New Policy: BSG Tingkatkan Layanan Digital untuk Kemudahan Transaksi Selama Libur Panjang
BSG Luncurkan Kebijakan Baru Tingkatkan Layanan Digital Selama Libur Panjang
New Policy – Dalam rangka memastikan kelancaran transaksi keuangan selama libur panjang, PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) meluncurkan kebijakan baru yang bertujuan mengoptimalkan layanan digital. Langkah ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin meningkat terutama di tengah penggunaan teknologi finansial yang menjadi tren saat ini. Dengan kebijakan ini, BSG menghadirkan solusi yang lebih mudah dan cepat, sehingga nasabah dapat melakukan berbagai jenis transaksi tanpa terbatas oleh waktu atau lokasi. Kebijakan baru ini berlaku selama empat hari libur, yaitu 14 hingga 17 Mei 2026, yang merupakan masa puncak kebutuhan keuangan masyarakat.
Tingkatkan Akses Transaksi Digital
“Kebijakan ini menunjukkan komitmen kami untuk memberikan layanan perbankan yang lebih responsif dan inklusif,” ujar Direktur Utama BSG, Revino Pepah. “Dengan fokus pada digital, kami memastikan nasabah tetap bisa bertransaksi kapan dan di mana pun mereka membutuhkan, terutama selama libur panjang.”
BSG melakukan beberapa peningkatan dalam platform digitalnya, termasuk memperkuat fitur aplikasi mobile banking BSGtouch. Aplikasi ini kini dilengkapi dengan alat-alat baru yang memudahkan pengguna seperti layanan pembayaran otomatis, pengisian pulsa, dan transaksi kecil yang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Selain itu, layanan pembayaran BSGqris juga diperbarui agar lebih efisien dalam menangani transaksi e-commerce dan pembayaran layanan publik. Dengan kebijakan baru ini, BSG berharap masyarakat dapat lebih percaya dan nyaman menggunakan transaksi digital sehari-hari.
Kebijakan digital BSG tidak hanya fokus pada aplikasi, tetapi juga pada infrastruktur pendukungnya. Jaringan mesin ATM BSG diperluas, termasuk penambahan mesin penarikan tunai di berbagai titik strategis di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Pemeliharaan rutin serta pengisian ulang dana dilakukan guna menghindari kehabisan uang di tengah kebutuhan transaksi yang tinggi. Revino Pepah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih modern dan mudah diakses.
Layanan Pendukung Selama Libur Panjang
“Kami tidak hanya tingkatkan layanan digital, tetapi juga pastikan bahwa akses ke layanan fisik tetap terjaga,” tambah Revino Pepah. “Selama libur, layanan di kantor cabang dan unit akan diprioritaskan untuk transaksi yang tidak bisa dilakukan secara online.”
Dalam rangka menjaga kelancaran operasional, BSG membatasi layanan di kantor cabang dan unit selama libur panjang. Namun, fasilitas tersebut tetap tersedia untuk nasabah yang membutuhkan interaksi langsung dengan petugas. Revino Pepah menjelaskan bahwa pengurangan layanan fisik bertujuan mengalihkan transaksi ke platform digital yang lebih efisien, sementara layanan fisik hanya untuk kebutuhan khusus. Hal ini menunjukkan bagaimana BSG mencoba seimbangkan antara inovasi dan ketersediaan layanan konvensional.
Kebijakan baru ini juga memberikan peluang bagi nasabah untuk mempercepat proses transaksi. BSG melakukan peningkatan kecepatan akses ke aplikasi dan layanan online, termasuk pengoptimalan fitur transaksi real-time. Dengan adanya pengembangan ini, nasabah dapat lebih mudah mengelola keuangan mereka, bahkan di tengah kesibukan libur panjang. Revino Pepah menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BSG, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi.
Manfaat Kebijakan Baru untuk Transaksi Non-Tunai
BSG menekankan bahwa kebijakan baru ini menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi non-tunai. Dengan transaksi digital, nasabah tidak hanya lebih cepat, tetapi juga bisa menghemat waktu dan biaya. Revino Pepah menjelaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan tren nasional yang semakin mengadopsi pembayaran digital, terutama di sektor e-commerce dan layanan keuangan lainnya. “Dengan kebijakan ini, kita harap bisa menumbuhkan kebiasaan bertransaksi non-tunai yang lebih luas di masyarakat,” katanya.
Dalam beberapa bulan terakhir, BSG mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan layanan digital. Data menunjukkan bahwa transaksi melalui aplikasi mobile banking dan QRIS meningkat hingga 25% dibandingkan periode sebelumnya. Kebijakan baru ini diharapkan bisa memperkuat peningkatan tersebut, sekaligus memberikan kemudahan untuk semua lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil. Revino Pepah juga mengungkapkan bahwa BSG akan terus mengembangkan kebijakan digital untuk mencakup kebutuhan nasabah di masa depan.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan layanan digital, BSG juga memberikan pelatihan khusus kepada nasabah yang belum terbiasa dengan platform online. BSG memastikan bahwa setiap nasabah, baik yang baru maupun lama, bisa memanfaatkan fitur-fitur baru dengan mudah. “Kami ingin menjadikan digital sebagai bagian integral dari kehidupan nasabah sehari-hari,” tutur Revino Pepah. Dengan adanya kebijakan baru ini, BSG berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan, serta keandalan transaksi keuangan selama dan setelah libur panjang.