Uncategorized

Meeting Results: Pansus Perparkiran DPRD DKI Ancam Segel 15 Gedung Abai Urus SLF, Ada Hotel hingga Kampus

Meeting Results: Pansus DKI Ancam Segel 15 Gedung Abai SLF

Meeting Results – Dalam rapat persidangan yang berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/5/2026), Panitia Khusus Perparkiran mengungkapkan keputusan tegas terkait penyegelan 15 gedung yang dianggap abai dalam pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Hasil diskusi ini menunjukkan upaya lebih intensif untuk memastikan kepatuhan pengelola bangunan terhadap standar keamanan dan keselamatan. Pansus mengatakan bahwa sejumlah gedung, termasuk hotel dan kampus, belum memenuhi kewajiban SLF dan berisiko diambil tindakan segel jika tidak segera diperbaiki.

Hasil Rapat Pansus Perparkiran dan Penindakan Terhadap Gedung

Meeting Results dari rapat Pansus Perparkiran menunjukkan bahwa dari 23 gedung yang dipanggil, lima pemilik tidak hadir. Sementara 15 gedung lainnya terbukti tidak mengurus atau memperpanjang SLF secara rutin. Ketua Pansus, Ahmad Lukman Jupiter, menyatakan, “SLF meliputi standar evakuasi, sistem kebakaran, dan struktur bangunan. Namun, banyak pemilik gedung menyepelekan hal ini karena fokus pada keuntungan bisnis.”

“Kalau mereka tetap tidak mengurus SLF setelah tiga tahap peringatan, kami akan langsung menyegel bangunan,” tegas Jupiter. Tindakan ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan seperti kebakaran yang sering terjadi akibat kurangnya perawatan bangunan.

Proses pemberian Surat Peringatan (SP) akan diselesaikan dalam tiga minggu. Dinas Citata diminta lebih proaktif memberikan sanksi administratif sebagai langkah pertama. Jika SP3 tidak direspons, Pansus akan menindaklanjuti dengan penyegelan. “Kami harap dalam tiga minggu semua proses SP selesai, sehingga pihak gedung bisa memperbaiki kekurangan sebelum tindakan terakhir dilakukan,” tambah Jupiter.

Daftar Gedung yang Diduga Abai SLF

Meeting Results dari Pansus mencatat sejumlah gedung yang menjadi sorotan, seperti Hotel Horison Arcadia Mangga Dua, Rumah Sakit Pondok Indah, Universitas Esa Unggul, dan BINUS University. Ada juga kampus dan tempat umum seperti Citywalk Gajah Mada yang masuk daftar. Pemilik beberapa bangunan bahkan mengabaikan izin selama 10 hingga 15 tahun, sehingga menjadi target utama dalam inspeksi SLF.

Dalam audit sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah memeriksa 3.500 gedung. Hasilnya, 10 gedung mendapatkan SP1 sebagai langkah awal. Namun, 15 gedung lainnya masih konsisten tidak memenuhi kewajiban. Pansus mengklaim bahwa SLF merupakan alat penting untuk meminimalkan risiko kebakaran, terutama setelah insiden Terra Drone Kemayoran yang menewaskan 22 korban jiwa.

Kebakaran di Terra Drone Kemayoran disebabkan oleh ledakan baterai di lantai satu. Karyawan kewalahan dan berlarian ke lantai atas, menyebabkan korban jiwa. Dalam rapat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan audit menyeluruh terhadap kelayakan gedung, termasuk penegakan SLF. Pansus menyebut ini sebagai respons langsung terhadap kejadian tersebut.

Tindakan Segel di Apartemen dan Potensi Kerugian Negara

Meeting Results menambahkan bahwa tindakan penyegelan juga akan diberikan kepada dua apartemen yang dianggap abai SLF. Gedung seperti Apartemen Sentra Timur dan Cikini Gold Center di Jakarta Pusat disegel karena tidak memiliki izin parkir yang valid. Tindakan ini diperlihatkan sebagai upaya mengurangi kerugian negara akibat penggunaan lahan secara tidak sah.

Badan Pengelolaan Aset Daerah Jakarta Barat mengimbau pengosongan bangunan liar di lahan Pemprov DKI seluas 1.749 m² di Kalideres. Meski demikian, Teguh dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) menyebut pembatasan sewa rusun baru hanya wacana dalam rapat bersama Komisi D DPRD. Jupiter menegaskan, tindakan tegas dalam meeting results ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap manajemen bangunan.

Meeting Results menekankan bahwa SLF bukan hanya dokumen formal, tetapi juga tanggung jawab sosial pemilik gedung. Dengan menegakkan aturan ini, Pemprov DKI Jakarta diharapkan bisa menghindari kejadian bencana serupa di masa depan. Pansus juga berencana melakukan peninjauan lebih lanjut ke gedung-gedung lain yang belum tercakup dalam audit awal.

Leave a Comment