Important Visit: Pemkot Banjarmasin Siapkan 2.500 Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026
Important Visit – Dalam rangka Important Visit, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih sedang menyiapkan 2.500 ekor sapi untuk dipakai dalam ibadah kurban tahun 2026. Persiapan ini dilakukan secara cermat untuk menjaga kualitas dan kesehatan ternak, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sebagai bagian dari program pemerintah, upaya pengawasan kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama.
Kebutuhan sapi kurban di Kota Banjarmasin diperkirakan stabil dibandingkan tahun sebelumnya, kata Drh Annang Dwijatmiko, Kepala UPTD RPH Basirih. “Jumlah 2.500 ekor dianggap cukup untuk menjawab permintaan warga, terlepas dari fluktuasi harga pasar,” jelasnya. Selain pasokan lokal, Pemkot juga menggandeng peternak dari kabupaten sekitar serta Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi ketersediaan hewan kurban. Ini menjadi strategi diversifikasi yang dirancang agar tidak ada kekurangan pasokan saat hari raya tiba.
Proses pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara ketat, terutama untuk sapi yang berasal dari luar daerah. Setiap ekor diperiksa untuk memastikan tidak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang merupakan ancaman serius bagi ternak. Inspeksi melibatkan pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan gejala seperti luka di mulut atau kuku, serta vaksinasi rutin. “Kami ingin memastikan bahwa hewan yang disiapkan dalam kondisi sehat sempurna,” tambah Drh Annang Dwijatmiko.
Penyiapan Sapi Kurban: Proses yang Terstruktur
Penyediaan sapi kurban di Kota Banjarmasin bukan hanya bergantung pada jumlah hewan, tetapi juga pada sistem distribusi yang efektif. RPH Basirih menjadi pusat pengumpulan, sementara peternak dan pengusaha lokal bertugas memastikan pasokan mencukupi. Dalam upaya Important Visit ini, pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk mengoptimalkan rantai pasok hewan, termasuk menyiapkan fasilitas penyimpanan dan transportasi yang aman.
Kepala UPTD RPH Basirih juga menegaskan bahwa pengawasan kesehatan tidak hanya sebatas pemeriksaan fisik, tetapi mencakup aspek kebersihan dan kondisi lingkungan ternak. “Kami memastikan bahwa setiap hewan yang disiapkan dalam kondisi optimal, baik secara nutrisi maupun sanitasi,” paparnya. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengecekan berkala terhadap kandang dan area pemotongan untuk mencegah risiko infeksi atau kerusakan kesehatan.
Ketahanan Ekonomi Masyarakat
Dalam masa Important Visit, Pemkot Banjarmasin juga memperhatikan dampak harga sapi kurban terhadap masyarakat. Meski biaya pakan dan transportasi mengalami kenaikan, upaya pengawasan harga tetap dilakukan agar tidak menimbulkan beban ekonomi berlebihan. Pemkot bekerja sama dengan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan aksesibilitas hewan kurban bagi berbagai kalangan.
Kebutuhan sapi yang tinggi di tengah kenaikan harga juga mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap ibadah kurban. Para peternak melaporkan bahwa permintaan stabil, bahkan terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami optimis bahwa persiapan ini akan memberikan kepastian bagi warga Banjarmasin,” ujarnya. Dengan ketersediaan yang memadai dan pengawasan kesehatan yang ketat, ibadah Idul Adha 2026 diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan signifikan.
Kelancaran program Important Visit ini juga didukung oleh kerja sama lintas sektor. Pemkot mengharapkan kerja sama yang solid antara peternak, distributor, dan warga untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan terorganisir. Selain itu, pelatihan bagi peternak tentang teknik pemeliharaan dan kesehatan ternak juga menjadi bagian dari upaya ini. “Kami ingin meningkatkan kualitas hewan kurban secara berkelanjutan,” kata Drh Annang Dwijatmiko.
Dalam rangka Important Visit, selain persiapan hewan, Pemkot juga memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan di tempat pemotongan. Sistem pengawasan yang ketat, termasuk pemeriksaan oleh tim medis dan petugas kesehatan hewan, akan dilakukan secara rutin. Seluruh proses dari penangkaran hingga pemotongan dirancang agar sesuai standar sanitasi dan kesehatan, menjadikan Idul Adha 2026 sebagai momentum yang menyenangkan bagi seluruh warga Banjarmasin.