Uncategorized

Meeting Results: Menko Airlangga: Singapura Dukung Ekspor Satu Pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia

Menko Airlangga: Singapura Dukung Ekspor Satu Pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia

Pertemuan Strategis dengan Pihak Singapura

Meeting Results – Dalam pertemuan terbaru yang berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Menko Airlangga Hartarto bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, dalam rangka The 16th Ministerial Meeting of the Six Working Groups. Diskusi ini menyoroti dukungan penuh Singapura terhadap program ekspor satu pintu yang dijalankan oleh BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

“Singapura mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia, terutama untuk kepentingan nasional. Mereka juga mendorong penerapan kebijakan tersebut secara nyata,” ujar Airlangga saat diwawancara Rabu (10/6/2026).

Penguatan Rantai Pasok dan Kerja Sama Ekonomi

Selama pertemuan, pembahasan melibatkan peningkatan rantai pasok (supply chain) serta kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura. Pemerintah RI berkomitmen untuk memperkuat perdagangan dalam kawasan ASEAN, termasuk melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), pusat bisnis digital internasional, dan infrastruktur data center.

Menko Airlangga menyoroti keberhasilan pihak Singapura dalam meningkatkan kolaborasi ekonomi bilateral dengan Indonesia dan Malaysia. Ia menyebut bahwa MoU antara perusahaan kedua negara telah membuka peluang ekspor bernilai tambah tinggi dan integrasi ekonomi regional yang inklusif.

Strategi Ekspor dan Proyek Infrastruktur

Kelompok kerja bersama Singapura juga membahas proyek strategis seperti pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), serta ekspansi kawasan industri Kendal. Airlangga menunjukkan contoh keberhasilan Nongsa Digital Park, sebuah KEK digital terintegrasi di Batam, yang saat ini hampir penuh dan sedang menyiapkan ekspansi.

Selain itu, pihak Singapura menekankan pentingnya Sinergi antara Singapura, Johor, dan Riau sebagai pusat data center global. Menko Airlangga mengatakan bahwa ini menjadi langkah strategis, mengingat sektor digital dipandang sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil meski terjadi perang.

Kebijakan Ekonomi Nasional dan Stabilitas

Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia mengambil langkah peningkatan BI Rate sebesar 25 basis poin. Tindakan ini bertujuan mengurangi dampak volatilitas keuangan global serta depresiasi rupiah.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menargetkan ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester II 2026. Ini diharapkan mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan strategis dengan Uni Eropa serta meningkatkan daya saing ekspor nasional.

Airlangga menambahkan bahwa Indonesia saat ini berperan penting dalam ekonomi digital ASEAN, dengan kontribusi hampir 40% dari total nilai ekonomi digital kawasan. Sejak 1 Juni 2026, eksportir sumber daya alam wajib melaporkan ekspor melalui sistem CEISA 4.0 untuk memastikan data yang akurat dan mencegah praktik tidak jujur.

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Hal ini bertujuan memastikan tata kelola yang baik dan akuntabel, serta kelancaran program pemerintah.

Leave a Comment