LSP Unhas Mengupayakan Peningkatan Kualitas Sertifikasi Asesor Sesuai Standar BNSP
Special Plan menjadi strategi utama yang diterapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam meningkatkan mutu sertifikasi asesor. Dalam rangka memastikan kualitas dan relevansi sertifikasi, LSP Unhas mengadakan pelatihan penyegaran dan pembaruan materi uji yang berfokus pada penguatan kompetensi asesor. Workshop ini bertujuan memastikan para asesor memiliki kemampuan yang selalu sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui Special Plan, LSP Unhas berupaya mengembangkan sistem asesmen yang lebih profesional dan berorientasi pada kebutuhan industri saat ini.
Langkah Strategis untuk Pembaruan Kompetensi Asesor
Acara yang diadakan di Makassar pada Minggu, 24 Mei 2024, ini menandai keberlanjutan program pelatihan khusus yang dirancang untuk memperkuat kapasitas asesor. Mukti Ali PhD, Kepala Pusat Sertifikasi Profesi/LSP Unhas, menjelaskan bahwa BNSP mensyaratkan asesor untuk terus memperbarui keahlian mereka melalui program khusus. Dalam Special Plan, asesor diberikan pelatihan menyeluruh untuk memahami mekanisme asesmen, serta membentuk perangkat uji kompetensi yang sesuai dengan standar terkini. Pembaruan ini diperlukan agar proses penilaian selalu relevan dengan dinamika sektor kerja.
“Special Plan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan asesor tidak hanya menguasai prosedur, tetapi juga mampu merancang instrumen uji yang sesuai dengan konteks peserta. Ini penting agar hasil sertifikasi dapat diakui secara nasional,”
kata Mukti Ali PhD dalam wawancara terpisah.
Kompetensi dan Penyesuaian Skema Sertifikasi
Salah satu prioritas dalam Special Plan adalah pemenuhan syarat perpanjangan lisensi asesor. Asesor diwajibkan memiliki pengalaman minimal dua kali dalam merencanakan uji kompetensi, serta terlibat dalam dua kali proses validasi asesmen atau Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen (MKVA). Dengan menyesuaikan standar tersebut, LSP Unhas berkomitmen menjaga konsistensi dan keberlanjutan sertifikasi yang diakui secara nasional. Pembaruan ini juga mencerminkan peran LSP Unhas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang.
Sebagai bagian dari Special Plan, LSP Unhas juga fokus pada pengembangan program dan tata kelola sertifikasi. Dengan penyesuaian metode, lembaga ini berupaya menciptakan sistem yang lebih efektif dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Di sisi lain, penyesuaian skema sertifikasi terus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan standar BNSP. Dari total 65 skema sertifikasi yang dimiliki, 55 sudah dijalankan di berbagai bidang, sementara 10 skema lainnya masih dalam proses pengurusan izin.
Peran LSP Unhas dalam Penguatan SDM Nasional
Kesiapan perangkat uji kompetensi yang lebih berkualitas menjadi tujuan utama dari implementasi Special Plan. Dengan pelatihan terstruktur, asesor diharapkan dapat memastikan setiap proses asesmen dilakukan dengan ketelitian dan konsistensi tinggi. Peningkatan mutu sertifikasi ini berdampak langsung pada pengakuan kompetensi lulusan, yang menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia. Selain itu, program ini mendukung upaya Unhas dalam menghasilkan calon tenaga kerja yang profesional dan kompetitif.
Special Plan juga mencakup kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya. Sebagai contoh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah meraih lisensi LSP dari BNSP, menunjukkan komitmen lembaga tersebut untuk memperkuat kualitas lulusan. Sementara itu, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh sedang melakukan asesmen lapangan sebagai bagian dari reakreditasi kampus. Proses ini menunjukkan bahwa keberhasilan Special Plan tidak hanya terbatas pada LSP Unhas, tetapi juga mendorong keterlibatan pihak lain dalam pengembangan SDM.
Pengaruh Special Plan pada Industri dan Masyarakat
Program Special Plan dirancang agar asesor tidak hanya mampu melakukan penilaian, tetapi juga menjadi pilar dalam membangun sistem sertifikasi yang transparan. Dengan kompetensi yang terjaga, LSP Unhas berharap memperkuat kepercayaan industri terhadap hasil sertifikasi. Sejumlah stakeholder menyatakan bahwa kualitas asesor yang ditingkatkan akan memberikan dampak signifikan pada pengakuan kompetensi lulusan. Dalam wawancara, Menaker mengatakan bahwa keanggotaan BNSP harus sesuai dengan PP Nomor 10 Tahun 2018, dan Special Plan menjadi sarana untuk memenuhi syarat tersebut.
Menurut Mukti Ali PhD, Special Plan juga menjadi wadah untuk menciptakan konsistensi dalam penerapan standar sertifikasi. Dengan adanya pelatihan berkala, asesor dapat merespons perubahan kebutuhan industri secara cepat. Selain itu, program ini menjadi bagian dari upaya untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai pendorong utama pengembangan SDM yang berkualitas. Dalam jangka panjang, Special Plan diharapkan menjadi acuan bagi institusi lain dalam penguatan sertifikasi.