Main Agenda: Prabowo dan Komunitas WNI Prancis Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Kewirausahaan
Main Agenda – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambutan positif dari komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Prancis. Dalam kunjungan resminya ke Paris, mereka menegaskan keinginan agar Main Agenda pemerintahan Prabowo mencakup kolaborasi yang lebih kuat dengan warga Indonesia di luar negeri, terutama dalam bidang pendidikan dan kewirausahaan. Feliana, salah satu tokoh utama dari komunitas WNI Prancis yang telah tinggal di sana selama 17 tahun, menyoroti pentingnya ekspansi hubungan bilateral melalui inisiatif yang bertujuan membangun ekosistem ekonomi yang lebih solid.
“Main Agenda ini adalah kesempatan bagus untuk mempererat ikatan Indonesia-Prancis. Kami berharap pemerintah terus memberdayakan warga Indonesia di Prancis, khususnya dalam pengembangan bisnis dan kewirausahaan,” tutur Feliana saat menyambut Prabowo di Kota Paris, Selasa (26/5/2026).
Feliana menyebut bahwa organisasi Bhinneka, yang didirikan oleh para WNI Prancis, menjadi wadah strategis untuk memfasilitasi pertukaran ilmu, kolaborasi keuangan, serta promosi budaya. Ia menekankan bahwa organisasi ini perlu didukung penuh oleh pemerintah Indonesia agar bisa berperan aktif dalam memperkuat ekonomi lokal dan internasional. Selain itu, Feliana juga mengajukan ide untuk membangun kemitraan dalam bidang teknologi dan inovasi, yang dianggap sebagai pilar utama untuk meningkatkan daya saing bangsa.
“Kami siap berkontribusi dalam Main Agenda pemerintah, terutama melalui Bhinneka yang telah beroperasi selama beberapa tahun. Kami ingin menjadikan Prancis sebagai mitra utama untuk memperluas pasar ekspor dan investasi dari Indonesia,” jelasnya.
Pembicaraan Prabowo dengan para WNI di Prancis juga mencakup rencana kerja sama pendidikan. Ia berkomitmen untuk mengembangkan program pertukaran pelajar dan beasiswa yang lebih luas, termasuk melibatkan institusi pendidikan ternama Prancis. Dalam diskusi tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Main Agenda akan memprioritaskan keterlibatan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Amanda, seorang mahasiswa Indonesia di Prancis, menilai langkah ini sangat relevan, terutama dalam menciptakan peluang karier di negara penjajah.
“Saya berharap Main Agenda ini bisa memberi akses lebih mudah bagi pelajar Indonesia ke universitas Prancis. Selain itu, saya juga ingin melihat pengembangan kompetensi wirausaha di kalangan WNI, agar mereka bisa bersaing di pasar global,” ujarnya.
Strategi Kolaborasi untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Dalam kunjungan ini, Prabowo menggarisbawahi bahwa Main Agenda utamanya adalah memperkuat jaringan ekonomi dengan negara-negara di Eropa, terutama Prancis. Ia mengatakan bahwa diaspora merupakan aset berharga yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah berencana mengajukan program pendanaan khusus kepada komunitas WNI Prancis, termasuk dukungan untuk pengembangan usaha kecil menengah (UKM) yang memanfaatkan teknologi digital.
Prabowo juga menunjukkan minat dalam memperluas kerja sama bidang pendidikan. Ia mengusulkan pembentukan lembaga penelitian joint di Prancis, yang bisa menjadi tempat pelatihan dan pengembangan keahlian bagi pelajar Indonesia. Pemimpin negara penjajah ini menegaskan bahwa Main Agenda akan menyasar tidak hanya hubungan bilateral, tetapi juga kerja sama multilateral dengan negara-negara lain di kawasan Eropa. Sementara itu, delegasi Prancis menyambut baik inisiatif tersebut, dengan menekankan keinginan untuk membangun pusat pendidikan dan kewirausahaan bersama.
Pengembangan Budaya dan Ekonomi Masa Depan
Kerja sama dengan Prancis tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi dan pendidikan. Prabowo juga mengusulkan program promosi budaya yang lebih intensif, seperti pameran seni dan pertunjukan tradisi Indonesia di kota-kota besar Prancis. Hal ini dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan pengakuan masyarakat Prancis terhadap budaya Indonesia. Dalam wawancara dengan media lokal, ia menyampaikan bahwa Main Agenda akan mencakup proyek-proyek yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi yang lebih kuat dan kreatif.
Diaspora juga berharap bahwa Main Agenda ini bisa menjadi pengingat bagi pemerintah Indonesia untuk melibatkan mereka lebih aktif dalam kebijakan nasional. Selain itu, mereka menyoroti pentingnya pengembangan kebijakan yang mendukung pengusaha Indonesia di Prancis, seperti pelaksanaan program sertifikasi usaha atau akses ke pasar modal. Mereka juga menyarankan penggunaan teknologi dan media sosial untuk mempercepat komunikasi antara diaspora dan pemerintah, serta memudahkan perizinan usaha yang berada di luar negeri.
Kunjungan Prabowo ke Prancis dinilai sebagai tindak lanjut dari komitmen yang sudah ditetapkan dalam kerja sama bilateral. Ia mengatakan bahwa Main Agenda akan berfokus pada pertukaran ilmu, kemitraan ekonomi, serta kegiatan budaya yang bisa menguntungkan kedua pihak. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah WNI Prancis terus meningkat, mencapai lebih dari 300 ribu orang, sehingga kehadiran Prabowo menjadi momentum penting untuk membangun kemitraan yang lebih kuat.