Uncategorized

Main Agenda: Menko Airangga Ternyata Tak Ikut Dampingi Presiden Prabowo Kunker ke Prancis

Menko Airangga Tidak Dampingi Presiden Prabowo ke Prancis, Ini Alasannya

Main Agenda menjadi topik utama dalam kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Prancis. Meski Menteri Koordinator Bidang Perekonomi Airlangga Hartarto tidak ikut serta dalam rombongan presiden, kehadiran Menko tetap diberitakan sebagai bagian dari strategi pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik dengan negara benua Eropa tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, yang menjelaskan bahwa Menko Airlangga berada di Jakarta setelah selesai rapat dan menerima tamu di kantor. “Pak Menko sedang di Jakarta. Setelah Jumatan, ia langsung melanjutkan ke acara di luar kantor karena hari ini WFH,” katanya kepada Liputan6.com, Jumat (29/5).

Agenda Utama Kunjungan ke Prancis

“Tahun ini saja, saya sudah tiga kali ke Prancis. Dan tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan besar, diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, Hari Kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa,” ucap Prabowo saat berpidato di Istana Elysee Paris, Kamis (28/5).

Kunjungan Prabowo ke Prancis yang ketiga kali ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi dan investasi antar kedua negara. Dalam pertemuan di Istana Élysée, Paris, Selasa 14 April 2026, sesi berlangsung lebih dari dua jam, mencakup diskusi tentang kerja sama perdagangan, kerja sama bidang energi, dan peningkatan kemitraan dalam sektor manufaktur. Susiwijono menambahkan bahwa selama kunjungan tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menunjukkan keberpihakannya terhadap Main Agenda Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Kehadiran Menteri Lainnya dalam Rombongan

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tetap turut serta dalam kunjungan kenegaraan tersebut, seperti Menteri Perdagangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perhubungan Rosan Roeslani. Meski tidak didampingi Menko Airlangga, keterlibatan menteri-menteri lain menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga keberlanjutan kerja sama bilateral. Dalam pertemuan di Prancis, Prabowo juga membahas kebijakan subsidi bahan bakar yang memberikan dampak signifikan pada penggunaan Pertalite. Menurut Susiwijono, penurunan penggunaan Pertalite sebesar 9 persen pada bulan April menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan distribusi energi.

Presiden Prabowo menyoroti konsistensi kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam memperkuat hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi dan investasi. “Kepemimpinan Presiden Macron di dunia internasional terasa, bahwa Presiden Macron selalu berani mengambil sikap yang positif dan tegas sesuai prinsip Republik Prancis,” tambah Prabowo. Dalam suasana yang hangat, kedua pemimpin menikmati jamuan makan yang disajikan di Istana Elysee, sebagai tanda kerja sama yang baik.

Kunjungan Prabowo ke Prancis juga bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1447 H. Namun, ia belum memastikan lokasi salat Idul Adha yang akan dilaksanakannya. Meski demikian, acara tersebut tidak mengganggu agenda kerja sama ekonomi yang telah direncanakan. Prabowo tiba di Prancis untuk kunjungan kenegaraan, disambut oleh Macron di Istana Elysee, menandai upaya penguatan hubungan bilateral. Pemerintah Indonesia juga mengguyur stimulus di sektor transportasi, termasuk diskon tiket udara dan darat selama periode liburan sekolah.

Kebijakan Main Agenda yang diusung pemerintah Indonesia berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang berkelanjutan. Dalam konteks kunjungan ke Prancis, ini menjadi kesempatan untuk menegaskan prioritas ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di pasar global. Susiwijono menegaskan bahwa kehadiran Menko Airlangga di Jakarta tidak mengurangi efektivitas kunjungan presiden, karena kebijakan yang diusung tetap terkoordinasi dan didukung oleh berbagai pihak.

Leave a Comment