Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
Latest Program – Senin (22/6), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk melangsungkan pembukaan Pasar Murah serta Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura. Acara ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Festival UMKM ini menjadi implementasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, terutama dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif. Ribka menilai bahwa produk lokal seperti kopi, madu, sagu, serta minyak kelapa murni menunjukkan potensi ekonomi produktif masyarakat Papua yang dapat dikembangkan menjadi nilai tambah.
“Atas nama Bapak Menteri Dalam Negeri, saya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat, khususnya peserta UMKM, yang telah antusias mengikuti kegiatan ini. Dari kemarin hingga hari ini, barang-barang yang ditampilkan telah ludes terjual,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ribka menekankan bahwa pengolahan kekayaan alam Papua menjadi produk bernilai jual tinggi adalah langkah strategis yang perlu didukung terus-menerus. Ia juga menggarisbawahi pentingnya memastikan semua warga tidak tertinggal dalam proses pembangunan, khususnya di Papua yang menjadi bagian dari kecintaan bersama.
Kegiatan ini juga menyediakan kebutuhan pangan murah melalui kerja sama Perum Bulog dan mitra strategis. Upaya ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi lokal. Ribka mengajak pemerintah daerah untuk mengintegrasikan UMKM dengan berbagai program nasional, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Dana Desa, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penguatan Ekonomi dan Program Strategis
Menurut Ribka, event UMKM ini merepresentasikan komitmen Presiden Prabowo untuk memperluas lapangan kerja berkualitas. Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua harus terbukti melalui program yang efektif. Kemendagri terus melibatkan pihak eksternal seperti akademisi, media, dan pakar untuk memvalidasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), sehingga memastikan akuntabilitas penggunaan dana daerah.
Selain itu, pembangunan di Papua memerlukan percepatan penyusunan RAP (Rencana Aksi Pemerintah) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ribka menyebutkan bahwa keberadaan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) akan memberikan arah yang jelas dan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pelaku UMKM dan Kolaborasi Lokal
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Penjabat Sekretaris Daerah Papua Lukas Christian Sohilait, Asisten III Suzana Wanggai, serta Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UMKM Jimmy Thesia. Ribka juga mengapresiasi peran Sekolah GenIUs yang dinilai berkontribusi dalam melatih generasi muda agar kompetitif.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mengadakan Ramadhan Expo 1447 H sebagai upaya meningkatkan daya saing produk UMKM lokal. Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa sekitar 30 persen penduduk di wilayah Tanah Papua belum memiliki tempat tinggal yang layak.
Kegiatan simbolis dilakukan dengan pemukulan tifa, diikuti tinjauan area pameran oleh Ribka bersama OPD terkait. Ribka berharap, kehadiran pemerintah daerah bisa menciptakan keterlibatan yang berkelanjutan untuk mendorong ekonomi kreatif dari bawah ke atas.