Meeting Results: Strategi Ekonomi Kreatif Indonesia Melalui Restoran Padang di Singapura
Meeting Results – Pada Meeting Results yang berlangsung di kawasan Kampong Glam, Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya meresmikan pembukaan Restoran Sederhana Padang di Singapura. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat eksistensi kuliner Minang di panggung global, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri ekonomi kreatif nasional.
Langkah Strategis dalam Pemasaran Makanan Khas Indonesia
Kehadiran Restoran Sederhana di Singapura dianggap sebagai bukti bahwa jenama kuliner Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Dalam Meeting Results tersebut, Menteri Ekraf menekankan bahwa kuliner tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga alat untuk menyebarluaskan budaya Indonesia secara lebih luas. “Dengan menyebarluaskan warisan masakan Minang, kami memperkuat Meeting Results dalam menciptakan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” kata Menteri Ekraf.
Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha Lokal
Restoran Sederhana, yang dikelola oleh PT Global Minang Ventura (GMV), berdiri sejak 1972 dan kini memiliki 200 cabang di berbagai lokasi. Meeting Results pada 14 Juni menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan GMV dalam membangun ekosistem kuliner Indonesia. Sebelum resmi beroperasi, restoran ini telah menguji coba pada 29 Mei 2026 dengan antusiasme tinggi dari komunitas Indonesia di Singapura.
Kawasan Kampong Glam, yang memiliki sejarah sebagai pusat budaya, menjadi lokasi strategis untuk membawa masakan Padang ke khalayak luas. Restoran Sederhana tidak hanya memberi nilai tambah bagi wisata kuliner, tetapi juga berperan dalam menyebarluaskan nilai-nilai tradisi Minang. “Kehadiran kami di sini adalah hasil dari Meeting Results yang menggabungkan kreativitas lokal dengan pasar global,” tambah Nova Dana Eka Putri, Presiden Direktur GMV.
Peresmian Restoran Sederhana juga menjadi bagian dari program Meeting Results Kementerian Ekraf untuk meningkatkan ekspor dan investasi di bidang kuliner. Dalam 2025, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi hingga 31,94 miliar dolar AS ke PDB nasional, dengan nilai investasi mencapai Rp183,01 triliun. Dengan ekspansi ke Singapura, GMV berharap memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya dan ekonomi kreatif global.
Harapan untuk Pertumbuhan Industri Kuliner
Meeting Results ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa masakan Minang memiliki potensi besar dalam memperluas jaringan pemasaran. Menteri Ekraf menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi usaha lokal, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara tetangga. “Dengan dukungan dari Meeting Results, kita bisa menghadirkan kekayaan kuliner Indonesia secara lebih efektif,” ujar Nova.
Rencana ekspansi Restoran Sederhana ke Melbourne, Australia, pada 207 Queen Street, juga menjadi bagian dari strategi Meeting Results untuk menyebarluaskan masakan Indonesia ke berbagai belahan dunia. Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi pengusaha lainnya untuk membangun jenama yang bisa bersaing di tingkat internasional.