Simpatisan Janji Keliling Alun-Alun Pakai Pampers untuk Sudewo Bebas
Latest Program – Dalam rangka Latest Program yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/6), sejumlah simpatisan dari berbagai wilayah Kabupaten Pati hadir untuk menyampaikan dukungan kepada Bupati Sudewo. Mereka memenuhi ruangan pengadilan dengan semangat yang tinggi, menunjukkan komitmen masyarakat terhadap kasus korupsi yang sedang dihadapinya. Salah satu tokoh pendukung, Ahmad Husein, menyatakan bahwa kehadiran massa ini bukan sekadar ekspresi kepedulian, tetapi juga bentuk janji yang diucapkan untuk menunjukkan kebahagiaan jika Sudewo dinyatakan bebas.
Janji Unik dalam Proses Penyelidikan
Ahmad Husein, yang hadir bersama ratusan pendukung lainnya, membagikan nazar khusus dalam Latest Program tersebut. Menurutnya, jika Sudewo dinyatakan bebas dari tuntutan hukum, ia akan berkeliling alun-alun kota dengan hanya mengenakan pampers. “Saya berharap dengan Latest Program ini, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat. Jika Pak Sudewo bebas, saya akan pergi ke alun-alun menggunakan pampers saja, tanpa baju. Ini bukan merendahkan diri, tapi bukti saya benar-benar sayang sama Pak Sudewo,” tambahnya dengan semangat.
“Penyelidikan ini memberi kesempatan untuk memahami situasi lebih jelas. Saya yakin, kebebasan Pak Sudewo akan membawa dampak besar bagi Pembangunan Pati,” ujar Husein.
Kebijakan KPK dan Respon Masyarakat
Persidangan ini menjadi momen penting bagi KPK yang tengah mengejar dua perkara dugaan korupsi terhadap Sudewo. Dalam Latest Program ini, massa menunjukkan kekecewaan dengan melempar sandal dan botol air mineral ke arah Sudewo. Ia terlihat berbeda dari peserta lain karena mengenakan kalung, gelang, dan cincin akik. Tindakan tersebut memicu perhatian publik, terutama karena video dari akun Instagram rimbaraya_jakarta viral di media sosial.
KPK membuka peluang untuk memeriksa Husein terkait dugaan aliran uang dalam kasus yang menjerat Sudewo. Menurut sumber di dalam penyidikan, jumlah uang yang disita mencapai Rp 2,6 miliar dalam operasi penyitaan terakhir yang dilakukan Kamis (12/02/2026) di ruangan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Meski demikian, simpatisan tetap optimis bahwa hasil sidang akan memberi kebebasan kepada Sudewo.
Pembangunan dan Harapan Masyarakat
Menurut Husein, kebebasan Sudewo akan mempercepat proses pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kebijakan saat ini tidak seperti masa kepemimpinan Sudewo sebelumnya. “Saya berharap majelis hakim mempertimbangkan aspirasi masyarakat Pati. Pembangunan yang ada sekarang tidak secepat masa Pak Sudewo menjabat,” katanya. Janji berkeliling alun-alun menggunakan pampers ini menjadi simbol kebahagiaan yang diberikan masyarakat kepada Sudewo jika kasusnya selesai.
Kebijakan pemerintah yang diterapkan Sudewo selama masa jabatannya dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan warga, terutama dalam bidang pendidikan dan infrastruktur. Meski beberapa pihak mengkritiknya, banyak masyarakat tetap mempertahankan dukungan. Dalam Latest Program, para pendukung menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Protes Besar-Besaran yang Diancam
Simpatisan juga menyatakan rencana untuk menggelar demonstrasi besar-besaran pada Rabu (13/8) sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dianggap menghambat kemajuan daerah. Mereka berharap dalam Latest Program ini, keadilan akan terwujud dan Sudewo diberikan kesempatan untuk kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat. “Kami yakin, kebebasan Pak Sudewo akan membawa perubahan besar untuk Kabupaten Pati,” ujar seorang pendukung.
Usai sidang, Sudewo menyatakan bahwa ia tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap nasib ratusan mahasiswa dan siswa miskin yang selama ini ia bantu. Mayoritas warga mengeluhkan praktik rasuah yang terjadi di daerah tersebut, tetapi mereka juga percaya bahwa Latest Program ini akan menjadi titik balik bagi masa depan Sudewo dan Kabupaten Pati. KPK menilai bahwa pemungutan uang dari calon perangkat desa bukan hanya dilakukan oleh satu individu, melainkan terstruktur dalam skala besar.