara lain di masa depan.

Leave a Comment