Uncategorized

Key Discussion: PJU Tangerang Selatan Tak Aktif, Pemkot Ungkap Potensi Kecelakaan dan Kriminalitas

PJU Tak Aktif di Tangerang Selatan: Key Discussion tentang Risiko Kecelakaan dan Kriminalitas

Isu PJU Bermasalah di Wilayah Tangsel Dibahas dalam Key Discussion

Key Discussion yang mendiskusikan masalah penerangan jalan (PJU) di Tangerang Selatan semakin menjadi sorotan karena banyak titik PJU yang tidak berfungsi optimal. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminalitas. Kota yang menjadi jalur utama aktivitas warga sepanjang hari membutuhkan penerangan jalan yang stabil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Masalah PJU tidak hanya mengganggu visibilitas, tapi juga menciptakan ruang rawan bagi kejadian kriminalitas,” tutur Pilar Saga Ichsan dalam Key Discussion terbaru.

Kondisi PJU yang tidak menyala terjadi di beberapa ruas jalan provinsi dan nasional. Hal ini memicu kekhawatiran Pemkot Tangsel karena warga masih aktif di malam hari, sehingga kurangnya penerangan bisa memperburuk situasi. Selain itu, kurangnya PJU juga memengaruhi efisiensi transportasi dan peningkatan kemacetan.

Koordinasi Antara Pemkot dan Pemerintah Pusat untuk Peremajaan PJU

Dalam Key Discussion, Pemkot Tangerang Selatan menekankan perlunya sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat peremajaan PJU. Gubernur Banten, Andra Soni, menjelaskan bahwa kebutuhan PJU strategis mencapai 8.000 titik di berbagai ruas jalan nasional, termasuk di wilayah Tangsel. Panjang jalan nasional di Banten mencapai sekitar 567,9 kilometer, dan beberapa sebagian besar masih mengalami kesulitan dalam penerangan.

Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, mengatakan bahwa penanganan PJU menghadapi tantangan karena kewenangan pemerintah pusat dan daerah belum sepenuhnya terpadu. Untuk mengatasi hal ini, mekanisme kerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) diterapkan. BPTD bertindak sebagai perwakilan pemerintah pusat dalam koordinasi, dan contoh keberhasilan kerja sama bisa dilihat di Kabupaten Lebak, yang diharapkan menjadi model untuk daerah lain.

Impak PJU Tak Aktif pada Keselamatan Masyarakat

Di daerah strategis seperti Ciputat dan Pamulang, ketidakterangan jalan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Saat hujan, kurangnya PJU memperparah risiko kecelakaan karena kurangnya visibilitas. Pemkot Tangsel meminta pihak terkait untuk berkolaborasi agar seluruh jalan terang dan aman, terutama di area dengan lalu lintas tinggi.

DPRD Kota Tangerang Selatan juga menyuarakan kebutuhan pemeriksaan rutin PJU, terutama saat musim hujan. Tindakan ini diperlukan untuk mencegah kecelakaan dan memastikan kenyamanan berkendara. Di sisi lain, Dinas Perhubungan Cianjur sedang berupaya memperbaiki PJU yang rusak bertahun-tahun, dan langkah serupa diharapkan bisa diadopsi di kota lain sebagai bagian dari Key Discussion nasional tentang pengelolaan infrastruktur kota.

Kasus Pencurian PJU: Tantangan dalam Pemeliharaan

Banyak wilayah mengalami kasus pencurian PJU yang sering terjadi, termasuk Tangerang Selatan. Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, misalnya, melaporkan bahwa puluhan lampu di Jalan Lingkar Tanjungpura padam sejak pertengahan 2025. Situasi ini menciptakan ancaman terhadap keamanan warga dan mendorong perbaikan segera.

Di Bekasi, pencurian kabel PJU menyebabkan gangguan penerangan yang berdampak pada kegiatan masyarakat. Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan PJU tetap berfungsi. Sementara itu, Kota Sawahlunto melakukan pemeliharaan PJU di 4.500 titik sebagai upaya meningkatkan kualitas penerangan, keselamatan lalu lintas, serta keamanan lingkungan. Semua ini menjadi bagian dari Key Discussion tentang pentingnya infrastruktur kota yang terawat.

Pemkot Tangsel: Upaya Mengatasi Masalah PJU

Key Discussion terkini menyoroti upaya Pemkot Tangerang Selatan dalam mengatasi masalah PJU yang bermasalah. Selain mengkritik kondisi, pihak daerah juga memberikan solusi berupa peningkatan pengawasan dan kerja sama dengan pihak terkait. Dalam rapat koordinasi, Pemkot Tangsel menekankan perlunya peningkatan kualitas penerangan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan tindakan kriminal.

Dinas Perhubungan Tangsel sedang berupaya memperbaiki kerusakan PJU secara bertahap. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas penerangan di ruas jalan utama. Pemkot juga mengajak pihak pusat untuk memberikan dukungan teknis dan finansial guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Key Discussion ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengelolaan infrastruktur yang optimal.

Leave a Comment