PT Len Industri Perbarui Struktur Pemimpin, Ini Komposisi Baru
Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris
Main Agenda – Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan, PT Len Industri (Persero), telah meluncurkan Main Agenda utama tahun ini: penyesuaian susunan direksi dan komisaris. Perubahan ini diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk memastikan kelembagaan perusahaan selaras dengan dinamika pasar dan tantangan bisnis. Selain itu, penguasaan struktur ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta pengawasan korporasi yang lebih ketat. Upaya ini diharapkan memberikan dampak positif pada kinerja bisnis dan pengembangan inovasi teknologi.
“Main Agenda ini menjadi bagian penting dari strategi transformasi perusahaan. Kami fokus pada penguatan tata kelola, inovasi, dan kolaborasi untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional,” ungkap Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan, dikutip dari Antara pada Rabu (28/5).
Struktur Pemimpin Baru
Hasil RUPST menetapkan susunan direksi dan komisaris baru yang lebih representatif dan berpengalaman. Direktur Utama tetap dipegang oleh Joga Dharma Setiawan, sementara posisi Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko diisi oleh Amalia Maya Fitri. Dwi Sulistiani menjadi Direktur Bisnis dan Kerjasama, Yessy Kurnia mengemban tanggung jawab Direktur Keuangan, Manajemen Portofolio, dan SDM, serta Iqbal Fikri sebagai Direktur Operasi. Dewan komisaris mencakup Tri Budi Utomo sebagai Komisaris Utama, Bonar H. Hutagaol dan Eddy Syahputra Siahaan sebagai Komisaris Independen, Eben Eser Nainggolan sebagai Komisaris, serta Agus HS Reksoprodjo sebagai Komisaris Independen. Sahrin Hamid, tokoh politik yang berhubungan dengan Anies Baswedan, juga masuk dalam jajaran baru.
Direktur Operasi II yang baru adalah Paulus Budi Kartiko, menggantikan Dhetik Ariyanto. Faizal Rahmad diangkat sebagai salah satu direksi, sementara Boby, seorang profesional yang pernah menangani proyek di Mesir dan Brasil, ditempatkan di divisi riset dan pengembangan. Perubahan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial dalam rangka Main Agenda modernisasi sektor industri pertahanan.
Proyek Strategis dan Teknologi Inovatif
Dalam rangka Main Agenda perusahaan, PT Len Industri memperkenalkan teknologi otomasi terkini, Combat Management System (CMS) Mandhala Mk2, kepada Kementerian Pertahanan. Teknologi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan alutsista nasional yang mandiri dan kompetitif. Proyek Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan juga mendapat dukungan dari BUMN besar, dengan visi menciptakan konsep ‘New Singapore’ di daerah tersebut.
Kemitraan strategis dengan pihak swasta dan lembaga pemerintah terus ditingkatkan. Teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem pemantauan udara TNI AU, termasuk integrasi radar dan sistem C2. Main Agenda ini juga melibatkan penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas operasional perusahaan, sekaligus menjawab tantangan global di bidang pertahanan.
Kemitraan dan Tantangan Strategis
Kehadiran Sahrin Hamid dalam dewan komisaris menunjukkan peningkatan keterlibatan tokoh politik dalam pengambilan keputusan. Hal ini diperkirakan akan memberikan dampak positif pada sinergi strategis antar BUMN, termasuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Komisi VII DPR RI juga menyoroti pentingnya akselerasi pengembangan teknologi semikonduktor dan energi terbarukan, yang dianggap sebagai bagian dari Main Agenda memperkuat kedaulatan teknologi nasional.
Salah satu tantangan utama adalah memastikan transparansi dalam proyek-proyek besar, seperti digitalisasi SPBU Pertamina yang sedang ditelusuri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan adanya perubahan susunan penguasa, perusahaan berharap mampu mengakselerasi inisiatif strategis yang mencakup peningkatan kinerja bisnis, penguasaan teknologi, serta pengembangan industri pertahanan secara global. Main Agenda ini juga menjadi dasar untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan kestabilan operasional.