PSI Dukung Pergantian Pimpinan BGN: MBG Perlu Dikelola Lebih Profesional dan Akuntabel
Program MBG Dianggap Perlu Ditingkatkan Kualitasnya
Latest Program – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi langkah penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menilai pergantian ini penting untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih optimal. “Kami yakin MBG menjadi inisiatif hebat bagi masa depan bangsa. Namun, visi ini hanya bisa mencapai hasil maksimal jika dikelola dengan profesionalisme dan transparansi,” ujarnya, Rabu (3/6).
“Pimpinan baru harus mampu menjaga program MBG secara konsisten, didukung sistem pemantauan yang efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Grace.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Langkah ini diambil setelah evaluasi kinerja lembaga selama 1,5 tahun. Nanik didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN.
Kepemimpinan Baru BGN Dapat Perkuat Fondasi Program
Pergantian kepemimpinan di BGN juga dianggap sebagai upaya untuk memperkuat struktur industri konstruksi. Dalam penjelasannya, Prabowo menyebut penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola MBG telah dimulai sejak 29 Mei 2026. Tiga mantan pimpinan BGN ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Agung.
Dadan Hindayana, mantan kepala BGN yang digantikan, mengucapkan dukungan kepada Nanik. Ia optimis program MBG akan semakin berkualitas. “MBG adalah program mulia. Kritik dan saran masyarakat harus dipertimbangkan jika memiliki dasar kuat,” tambah Grace.
Pelaksanaan MBG Dapat Diperbaiki Dengan Sistem Monitoring
Grace Natalie juga menekankan bahwa perlu adanya sistem pemantauan yang lebih ketat untuk mengatasi kekurangan dalam pengelolaan MBG. “Visi besar ini hanya bisa diwujudkan jika dikelola secara akuntabel, karena kekurangan gizi pada anak berdampak besar pada pertumbuhan dan kemampuan mereka mencapai potensi maksimal,” jelasnya.
Sebagai informasi, Prabowo mengaku sedih karena harus mengganti tokoh-tokoh yang dipercayai. Meski demikian, ia berkomitmen untuk menjaga integritas program MBG. Pergantian ini menunjukkan Presiden aktif mendengar masukan dari berbagai pihak terkait masalah di dalam BGN.
Kasus Korupsi Tahun 2025-2026 Menarik Perhatian Publik
Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang menelaah kasus korupsi tata kelola MBG. Meski penyidikan dimulai secara resmi pada 29 Mei 2026, investigasi telah berlangsung sejak lama. Pihak berwenang belum mengungkapkan secara pasti jumlah yayasan yang terafiliasi dengan Dadan Hindayana.
Langkah restrukturisasi BGN dipandang sebagai langkah strategis untuk memperbaiki sistem pengelolaan. Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono diangkat sebagai wakil kepala BGN, menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN Baru
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas MBG. “Kritik dan saran masyarakat harus didengar, karena program ini menyangkut kesejahteraan rakyat,” katanya. Nanik S. Deyang kini menjadi sosok baru yang bertugas memastikan MBG berjalan lebih baik.