Special Plan: 20 SPPG di Tolitoli Memenuhi Standar Kelayakan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Special Plan – Dalam upaya memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Special Plan telah menyelesaikan evaluasi terhadap 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dianggap memenuhi kriteria standar kelayakan. Evaluasi ini bertujuan memastikan fasilitas pangan tersebut mampu memberikan makanan berkualitas tinggi dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan setelah tim kesehatan gabungan melakukan inspeksi ketat, menegaskan bahwa kualitas sanitasi dan kebersihan menjadi faktor utama dalam penilaian.
Proses Penilaian dan Standar Kelayakan SPPG
Pengelola Program Kesehatan Lingkungan (Kesling) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli, Haspiga, menjelaskan bahwa seluruh SPPG yang dinilai telah diberikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini diterbitkan setelah Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam proses penilaian, tim evaluasi melibatkan petugas dari puskesmas serta unit teknis Dinkes Kabupaten Tolitoli untuk memeriksa kondisi fisik dapur, kebersihan lingkungan pengolahan makanan, dan kelayakan infrastruktur.
Haspiga menyatakan bahwa dalam menilai SPPG, sampel makanan dan air minum diambil secara berkala untuk memastikan kualitas dan keamanan. Proses pengujian dilakukan hingga dua kali, menegaskan bahwa tidak ada kontaminasi pada bahan yang disiapkan. “Special Plan ini menjadi acuan penting agar setiap SPPG benar-benar layak melayani lebih dari 750 penerima manfaat MBG,” katanya.
Langkah Khusus dalam Pemenuhan Kriteria MBG
Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) menggunakan format khusus untuk jasa boga golongan B, mengingat setiap SPPG melayani lebih dari 750 penerima manfaat. Format ini dirancang agar standar kebersihan dan keamanan pangan dipenuhi secara menyeluruh, termasuk memastikan alur pengolahan makanan bebas dari risiko kontaminasi. Keberadaan SLHS menjadi bukti bahwa SPPG telah memenuhi persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan Special Plan.
Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberian makanan bergizi secara gratis. Dalam Special Plan, pemerintah fokus pada pengawasan dan pelatihan kepada pengelola SPPG agar mampu memenuhi standar kelayakan. Dengan 20 SPPG yang telah terverifikasi, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas gizi dan kesehatan masyarakat di Tolitoli.
Sebelumnya, terdapat tantangan dalam pemenuhan kriteria kelayakan. Diketahui 45 SPPG di Sulawesi Tengah diberhentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan SLHS. Data dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu menunjukkan 26 SPPG belum memiliki IPAL, 11 belum memenuhi SLHS, dan delapan SPPG belum memiliki kedua sertifikat tersebut. Namun, dengan keberhasilan Special Plan di Tolitoli, langkah-langkah serupa kini dapat menjadi contoh untuk daerah lain.
Satgas MBG Tulungagung terus memantau aktivitas dapur SPPG secara ketat untuk memastikan standar higienis terjaga, terutama setelah insiden keracunan yang pernah terjadi. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo memperkuat tata kelola program MBG dengan kolaborasi UMKM lokal, sementara Dinkes Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat 361 SPPG telah mengantongi SLHS. Dengan Special Plan, pemerintah daerah bertujuan menciptakan jaringan SPPG yang lebih andal dan berkelanjutan.