Daftar Isi
Pemkab Ponorogo Genjot PAD Melalui Program Pariwisata Terbaru
Latest Program – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Ponorogo meluncurkan Latest Program terbaru yang berfokus pada optimalisasi sektor pariwisata. Acara utama yang diprioritaskan dalam strategi ini adalah Grebeg Suro, sebuah perayaan tradisional yang dianggap sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Meskipun hingga Mei 2026 realisasi PAD hanya mencapai Rp188 miliar dari target Rp528 miliar, Pemkab Ponorogo tetap optimis dapat menutupi kekurangan sebesar Rp340 miliar di sisa masa jabatan tahun ini.
Strategi Meningkatkan PAD
Latest Program ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengakselerasi PAD melalui pendekatan berbasis budaya dan pariwisata. Plt Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Kabupaten (BPPKAD) Ponorogo, Sriyono, menyatakan bahwa program ini mengandalkan pengembangan potensi wisata yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, sekaligus memastikan keadilan dan keberlanjutan dalam penerimaan pendapatan. Fokus pada perayaan Grebeg Suro diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, yang pada gilirannya akan berdampak pada pendapatan dari retribusi dan pajak daerah.
Dalam implementasinya, Pemkab Ponorogo juga memetakan sumber-sumber pendapatan baru yang tidak menambah beban warga. Strategi ini melibatkan kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat lokal untuk membangun ekosistem wisata yang lebih kuat. Pemkab juga menegaskan bahwa Latest Program tidak hanya bertujuan meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah serta mendorong keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
“Kita terus berupaya menggenjot sektor pendapatan lain yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, tetapi tetap berupaya mengurangi beban masyarakat,” ujar Sriyono dalam penjelasan strategi.
Peran Grebeg Suro dalam Pariwisata
Grebeg Suro, yang diadakan untuk menyambut awal bulan Muharam dalam kalender Islam, dianggap sebagai salah satu keunggulan program pariwisata Latest Program Ponorogo. Perayaan ini tidak hanya menarik pengunjung lokal tetapi juga wisatawan mancanegara, terutama karena melibatkan kegiatan budaya dan religius yang khas. Menurut catatan BPPKAD, retribusi daerah saat ini menjadi kontributor utama PAD dengan total sekitar Rp103 miliar, namun pendapatan dari pajak daerah masih rendah, hanya mencapai Rp81 miliar.
Program Latest Program juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi BLUD seperti rumah sakit yang berperan dalam penerimaan pendapatan. Namun, anggaran BLUD tetap diserahkan untuk operasional lembaga tersebut, sehingga Pemkab perlu mencari sumber pendapatan tambahan dari sektor non-BLUD. Dengan memperkuat promosi Grebeg Suro dan acara khas desa lainnya, Pemkab berharap bisa meningkatkan daya tarik Ponorogo sebagai destinasi wisata yang unik.
Kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi faktor yang perlu dipantau dalam Latest Program. Misalnya, perubahan pembagian opsen pajak kendaraan bermotor berpotensi mengubah struktur pendapatan daerah, termasuk di Ponorogo. Oleh karena itu, Pemkab tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga memastikan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika kebijakan tingkat provinsi.
Program Karisma Event Ponorogo (Kepo) untuk Meningkatkan PAD
Dalam rangka memperkuat sektor pariwisata, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meluncurkan program Karisma Event Ponorogo (Kepo). Latest Program ini bertujuan memastikan setiap desa memiliki acara khas yang menegaskan identitas lokal. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya wisata secara optimal, sekaligus menciptakan ruang ekonomi yang lebih inklusif.
Kepo diharapkan menjadi strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan. Pemkab Ponorogo juga berencana memanfaatkan teknologi informasi dalam promosi event-event lokal, sehingga memperluasjangkauan pasar wisatawan. Latest Program ini menjadi bukti komitmen Pemkab untuk menekan ketergantungan pada sumber pendapatan yang sudah mapan dan mengeksplorasi potensi baru.