Main Agenda: Pertamina Tambah Stok 1,3 Juta Tabung LPG Selama Libur Panjang di Jateng-DIY
Main Agenda – Dalam rangka menghadapi libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pertamina melaksanakan strategi peningkatan pasokan LPG 3 Kg secara fakultatif. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan energi bersih bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama masa libur. Penambahan stok mencapai 1.339.560 tabung, dengan distribusi sebanyak 1.201.040 tabung di Jateng dan 138.520 tabung di DIY. Peningkatan ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan yang diakibatkan oleh kegiatan masyarakat yang lebih intensif selama hari libur.
Strategi Peningkatan Stok untuk Libur Panjang
Penambahan pasokan LPG 3 Kg dimulai Senin, 16 Juni 2023, sebagai bagian dari rencana Main Agenda Pertamina dalam menjaga stabilitas distribusi bahan bakar. Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, menjelaskan bahwa momentum perayaan 1 Muharram seringkali menimbulkan lonjakan penggunaan tabung LPG di rumah tangga. “Main Agenda ini mencakup penyaluran 1.339.560 tabung LPG 3 Kg untuk menjaga ketersediaan energi selama libur,” tambah Taufiq. Dia juga menekankan bahwa peningkatan stok tersebut diperlukan agar tidak terjadi kelangkaan di pangkalan-pangkalan LPG.
“Dengan Main Agenda ini, Pertamina memastikan kondisi di pangkalan-pangkalan tetap stabil dan tidak terjadi kelangkaan,” ujar Taufiq. Penambahan stok setara 84,79% dari konsumsi normal harian LPG 3 Kg di Jateng dan DIY.
Pertamina tidak hanya fokus pada Jateng dan DIY, tetapi juga melakukan pengawasan distribusi di berbagai wilayah lain. Misalnya, dalam periode libur Paskah, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus meningkatkan pasokan LPG 3 kg hingga 54% di Banyuwangi dan sekitarnya. Sementara itu, untuk libur Isra Mikraj, 3,15 juta tabung atau 9.436 metrik ton akan didistribusikan secara bertahap pada 25 Desember 2025 dan 1 Januari 2026. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi bersih di berbagai momentum libur.
Kebijakan untuk Masyarakat Ekonomi Kuat
Taufiq juga mengimbau masyarakat ekonomi kuat untuk beralih ke produk LPG non-subsidi seperti Bright Gas berukuran 5,5 kg atau 12 kg. Tujuannya adalah agar kuota subsidi LPG 3 Kg dapat tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. “Masyarakat disarankan membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan harga sesuai aturan pemerintah dan stok yang terjamin,” tambahnya. Ini adalah bagian dari Main Agenda Pertamina dalam mengoptimalkan penggunaan subsidi energi.
Langkah-langkah tersebut didukung oleh pengawasan ketat Pertamina di tingkat distribusi. Perusahaan memantau ketersediaan LPG di Madiun Raya, Kudus Raya, serta Bali untuk mengantisipasi permintaan tinggi selama libur. Di Kalimantan, pasokan LPG 3 Kg juga ditambah hingga lebih dari 890 metrik ton untuk menghadapi Ramadan dan Nyepi. Dengan demikian, Main Agenda Pertamina mencakup berbagai aspek, termasuk peningkatan stok, pengawasan distribusi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam persiapan Main Agenda untuk libur panjang, Pertamina berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran distribusi. Perusahaan juga memperkuat jaringan distribusi di daerah-daerah dengan permintaan tinggi, seperti kota-kota besar yang menjadi pusat aktivitas selama libur. Taufiq menekankan bahwa Pertamina terus memperbaiki sistem logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan efisien. “Main Agenda ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap perubahan kebutuhan energi selama masa libur,” jelas Taufiq.