Uncategorized

Latest Program: Ciptakan Nilai Tambah bagi Shareholder, BRI Catatkan Profitabilitas Solid dengan ROE & ROA yang Meningkat per Triwulan I 2026

Daftar Isi
  1. Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026
  2. Komitmen BRI terhadap UMKM
  3. Pencapaian 2024 dan Resiliensi Kinerja

Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026

Latest Program – Dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BRI pada Rabu (29/4/2026), Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perusahaan terus menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham. Di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik global, BRI mampu mempertahankan profitabilitas yang solid. Transformasi strategis BRIvolution Reignite, yang telah berjalan selama setahun terakhir, menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional.

Dilaporkan, Return on Assets (ROA) BRI meningkat menjadi 2,8% dalam Triwulan I 2026, sedangkan Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 ke 18,4% pada periode yang sama tahun ini. “Peningkatan ROE dan ROA ini menunjukkan komitmen kami dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui Latest Program,” kata Hery. Ia menekankan bahwa kenaikan pendapatan bunga dari pertumbuhan kredit dan peningkatan volume transaksi menjadi pendorong utama, sementara efisiensi biaya pendanaan yang lebih baik berkat peningkatan CASA (Current Account Savings Account) membantu memperkuat stabilitas keuangan.

“Pertumbuhan kredit yang signifikan memberikan dorongan ke pendapatan, sementara efisiensi biaya dana memastikan profitabilitas yang tahan banting. Kami percaya bahwa keberhasilan peningkatan ROE dan ROA ini adalah bukti konsistensi Latest Program dalam mendorong keberlanjutan bisnis,” tambah Hery Gunardi.

BRI mencatatkan total aset mencapai Rp2.250 triliun pada Triwulan I 2026, naik 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sektor intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp1.562 triliun, meningkat 13,7% YoY. Angka ini mencerminkan eksplorasi pasar yang lebih luas dan integrasi layanan digital yang dipromosikan melalui Latest Program. Dalam rangkaian strategi tersebut, BRI juga fokus pada peningkatan kualitas aset dan pengendalian risiko, sehingga mampu menjaga stabilitas laba bersih yang tercatat Rp15,5 triliun, naik 13,7% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Latest Program tidak hanya mengarahkan BRI ke arah pengembangan keuangan inklusif, tetapi juga memperkuat peran institusi sebagai penyedia layanan finansial yang andal. Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif seperti QLola, yang memudahkan akses UMKM ke produk perbankan. Dengan menghadirkan solusi digital yang lebih responsif, BRI mampu meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor kecil dan menengah yang dianggap sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Komitmen BRI terhadap UMKM

Salah satu fokus utama dari Latest Program adalah memperkuat pendanaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BRI berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, mulai dari akses kredit hingga pengembangan pasar digital. “Kami berupaya menjadikan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp1.211 triliun pada Triwulan I 2026,” papar Hery. Ini menggambarkan keberhasilan strategi BRIvolution Reignite dalam mengubah cara bank mengakses segmen pasar yang lebih luas.

Transformasi digital menjadi bagian integral dari Latest Program, di mana BRI terus memperluas layanan berbasis teknologi untuk mendukung UMKM. Platform QLola, misalnya, tidak hanya memudahkan pengajuan kredit, tetapi juga menyediakan alat analisis keuangan yang mempercepat pengambilan keputusan. Selain itu, inisiatif pemasaran digital seperti program kemitraan dengan platform e-commerce memberikan akses yang lebih mudah bagi UMKM untuk menjangkau konsumen baru. “Dengan memperkuat kehadiran digital, kami yakin Latest Program akan terus mendorong pertumbuhan yang berdampak nyata,” jelas Hery.

“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun. Kami berharap pertumbuhan ini bisa terus dipertahankan, sehingga nilai tambah bagi pemegang saham bisa terus ditingkatkan melalui Latest Program,” tambah Hery Gunardi.

Pencapaian 2024 dan Resiliensi Kinerja

Dalam konferensi pers Triwulan III 2024, Direktur Utama BRI Sunarso menyebutkan bahwa perusahaan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp60,64 triliun. Angka ini menunjukkan kekuatan kinerja BRI meski menghadapi tantangan makroekonomi yang berat. “Resiliensi bisnis kami berkat konsistensi strategi dan penerapan Latest Program dalam semua aspek operasional,” kata Sunarso. Ia menyoroti bahwa perusahaan tetap stabil dalam mengelola

Leave a Comment