PBB Peringatkan: Krisis Dana Mengancam Kemanusiaan di Gaza
Latest Program – Dalam rangka memperkuat kampanye Latest Program terkait kebutuhan bantuan internasional, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) merilis peringatan bahwa krisis pendanaan di Gaza dan Tepi Barat terus memburuk, mengancam kemampuan organisasi kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan warga. Hingga pertengahan tahun 2026, hanya sekitar 15 persen dari dana total 4,1 miliar dolar AS yang terpenuhi, menyisakan jarak yang jauh antara kebutuhan dan pasokan. Situasi ini memperparah kondisi krisis yang sudah menghantui wilayah tersebut sejak bertahun-tahun, dan menimbulkan risiko bencana yang lebih serius bagi jutaan penduduk yang bergantung pada bantuan.
Krisis Air Bersih dan Keterbatasan Pangan
Pemotongan dana berdampak signifikan pada akses air bersih dan makanan di Gaza. Puluhan ribu warga, terutama di daerah-daerah yang rentan, kini menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air minum yang cukup. Pemotongan dana juga membuat organisasi kemanusiaan terpaksa mengurangi distribusi bahan pangan, sehingga jumlah porsi makanan yang diberikan per hari menurun drastis. Hal ini berpotensi meningkatkan angka kelaparan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Sebagai bagian dari Latest Program, OCHA menyoroti bahwa krisis air dan pangan bukan hanya masalah logistik, tetapi juga mencerminkan ketidakstabilan infrastruktur dan sistem pendistribusian yang sudah terganggu akibat konflik berkepanjangan.
“Kemampuan mitra kemanusiaan untuk merencanakan dan menempatkan bantuan lebih awal terganggu, sehingga respons terhadap kebutuhan masyarakat menjadi lebih lambat,”
kata OCHA dalam laporan terbarunya.
Peluang dan Tantangan Program Bantuan
Dalam rangka mengatasi kesulitan tersebut, Latest Program terus memperluas cakupannya untuk mencakup sektor-sektor vital. Program bantuan yang terganggu mencakup tidak hanya air bersih dan pangan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Selain itu, OCHA mengingatkan bahwa krisis ini juga mengancam akses ke ruang aman bagi perempuan dan anak-anak, serta meningkatkan tekanan pada pengungsi yang jumlahnya terus bertambah.
Keterbatasan dana membuat mitra kemanusiaan memprioritaskan kebutuhan mendesak, sementara program jangka panjang seperti peningkatan kapasitas layanan medis atau pelatihan pengelolaan sumber daya lokal harus ditunda.
“Tanpa peningkatan dana yang signifikan, Latest Program tidak mungkin mencukupi kebutuhan warga Gaza dan Tepi Barat secara optimal,”
tambah OCHA.
Kondisi di Tepi Barat dan Perpindahan Paksa
Krisis di Tepi Barat juga mencerminkan dampak serius dari tindakan Israel. Pemukiman yang terus berkembang mengakibatkan perpindahan paksa terhadap 27 keluarga penggembala di Hebron, termasuk 125 orang yang terdiri dari tiga penyandang disabilitas dan lebih dari 20 penyakit kronis. Perpindahan ini terjadi dalam dua minggu, memperparah tekanan pada komunitas lokal yang sudah terbatasi akses ke sumber daya.
Dalam konteks Latest Program, OCHA mengingatkan bahwa aksi pemukiman tersebut mempercepat krisis kemanusiaan di wilayah Tepi Barat. Dengan keterbatasan dana, organisasi internasional kesulitan mengantisipasi kebutuhan bantuan yang meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengungsi yang jumlahnya mencapai 46 kecamatan sejak awal tahun.
Penghentian Bantuan dan Urgensi Pemulihan
Krisis pendanaan mengancam kelangsungan program bantuan yang sudah berlangsung lama. OCHA mengatakan bahwa jika dana tidak segera ditambahkan, sejumlah layanan kemanusiaan bisa berhenti, termasuk pengadaan tenda pengungsian dan perlengkapan dasar.
“Pemulihan kondisi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat membutuhkan dukungan finansial yang konsisten, karena kebutuhan warga terus meningkat,”
tambah laporan OCHA.
Dalam Latest Program, OCHA juga menyoroti bahwa keterbatasan dana membuat organisasi kemanusiaan harus mempercepat pengadaan bantuan darurat. Tidak hanya itu, kekhawatiran terhadap krisis sanitasi dan kesehatan semakin meningkat, terutama karena penggunaan air bersih yang semakin berkurang. Jutaan penduduk Gaza dan Tepi Barat kini berada di ambang bencana humaniter yang bisa berdampak jangka panjang pada kesejahteraan mereka.
Peringatan PBB dan Tanggung Jawab Dunia Internasional
PBB menekankan bahwa dana kemanusiaan yang dialokasikan untuk Gaza dan Tepi Barat perlu ditingkatkan secara signifikan. Selama ini, kontribusi dari negara-negara anggota masih kurang, menyisakan jarak yang jauh antara kebutuhan dan realisasi. Latest Program menjadi peringatan bahwa dunia internasional harus lebih aktif dalam mendukung upaya penyelamatan kemanusiaan di wilayah yang sedang kritis ini.
OCHA meminta negara-negara anggota PBB untuk mempercepat penghapusan pembatasan yang diterapkan Israel terhadap pengiriman bantuan. Peringatan ini dikeluarkan sebagai bagian dari Latest Program yang bertujuan memperkuat respons internasional terhadap krisis yang terus memburuk. Dengan bantuan yang terus berkurang, kondisi di Gaza dan Tepi Barat bisa memburuk lebih parah, mengakibatkan krisis yang tidak terduga bagi warga setempat.