Uncategorized

Key Strategy: Hercules dan Anggota Grib Dilaporkan ke Polisi, Buntut Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar

Key Strategy: Hercules dan GRIB Dilaporkan ke Polisi karena Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar

Key Strategy, organisasi advokasi perempuan yang dipimpin oleh Ilma Sani Fitriana, mengajukan laporan polisi terhadap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rosario Marshal dan sejumlah anggota organisasi tersebut ke Polda Metro Jaya. Pengaduan ini dilayangkan setelah Ilma mengklaim dirinya dibawa paksa dan diinterogasi di markas GRIB Jaya. Tim hukum Key Strategy mengatakan telah menyiapkan dua laporan, satu dengan nomor LP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan satu lagi ke Direktorat Siber dengan nomor LP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Kasus ini dianggap sebagai bagian dari upaya Key Strategy untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan mencegah kekerasan dalam lingkaran organisasi.

Kronologi dan Bukti-bukti yang Diberikan

Dalam laporan yang diserahkan pada Jumat (22/5), tim hukum Key Strategy menjelaskan bahwa Ilma mengalami tekanan psikologis yang signifikan selama proses pemeriksaan. Pesan WhatsApp yang diduga menyebabkan tekanan pada klien mereka dipaksa mengakui telah mengirimkan ancaman kepada Hercules dan istrinya. “Saat Ilma dibawa ke markas GRIB Jaya pada Minggu, 17 Mei 2026, ponselnya diretas sehingga WA-nya dihack,” kata Gufroni, kuasa hukum Ilma, di Polda Metro Jaya. Hal ini membuat klien Key Strategy tidak bisa mengendalikan perangkat selama kejadian, yang diperkuat oleh bukti-bukti seperti screenshot percakapan dan video.

“Klien kami mengalami ancaman selama berada di markas GRIB, seperti diancam dipenjara,” ujar Gufroni.

Key Strategy juga mengungkap bahwa proses penyekapan ini terjadi selama acara kecil yang dianggap sebagai bentuk penguasaan dan penekanan pada seseorang untuk memperkuat klaim tertentu. Tim hukum mereka menekankan bahwa peristiwa ini terjadi di bawah tekanan, dengan bukti-bukti yang diserahkan ke penyidik. Selain itu, organisasi ini berencana melibatkan institusi seperti Komnas HAM dan Komnas Perempuan, serta meminta perlindungan dari LPSK untuk menjamin keadilan.

Kebijakan GRIB dan Penyidikan Lebih Lanjut

GRIB Jaya merespons laporan Key Strategy dengan menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan secara adil. Mereka menyangkal tudingan penyekapan, mengatakan bahwa itu adalah opini liar yang berlebihan. “Ini negara hukum, setiap warga negara punya hak untuk mendapatkan keadilan. Penyekapan dan penculikan adalah istilah yang digunakan oleh pihak Bahar untuk membangun narasi,” ungkap Marcel Gual, Kepala Bidang Humas DPP GRIB Jaya. Meski demikian, GRIB tetap mengizinkan penyidikan berlangsung agar publik mengetahui fakta-fakta yang ada.

Key Strategy memastikan bahwa laporan mereka akan menjadi fondasi dalam penyelidikan lebih lanjut. Mereka menekankan pentingnya transparansi dalam proses interogasi dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki apakah ada pelanggaran hak asasi manusia. Organisasi ini juga mengingatkan bahwa kasus ini bisa menjadi contoh perjuangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan terhadap perempuan.

Kasus Serupa dan Dampak Sosial

Kasus penyekapan Putri Ahmad Bahar tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa waktu terakhir, Key Strategy juga mengajukan laporan ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan terkait kasus serupa yang menimpa Shinta di Polda Jateng. Polda Jateng sedang menyelidiki dugaan kriminalisasi terhadap Shinta, yang dilakukan oknum polisi saat melaporkan pelanggaran tertentu. Pelantikan Pengurus Cabang HMI Semarang pada tahun 2026 menjadi latar belakang peristiwa tersebut.

Di sisi lain, Key Strategy meng

Leave a Comment