Uncategorized

New Policy: Awali 2026 dengan Solid, Telkom Perkuat Transformasi dan Disiplin Operasional

Telkom Perkuat Transformasi dan Disiplin Operasional dalam New Policy 2026

New Policy – Dalam rangka menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis, Telkom meluncurkan New Policy pada awal tahun 2026 sebagai upaya strategis untuk memperkuat kinerja bisnis dan meningkatkan disiplin operasional. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing, serta menciptakan fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang. Dalam tiga bulan pertama, perusahaan berhasil mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, dengan peningkatan 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan keberhasilan awal New Policy dalam memperbaiki efektivitas manajemen.

Transformasi Bisnis dan Manajemen Operasional

New Policy Telkom menyasar perbaikan struktur bisnis melalui pengoptimalan biaya dan penguatan aset. Arus kas operasional meningkat 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun, yang didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX dan manajemen piutang yang lebih ketat. Margin EBITDA perusahaan tetap stabil di 48,3%, sementara laba bersih mencapai Rp4,3 triliun, atau 11,7% dari pendapatan, dengan laba bersih yang dinormalisasi naik ke Rp5,1 triliun. Meski ada tekanan dari percepatan depresiasi aset, New Policy berhasil memastikan konsistensi operasional yang tetap menguntungkan.

Dalam New Policy, Telkom juga fokus pada pengembangan layanan digital dan ekspansi infrastruktur. Pertumbuhan pendapatan di sektor B2C, khususnya Telkomsel, mencapai Rp27,6 triliun dengan kenaikan 1,3% YoY. Kontribusi dari bisnis digital terus menguat, dengan payload data meningkat 2,3% berkat perbaikan kualitas jaringan dan pengembangan infrastruktur yang disiplin. Pertumbuhan ARPU sebesar 6,4% menjadi Rp45.100 juga menunjukkan efektivitas New Policy dalam meningkatkan pengalaman pelanggan.

Ekspansi Infrastruktur dan Konsolidasi Bisnis

Strategi New Policy tidak hanya terbatas pada optimasi biaya, tetapi juga mencakup investasi dalam aset fisik. Mitratel, yang mengelola bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), melaporkan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun, tumbuh 1,4% YoY. Total kepemilikan jaringan fiber optic mencapai 58.279 km, dengan ekspansi 1.080 km dalam kuartal pertama. Langkah ini memperkuat posisi Mitratel sebagai penyedia infrastruktur menara generasi berikutnya. Selain itu, bisnis data center yang dikelola oleh NeutraDC Group dan NeuCentrIX menunjukkan potensi pertumbuhan tinggi, dengan New Policy berperan dalam konsolidasi dan pengembangan layanan digital.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk terus meningkatkan kualitas secara bertahap, agar mampu memberikan kontribusi optimal bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat, serta negara,” ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Salah satu aspek penting dari New Policy adalah peningkatan manajemen risiko dan diversifikasi layanan. Telkom memperkuat strategi portofolio aset, termasuk pengembangan infrastruktur fiber optic yang mendukung keandalan jaringan. Di sisi B2B, pendapatan segmen Infrastruktur menunjukkan peningkatan signifikan sebesar Rp2,4 triliun, atau 6,8% YoY, sebagai dampak dari ekspansi FTTT yang berkelanjutan. Perusahaan juga menekankan peningkatan kualitas layanan melalui inovasi teknologi dan integrasi digital, yang selaras dengan visi New Policy untuk menghadapi era digital yang semakin kompetitif.

Pengembangan New Policy Telkom menunjukkan komitmen untuk menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih inklusif. Dengan pendapatan konsolidasi yang stabil dan margin EBITDA yang tetap kuat, perusahaan mencerminkan kemampuan adaptasi di tengah perubahan ekonomi. Tantangan seperti inflasi dan fluktuasi harga energi diatasi melalui strategi penghematan biaya, sementara pertumbuhan segmen digital menunjukkan dampak positif dari New Policy dalam menyesuaikan bisnis dengan permintaan pasar yang terus berkembang.

Dalam rangka memastikan New Policy berjalan sesuai harapan, Telkom mengalokasikan sumber daya secara lebih terarah. Peningkatan disiplin operasional dan kinerja keuangan menjadi fokus utama, dengan perusahaan memperkuat kontrol atas pengeluaran dan meningkatkan efisiensi operasional. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Selain itu, keberhasilan New Policy dalam meningkatkan ARPU dan payload data membuktikan bahwa strategi ini efektif dalam menarik pelanggan baru dan mempertahankan loyalitas pelanggan yang ada.

Leave a Comment