Dekranas Bimtek Wastra untuk Tingkatkan Keterampilan UMKM Alor
Key Discussion – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) melaksanakan pelatihan teknis terkait wastra bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini berlangsung di Sentra Tenun Gunung Mako, Desa Alor Besar, dan dihadiri oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya pada Jumat (22/5). Key Discussion yang menjadi tema utama membahas peran UMKM dalam pengembangan industri kreatif lokal dan peningkatan daya saing melalui pemanfaatan bahan alami.
Upaya Peningkatan Keterampilan dan Inovasi
Di acara penutupan, Tri Tito Karnavian berinteraksi langsung dengan peserta yang terdiri dari generasi muda dan pemilik usaha kecil. Ia meninjau proses produksi pewarna alami serta teknik tenun tradisional, sekaligus menekankan pentingnya adaptasi kegiatan kreatif agar tetap relevan di tengah dinamika pasar modern. Key Discussion ini juga menjadi kesempatan untuk membahas strategi pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan seperti Bimtek wastra.
[Key Discussion ini kami harap mampu] mendorong praktik produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Fauzan Hasan, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri. Key Discussion yang dilaksanakan bersama Nautika Foundation dan Kemendagri bertujuan memperluas wawasan peserta tentang bahan-bahan alami serta teknik pemrosesan yang inovatif.
Kolaborasi dan Dukungan Pihak Terkait
Program Bimtek wastra tersebut melibatkan kerja sama antara Dekranas, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Nautika Foundation. Fauzan Hasan menambahkan bahwa para peserta berasal dari kalangan muda yang sedang menekuni usaha lokal, sehingga Key Discussion ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas produk. Menurutnya, inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem UMKM yang lebih mandiri dan menarik minat konsumen sekaligus pasar internasional.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Umum TP PKK Pusat, Lusje Anneke Tabalujan, serta perwakilan Dekranasda Provinsi NTT dan Kabupaten Alor. Adapun tim pendamping seperti Direktur Nautika Foundation, Hansen OI, turut memastikan kelancaran proses pelatihan. Key Discussion ini menjadi wadah untuk membangun sinergi antara institusi pemerintah, organisasi, dan pelaku usaha, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Tantangan utama para pengrajin wastra tidak hanya terletak pada pengembangan teknik, tetapi juga pada pemasaran dan akses pasar. Dalam Key Discussion yang berlangsung, dijelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mempelajari penggunaan bahan alami sebagai alternatif ramah lingkungan, yang menjadi sorotan utama dalam Key Discussion kali ini.
Kegiatan di Alor memberikan contoh nyata tentang potensi Key Discussion dalam memajukan UMKM berbasis budaya lokal. Selain itu, Dekranasda Kota Sorong dan Barito Utara juga melakukan upaya serupa untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Key Discussion yang diadakan di berbagai daerah menunjukkan komitmen nasional dalam mempromosikan kerajinan tradisional sebagai bagian dari ekonomi kebijakan.
Key Discussion tentang Bimtek wastra juga melibatkan pembahasan rencana kerja tahun 2025 dan persiapan program 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 75 UMKM perempuan yang didukung oleh Rumah BUMN dan Dekranasda Lombok Timur. Dalam Key Discussion tersebut, Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat peran kerajinan nasional dalam perekonomian Indonesia.