Bentrok Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala Aceh, Ditemukan Cairan Kimia di TKP Terbakar
Historic Moment: Pada Rabu, 5 Juni, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Medan bekerja sama dengan Inafis Polresta Banda Aceh melakukan investigasi terhadap kebakaran yang menghancurkan fasilitas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK). Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), cairan kimia ditemukan di lokasi, menandai titik fokus penyelidikan. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan selama dua hari untuk mengungkap akar peristiwa ini. “Cairan kimia berupa botol dan barang bukti lainnya seperti batu serta potongan kayu ditemukan di TKP, yang menjadi indikasi awal penyebab kebakaran,” jelasnya, menurut laporan Antara.
Peristiwa Kebakaran yang Mengguncang USK
Kebakaran terjadi pada 21 Mei dini hari, merusak gedung utama, pos pengamanan, ruang laboratorium, dan sejumlah kendaraan. Menurut informasi awal, api bermula dari bentrokan antara mahasiswa Fakultas Pertanian dengan Fakultas Teknik. Dizha mengungkap bahwa selama investigasi, tim menemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya percikan bahan bakar atau cairan kimia yang memicu api. “Kerusakan pada akses masuk bangunan seperti pintu dan jendela menunjukkan adanya pembakaran yang sengaja, terutama setelah bentrokan berlangsung,” tambahnya.
Di sisi lain, proses olah TKP kedua bertujuan memperdalam penyebab kebakaran dan mengidentifikasi kerusakan lingkungan akibat peristiwa ini. “Analisis cairan kimia akan menjadi kunci untuk mengetahui apakah terjadi penggunaan bahan bakar yang tidak terduga atau ada aktivitas sabotase,” kata Dizha. Fakultas Pertanian USK mengalami kerusakan parah, termasuk penghancuran fasilitas pendukung yang berdampak pada proses belajar mengajar dan kegiatan akademik.
Penetapan Tersangka dan Proses Penyelidikan
Polresta Banda Aceh telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pembakaran fasilitas USK. WS (22), yang bertindak sebagai koordinator lapangan, serta MAM (20), yang terlibat langsung dalam penyerangan dan pengrusakan, menjadi saksi utama dalam investigasi. Selama penyelidikan, total saksi yang diperiksa mencapai 15 orang, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Dizha menekankan bahwa Labfor akan memproses bukti-bukti yang ditemukan untuk mengetahui sumber api dan mengungkap motif Historic Moment ini.
Proses investigasi juga menyoroti peran cairan kimia dalam kebakaran tersebut. “Bahan yang ditemukan memiliki sifat mudah terbakar dan dapat mempercepat penyebaran api setelah bentrokan berlangsung,” ujar Dizha. Penyidik menilai bahwa cairan tersebut kemungkinan digunakan untuk memperparah kerusakan di lingkungan kampus. Dengan ditemukan bukti-bukti seperti aroma hidrokarbon dan peralatan pembakaran, penyelidikan semakin mendekati jawaban atas misteri kebakaran yang masih menjadi sorotan publik.
“Olah TKP yang dilakukan Labfor dan Inafis adalah bagian dari upaya mencari fakta dalam Historic Moment ini. Bukti yang ditemukan akan menjadi dasar untuk menetapkan tindakan hukum terhadap pelaku,” kata Kompol Dizha.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Universitas Syiah Kuala menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi kerusakan dan merencanakan langkah pemulihan. Fakultas Pertanian, yang menjadi korban utama, berharap investigasi dapat segera menyelesaikan kasus ini. Dizha juga menyampaikan bahwa tim akan terus mengeksplorasi kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk apakah cairan kimia diperoleh dari sumber tertentu.
Historic Moment ini tidak hanya mengguncang kampus USK, tetapi juga menjadi perhatian nasional. Dalam konteks lain, kasus serupa terjadi di Kampus UNM Parangtambung Makassar, di mana lima sepeda motor terbakar. Sementara itu, proyek tol Getaci telah mendapat fasilitas Project Development Facility (PDF), menunjukkan bahwa kebakaran di USK menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang memicu kepedulian terhadap keamanan dan keselamatan kampus. Dengan ditemukan cairan kimia di TKP, polisi optimis dapat menemukan titik temu antara bentrok dan kebakaran yang terjadi.