Special Plan: BTN Ekspansi Ritel dengan Akuisisi Kredit SMBCI Rp20 Triliun
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan untuk mengembangkan segmen bisnis ritel, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan langkah strategis dengan mengambil portofolio kredit dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBCI). Transaksi ini meliputi kredit pensiunan, pra-pensiunan, serta pembiayaan gaji pegawai aktif di sektor BUMN dan lembaga pemerintahan, dengan total nilai hampir mencapai Rp20 triliun. Tujuan utama dari Special Plan ini adalah memperkuat kinerja bisnis BTN di luar pembiayaan perumahan, sekaligus menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat luas.
Strategi Perluasan Layanan Keuangan
Transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage melalui Special Plan menunjukkan komitmen perseroan untuk mengembangkan layanan keuangan secara komprehensif. Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menjelaskan bahwa pengalihan portofolio kredit dari SMBCI akan memperluas cakupan pasar BTN, terutama di sektor pensiunan dan pembiayaan gaji. Dengan pendekatan ini, BTN berharap mampu memenuhi kebutuhan finansial beragam masyarakat, sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset.
“Pengalihan ini menjadi bagian dari Special Plan kami untuk memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus memastikan tata kelola perusahaan yang optimal,” kata Ramon dalam keterangan tertulis, Senin (25/5).
Dalam Special Plan ini, BTN juga menekankan keberlanjutan transaksi dengan memastikan proses penyelesaian sesuai ketentuan POJK. Ramon menambahkan bahwa langkah ini akan meningkatkan volume transaksi nasabah, mengoptimalkan distribusi layanan keuangan di seluruh Indonesia, dan menciptakan fleksibilitas dalam pengelolaan dana murah. Pembiayaan gaji, yang menjadi fokus utama akuisisi, dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi karena kestabilan arus kas dari pegawai aktif.
Pelaksanaan dan Kemitraan Strategis
Proses pengalihan portofolio kredit dilakukan secara terpisah melalui dua transaksi, yaitu CPTA (Credit Purchase and Transfer Agreement) dan CLATA (Credit Loan and Asset Transfer Agreement), dengan nilai masing-masing sekitar Rp12,58 triliun dan Rp7,34 triliun. Ramon menegaskan bahwa keberhasilan Special Plan ini tidak hanya bergantung pada akuisisi, tetapi juga pada sinergi dengan mitra strategis seperti Bank bjb dan Mabes TNI. Kemitraan ini bertujuan menguatkan akses layanan keuangan bagi personel militer dan pegawai negeri, termasuk pembiayaan untuk keperluan purna tugas.
Dalam Special Plan BTN, perseroan juga meluncurkan inisiatif pengembangan modal sebesar Rp2 triliun melalui shareholder loan dari PT Danantara Asset Management (Persero). Penguatan ini sejalan dengan permintaan yang meningkat di sektor perumahan, yang tetap menjadi fokus utama BTN. Selain itu, keberhasilan Special Plan ini didukung oleh laba bersih BTN yang mencapai Rp2,91 triliun, naik 21,10% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode sebelumnya.
Transformasi BTN: Visi untuk Tahun 2025–2029
Transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage menjadi bagian dari Special Plan jangka panjang yang dicanangkan untuk periode 2025–2029. Strategi ini bertujuan menciptakan bisnis yang lebih seimbang antara sektor perumahan dan layanan keuangan lainnya, seperti pembiayaan pensiunan, kredit perusahaan, serta produk tabungan berbasis digital. Dengan Special Plan ini, BTN berharap mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk segmen kredit usaha rakyat (KUR) dan ekonomi syariah.
Sejak diluncurkan pada 9 Februari 2025, program pengembangan modal BTN telah membawa pertumbuhan signifikan, dengan jumlah pengguna aplikasi Bale by BTN mencapai 3,7 juta akun. Special Plan ini juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan digital, sehingga memperkuat posisi BTN sebagai salah satu bank paling inovatif di Indonesia. Ramon menuturkan, “Kami menargetkan ekspansi yang berkelanjutan melalui Special Plan, dengan peningkatan kapasitas operasional dan kepuasan nasabah sebagai prioritas utama.”
Manfaat dan Dampak Ekonomi
Keberhasilan Special Plan BTN diharapkan memberikan dampak positif pada sektor keuangan Indonesia. Dengan menambah total aset dan kredit, perseroan mampu meningkatkan likuiditas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui akses pinjaman yang lebih mudah. Selain itu, pengalihan portofolio kredit SMBCI akan memberikan ruang bagi SMBCI untuk fokus pada layanan keuangan lainnya, seperti ekspansi usaha dan inovasi produk digital.
Special Plan ini juga menjadi contoh kemitraan strategis dalam industri perbankan. Proses transaksi yang transparan dan terukur mencerminkan komitmen BTN untuk menjaga prinsip prudent banking. Ramon menjelaskan bahwa penyelesaian Special Plan akan memperkuat kepercayaan investor dan nasabah, sekaligus menciptakan ruang bagi pihak terlibat untuk berkembang bersama. Dengan Special Plan ini, BTN bertujuan menjadi bank yang tidak hanya fokus pada perumahan, tetapi juga mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat dengan solusi keuangan yang beragam.